SEJARAH TRADISI NADRAN DI KARANGANTU: ASAL-USUL DAN PERKEMBANGANNYA
Keywords:
Nadran, Karangantu, tradisi lokalAbstract
Tradisi Nadran di Karangantu merupakan warisan budaya yang sangat bersejarah dan religius bagi masyarakat pesisir Banten. Penelitian ini bertujuan menelusuri asal-usul tradisi Nadran, memahami makna simbolisnya, dan menganalisis perkembangan praktiknya dari waktu ke waktu. Metode yang digunakan meliputi sejarah lisan dan studi dokumenter dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Nadran awalnya berkembang sebagai ungkapan syukur masyarakat nelayan atas hasil laut dan keselamatan selama perjalanan, yang kemudian dikombinasikan dengan nilai-nilai Islam. Seiring waktu, praktik Nadran mengalami perubahan, baik dalam bentuk upacara, ritus, maupun partisipasi masyarakat, terutama sejak 2023, ketika pelaksanaan tradisi ini mulai menurun. Penelitian ini memberikan wawasan mendalam tentang dinamika pelestarian budaya lokal dan peran tradisi dalam kehidupan sosial masyarakat pesisir.
References
Andi, “Pelopor Tradisi Nadran di Karangantu.” Wawancara oleh Aas Safinatun Najah, tatap muka, Pesisir Karangantu, Serang, 09 Desember 2025, pukul 14.33.
Endraswara Suwardi, Etnologi Jawa: Penelitian dan Pemikiran, (Yogyakarta: Fattah, 2018)
Koentjaraningrat, Pengantar Ilmu Antropologi, (Jakarta: Rineka Cipta, 2009).
Mursal, “Peran Bapak Mandaram Pelaksanaan Nadran.” Wawancara oleh Aas Safinatun Najah, tatap muka, Pesisir Karangantu, Serang, 09 Desember 2025, pukul 15.00.
Pranowo Budi, “Upacara Sedekah Laut di Jawa sebagai Representasi Harmoni Manusia dan Alam.” Jurnal Antropologi Indonesia, Vol. 38 No. 2, 2017.
Sarban, “Cara Pelaksanaan Nadran di Karangantu.” Wawancara oleh Aas Safinatun Najah, tatap muka, Pesisir Karangantu, Serang, 09 Desember 2025, pukul 15.24.
Sedyawati Edi, Budaya Indonesia: Kajian Arkeologi, Seni, dan Sejarah, (Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2007)
Suyono R.P. Ritual dan Tradisi Jawa: Warisan Luhur yang Tak Lekang oleh Waktu, (Yogyakarta: Narasi, 2009)
Ujang Hambali, “Berakhirnya Nadran di Karangantu.” Wawancara oleh Aas Safinatun Najah, tatap muka, Pesisir Karangantu, Serang, 09 Desember 2025, pukul 15.40.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Aas Safinatun Najah, Ahmad Maftuh Sujana

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.










