FAKTOR YANG BERPENGARUH TERHADAP PENCEGAHAN STUNTING PADA BALITA
Keywords:
stunting, self-efficacy, pengetahuan ibuAbstract
Stunting merupakan permasalahan serius yang mempengaruhi tumbuh kembang anak, terutama pada masa balita, dengan dampak jangka panjang terhadap perkembangan fisik, kognitif, dan kualitas hidup. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi pencegahan stunting pada balita di Nagari Kampung Dalam, Kecamatan Lubuk Tarok, Kabupaten Sijunjung, Sumatera Barat, yang memiliki prevalensi stunting cukup tinggi. Desain penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode cross-sectional dan analisis deskriptif melalui teknik Structural Equation Modeling (SEM). Sampel sebanyak 100 ibu yang memiliki balita dipilih menggunakan teknik random sampling. Variabel yang diteliti meliputi pengetahuan ibu, self-efficacy, status sosial ekonomi, konsumsi ASI eksklusif, pola asuh makan, dan utilisasi pelayanan kesehatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua variabel tersebut berkontribusi secara signifikan terhadap pencegahan stunting, dengan kontribusi terbesar berasal dari faktor sosial ekonomi (24,2%), disusul oleh pengetahuan (23,3%) dan pola asuh makan (13,5%). Selain itu, intervensi edukatif berbasis media visual “Piramida 3 Sisi” terbukti mampu meningkatkan self-efficacy ibu dalam pengasuhan, sebagaimana ditunjukkan oleh uji Paired Sample t-Test yang signifikan (p=0,009). Kesimpulannya, peningkatan kapasitas pengasuhan melalui edukasi dan penguatan faktor psikososial ibu sangat berperan dalam pencegahan stunting secara holistik dan berkelanjutan.
References
Aramico, B., Sudargo, T., & Susilo, J. (2016). Hubungan sosial ekonomi, pola asuh, pola makan dengan stunting pada siswa sekolah dasar di Kecamatan Lut Tawar, Kabupaten Aceh Tengah. Jurnal Gizi Dan Dietetik Indonesia (Indonesian Journal of Nutrition and Dietetics), 1(3), 121.
Dwi, N., Putri, P., Hadju, V., Indriasari, R., Hidayanty, H., & Mansur, M. A. (2023). Gambaran Self Efficacy Ibu Dalam Pemberian Mp-Asi Dan Kejadian Stunting Pada Baduta Description Of Mother’s Self Efficacy In Complementary Feeding And Stunting Among Children.
El Taguri, A., Betilmal, I., Mahmud, S. M., Monem Ahmed, A., Goulet, O., Galan, P., & Hercberg, S. (2009). Risk factors for stunting among under-fives in Libya. Public Health Nutrition, 12(8), 1141–1149.
Handini, M. C., & Anita, A. (2016). Pengaruh Pengetahuan Gizi, Status Sosial Ekonomi, Gaya Hidup Dan Pola Makan Terhadap Status Gizi Anak (Studi Kausal di Pos PAUD Kota Semarang Tahun 2015). JPUD - Jurnal Pendidikan Usia Dini, 10(2), 213–232.
Mahmudiono, T., Mamun, A., Nindya, T., Andrias, D., Megatsari, H., & Rosenkranz, R. (2018). The Effectiveness of Nutrition Education for Overweight/Obese Mother with Stunted Children (NEO-MOM) in Reducing the Double Burden of Malnutrition. Nutrients, 10(12), 1910.
Kamiya, Y., Nomura, M., Ogino, H., Yoshikawa, K., Siengsounthone, L., & Xangsayarath, P. (2018). Mothers’ autonomy and childhood stunting: evidence from semi-urban communities in Lao PDR. BMC Women’s Health, 18(1), 70.
Kementerian Kesehatan RI. (2018a). Buletin Stunting. Journal of Molecular Biology. Kemenkes RI.
Kementerian Kesehatan RI. (2018b). Hasil Utama Riskesdas 2018. Kemenkes RI. Kementerian Kesehatan RI. (2019a). Kebijakan dan Strategi Penanggulangan Kemiskinan di Indonesia. Dinamika Pedesaaan dan Kawasan. Kemenkes RI.
Kementerian Kesehatan RI. (2019b). Studi Status Gizi Blita Terintegrasi SUSENAS 2019.Balitbangkes .
