Doomscrolling Pada Kesehatan Mental Generasi Z

Authors

  • Ariella Ester Sonya Natalia Universitas Negeri Jakarta
  • Desy Safitri Universitas Negeri Jakarta
  • Sujarwo Sujarwo Universitas Negeri Jakarta

Keywords:

doomscrolling, Generasi Z, kesehatan mental

Abstract

Perkembangan media sosial telah meningkatkan paparan informasi negatif yang memicu munculnya perilaku doomscrolling, khususnya pada Generasi Z sebagai kelompok digital native. Doomscrolling didefinisikan sebagai kebiasaan mengakses dan menggulir konten berita buruk secara berulang dan sulit dihentikan, meskipun menimbulkan dampak emosional. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perilaku doomscrolling pada Generasi Z serta menganalisis dampaknya terhadap kesehatan mental. Penelitian menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif, yang dilaksanakan di RW 016 Kelurahan Jakasampurna, Kota Bekasi. Subjek penelitian berjumlah 78 responden Generasi Z berusia 18–25 tahun yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner skala Likert, wawancara semi-terstruktur, observasi, dan dokumentasi, sedangkan analisis data dilakukan melalui teknik kategorisasi dan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku doomscrolling pada Generasi Z terutama dipicu oleh dorongan internal berupa rasa ingin tahu, kebutuhan untuk selalu mengikuti perkembangan informasi, serta ketertarikan emosional terhadap konten negatif. Mayoritas responden berada pada kategori sedang hingga tinggi. Selain itu, doomscrolling terbukti memberikan dampak signifikan terhadap kesehatan mental, terutama dalam bentuk meningkatnya kecemasan dan stres, kelelahan mental, serta gangguan tidur. Temuan ini mengindikasikan bahwa paparan informasi negatif secara berulang menciptakan beban kognitif dan emosional yang berkepanjangan, sebagaimana dijelaskan dalam Uses and Gratifications Theory dan Digital Fatigue Theory. Oleh karena itu, perilaku doomscrolling perlu mendapat perhatian serius sebagai faktor risiko penurunan kesehatan mental Generasi Z.

References

Anand, N.,et al (2021). Doomsurfing and Doomscrolling mediate psychological distress in COVID‐19 lockdown: Implications for awareness of cognitive biases. Journal of Applied Psychology and Behavioral Science, https://doi.org/10.1111/ppc.12803

Ardiansyah, S. et al. (2023). KESEHATAN MENTAL. Penerbit PT GLOBAL EKSEKUTIF TEKNOLOGI, Hal 1. KESEHATAN MENTAL_ (2).pdf

Darwin, M., Mamondol, M. R., Sormin, S. A., Nurhayati, Y., Tambunan, H., 116 Sylvia,D., Adnyana, I. M. D. M., Prasetiyo, B., Vianitati, P., & Gebang, A. A. (2021). Metode Penelitian Pendekatan Kuantitatif (T. S. Tambunan, Ed.). Media Sains Indonesia.

Dewi, S. K., & Sudaryanto, A. (2020). Validitas dan Reliabilitas Kusioner Pengetahuan, Sikap dan Perilaku Pencegahan Demam Berdarah. SEMNASKEP.

Febreza, F., & Junaidi, J. (2022). Fenomena “digital fatigue” pada mahasiswa Jurusan Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Padang. NARA: Jurnal Pendidikan Indonesia, 1(3), 315–326. https://doi.org/10.24036/nara.v1i3.73

Hansya, M. R., & Ardi, R. (2024). Pengaruh Doomscrolling terhadap mental well-being dimediasi oleh psychological distress pada pengguna media sosial X generasi Z. Fakultas Psikologi Universitas Airlangga. http://repository.unair.ac.id/id/eprint/133526

Haqiqi, Z. (2024). Bonus demografi Indonesia emas 2045 sebagai pisau bermata dua. Bonus Demografi Indonesia Emas 2045 Sebagai Pisau Bermata Dua | kumparan.com

Jannah, D. S. M., & Hidajat, H. G. (2024). Analisis faktor penyebab dari gangguan tidur: Kajian psikologi lintas budaya. Psyche 165 Journal, 17(3), 164–171. https://jpsy165.org/ojs

Katz, E. et al. (1974). The ususe of mass communications: Current perspectives on gratfication research. Sage

Korunovska, J. et al. (2021). The effect of information and communication tecnology use on human energy and fatigue: A review. Vienna University of Economics and Bussines

Marhaen, T. R., & Evi,. (2023). Hubungan penggunaan media sosial dengan tingkat kecemasan pada mahasiswa FK UNTAR. Jurnal Kesehatan Tambusai, 4(4), https://doi.org/10.31004/jkt.v4i4.18872

Mufrida, I. E. (2024, Maret 30). Orang Indonesia paling sering habiskan waktu untuk main sosial media. Tempo.co.Orang Indonesia Paling Sering Habiskan Waktu untuk Main Sosial Media - GoodStats

Pandya, J.K. et al (2024). Studi Kasus Dampak Doomscrolling terhadap Kecemasan Mental Mahasiswa Gen Z di Fakultas Ilmu Pendidikan & Psikologi. Jurnal Of FamilyLife Education. Vol 3 No 3, Hal 73-84.

Rahmawati, R., Rahayu, P. I., & Taufiq, M. S. (2024). Analisis Dampak Penggunaan Media Sosial Terhadap Kesehatan Mental Gen Z ( Studi Kasus Pada Mahasiswa Universitas Sulawesi Barat). Massive: Jurnal Ilmu Komunikasi, 4(2), 1-13. https://doi.org/10.35842/massive.v4i2.156

Satici, S.A,. et al, (2022) Doomscrolling Scale: its Association with Personality Traits,Psychological Distress, Social Media Use, and Wellbeing. 187, 111400. https://doi.org/10.1007/s11482-022-10110-7

Sugiyono. (2020). Metode Penelitian Kuanitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Aflabeta

Tempo.co. (2024, November 25). Peneliti ungkap dampak negatif Doomscrolling pada kesehatan mental. Peneliti Ungkap Dampak Negatif Doomscrolling pada Kesehatan Mental | tempo.co

Triastuti, I.,et al. (2025). Tingkat stres pada Gen Z terhadap pengaruh media sosial. Prosiding Seminar Nasional Manajemen, 4(1), 264–272.

Valerie. (2023, Agustus 14). Doomscrolling: Dampak berita negatif dan media sosial pada kesehatan mental. Arsip Artikel, 9(16).Doomscrolling: Dampak Berita Negatif dan Media Sosial pada Kesehatan Mental

Downloads

Published

2026-01-07