Aplikasi Metode Tahlili, Ijmali, dan Maudhu’i (Tematik)

Authors

  • Indah Sari Dewi Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
  • Muhammad Yahya Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
  • Tasbih Tasbih Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Keywords:

hadis, metode tahlīlī, metode ijmali

Abstract

Hadis Nabi Muhammad SAW menempati posisi strategis sebagai sumber normatif kedua setelah Al-Qur’an, namun proses transmisinya yang bersifat manusiawi meniscayakan penerapan metodologi ilmiah yang ketat agar terjaga keaslian dan ketepatan pemahamannya. Artikel ini bertujuan menganalisis secara sistematis karakteristik serta penerapan metode tahlīlī, ijmālī, dan maudhu‘ī (tematik) dalam kegiatan kritik sanad (naqd al-sanad) dan kritik matan (naqd al-matan), serta menegaskan relasi fungsional ketiganya dalam kajian hadis. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi kepustakaan dengan analisis deskriptif-analitis terhadap literatur klasik dan kontemporer ilmu hadis, khususnya yang berkembang dalam tradisi akademik Islam di Indonesia. Pembahasan menunjukkan bahwa metode tahlīlī berfungsi sebagai fondasi verifikasi ilmiah melalui analisis mendalam sanad dan matan, metode ijmālī berperan dalam penyederhanaan dan transmisi makna normatif hadis secara global, sedangkan metode maudhu‘ī memungkinkan sintesis tematik yang komprehensif dan kontekstual dalam merespons persoalan-persoalan kontemporer. Kesimpulannya, ketiga metode tersebut tidak bersifat dikotomis, melainkan saling melengkapi dalam satu kerangka metodologis integratif yang mampu menghasilkan pemahaman hadis yang sahih secara ilmiah, utuh secara konseptual, dan relevan secara sosial-keagamaan

References

Amrullah, Abdul Malik Karim. Pelajaran Agama Islam. Jakarta: Bulan Bintang, 1995.

Azra, Azyumardi. Islam Indonesia: Kontinuitas dan Perubahan. Jakarta: Prenada Media Group, 2015.

Hidayat, Rahmat. “Metode Ijmali dalam Pemahaman Hadis dan Relevansinya terhadap Pendidikan Islam.” Jurnal Ilmu Hadis 3, no. 2 (2019): 145–160.

‘Iṭr, Nuruddin. Manhaj al-Naqd fi ‘Ulum al-Hadits. Terj. Mujiyo Nurkholis. Bandung: Remaja Rosdakarya, 2012.

Ismail, M. Syuhudi. Metodologi Penelitian Hadis Nabi. Jakarta: Bulan Bintang, 1988.

-------. Hadis Nabi yang Tekstual dan Kontekstual: Telaah Ma‘ani al-Hadits. Jakarta: Bulan Bintang, 1992.

Khon, Abdul Majid. Ulumul Hadis. Jakarta: Amzah, 2012.

-------. Takhrij dan Metode Memahami Hadis. Jakarta: Amzah, 2014.

-------. “Takhrij Hadis dan Signifikansinya dalam Penetapan Hukum Islam.” Al-Bayan: Jurnal Studi Al-Qur’an dan Hadis 4, no. 1 (2012): 23–38.

Al-Munawar, Said Aqil Husin. Pendekatan Studi Islam dalam Teori dan Praktik. Jakarta: Logos, 2003.

-------. Islam dalam Pluralitas Masyarakat Indonesia. Jakarta: Logos, 2005.

Mustaqim, Abdul. Metodologi Penelitian Al-Qur’an dan Hadis. Yogyakarta: Idea Press, 2015.

Al-Shalih, Subhi. Membahas Ilmu-Ilmu Hadis. Terj. Tim Pustaka Firdaus. Jakarta: Pustaka Firdaus, 2007.

Shihab, M. Quraish. Membumikan Al-Qur’an. Bandung: Mizan, 2007.

Suparta, Munzier. Ilmu Hadis. Jakarta: RajaGrafindo Persada, 2016.

-------. “Pendekatan Metodologis dalam Kritik Hadis.” Jurnal Studi Ilmu-Ilmu Hadis 17, no. 1 (2016): 1–18.

Suryadi. “Metode Tematik (Maudhu‘i) dalam Studi Hadis Kontemporer.” Jurnal Ilmu Ushuluddin 6, no. 2 (2008): 145–162.

Ya‘qub, Ali Mustafa. Hadis-Hadis Bermasalah. Jakarta: Pustaka Firdaus, 2003.

-------. Kritik Hadis. Jakarta: Pustaka Firdaus, 2004.

-------. Cara Benar Memahami Hadis. Jakarta: Pustaka Firdaus, 2007.

-------. Imam Bukhari dan Metodologi Kritik dalam Ilmu Hadis. Jakarta: Pustaka Firdaus, 2010.

-------. “Kritik Sanad dan Matan dalam Perspektif Ulama Hadis Indonesia.” Studia Islamika 15, no. 2 (2008): 251–270.

Al-Zuhayli, Wahbah. Ushul al-Fiqh al-Islami. Terj. Abdul Hayyie al-Kattani dkk. Jakarta: Gema Insani, 2011.

Zuhri, Saifuddin. “Pendekatan Maudhu‘i dalam Studi Hadis Kontemporer.” Jurnal Studi Ilmu-Ilmu Hadis 19, no. 2 (2018): 203–220.

Downloads

Published

2026-01-11