Maywita, E. (2018). Faktor Risiko Penyebab Terjadinya Stunting Pada Balita Umur 12-59 Bulan Di Kelurahan Kampung Baru Kec. Lubuk Begalung Tahun 2015. Jurnal Riset Hesti Medan Akper Kesdam I/BB Medan, 3(1), 56.
Mugianti, S., Mulyadi, A., Anam, A. K., & Najah, Z. L. (2018). Faktor Penyebab Anak Stunting Usia 25-60 Bulan di Kecamatan Sukorejo Kota Blitar. Jurnal Ners Dan Kebidanan (Journal of Ners and Midwifery), 5(3), 268–278.
Nabuasa, C. D., Juffrie, M., & Huriyati, E. (2016). Riwayat pola asuh, pola makan, asupan zat gizi berhubungan dengan stunting pada anak 24–59 bulan di Biboki Utara, Timor Tengah Utara, Nusa Tenggara Timur. Jurnal Gizi Dan Dietetik Indonesia (Indonesian Journal of Nutrition and Dietetics), 1(3), 151.
Nurmayasanti, A., & Mahmudiono, T. (2019). Status Sosial Ekonomi dan Keragaman Pangan Pada Balita Stunting dan Non-Stunting Usia 24-59 Bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Wilangan Kabupaten Nganjuk. Amerta Nutrition, 3(2), 114.
Pacheco, C. D. R., Picauly, I., & Sinaga, M. (2017). Health, Food Consumption, Social Economy, and Stunting Incidency in Timor Leste. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 13(2). Pramono, M. S. (2016). Determinan Sosial Ekonomi Dan Pengetahuan Ibu Terhadap Pemberian Asi Eksklusif (Studi Kasus Di Kelurahan Tanah Kali Kedinding Surabaya).SAINTEKBU, 6.
Salarkia, N., Omidvar, N., Zaeri, F., Zeinab, H. E., & Neyestani, T. R. (2016). Mother’s Self- Efficacy Mediates the Relationship Between Household Food Insecurity and Maternal Infant Feeding Styles. Maternal and Child Health Journal, 20(3), 602–612.
mbolon, D., Astuti, W. D., & Andriani, L. (2015). Mekanisme Hubungan Sosial Ekonomi, Pemanfaatan Pelayanan Kesehatan dan Kehamilan Risiko Tinggi terhadap Prevalensi Panjang Badan Lahir Pendek. Kesmas: National Public Health Journal, 9(3), 235.
SJMH, Sr. A. S., Tohan, R. C., & Madi, M. A. (2020). Hubungan Pemberian Asi Ekslusif dengan Kejadian Stunting pada Balita. JIKSH, 11.
Sudja, A., & Hastuti, W. (2013). Path Analysis Pemanfaatan Pelayanan Kesehatan Sebagai Prediktor Status Gizi pada Anak Usia 6-24 Bulan (Baduta) di Kabupaten Bandung. Juriskes.
Uliyanti, U., Tamtomo, D. G., & Anantanyu, S. (2017). Faktor Langsung Dan Tidak Langsung Yang Berhubungan Dengan Kejadian Stunting Pada Anak Usia 24–59 Bulan Di Kecamatan Matan Hilir Selatan. Jurnal Vokasi Kesehatan, 3(2), 67.
Wahyudi Lapa, I. (2022). Data Stunting di Bolsel Sulawesi Utara Bulan November 2022 Turun Jadi 5,21 Persen . TribunManado.Co.Id.
Widuri, H., Lismidiati, W., & DW, S. (2018). Self-effiacy Ibu dalam Memberikan ASI Eksklusif di Institusi Pendidikan Kesehatan Yogyakarta. Jurnal Persatuan Perawat Nasional Indonesia (JPPNI), 3(2), 51.
Zhang, X., Han, X., Dang, Y., Meng, F., Guo, X., & Lin, J. (2017). User acceptance of mobile health services from users’ perspectives: The role of self-efficacy and response-efficacy in technology acceptance. Informatics for Health and Social Care, 42(2), 194
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Cindy Rachma Yuniza, Femy Nabilla, Annisa Aulia Putri, Dinda Mellasari, Risfa Putri Utami, Randi Purnama Putra

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.










