Pelestarian Tradisi Atik Tolak Bala Di Nagari Kampung Tanjung Koto Mambang Sungai Durian (KKS) Dalam Perspektif Teori Aksi Kolektif
Keywords:
Pelestarian Tradisi, Atik Tolak Bala, Partisipasi MasyarakatAbstract
Tradisi Atik Tolak Bala merupakan salah satu tradisi masyarakat yang masih dilestarikan oleh masyarakat Nagari Kampung Tanjung Sungai Durian sebagai bentuk upaya menjaga warisan budaya dan keyakinan spiritual. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelestarian tradisi Atik Tolak Bala serta mengkaji makna dan peran tradisi tersebut dalam kehidupan sosial masyarakat. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif, melalui studi literatur, observasi langsung pada pelaksanaan tradisi, serta wawancara secara daring dengan dua orang pemuda sebagai informan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelestarian Tradisi Atik Tolak Bala terlihat melalui partisipasi aktif masyarakat dalam seluruh rangkaian kegiatan, pewarisan nilai budaya dan identitas kolektif, serta keyakinan spiritual yang mendorong keberlanjutan tradisi. Selain itu, dukungan sosial berupa peran tokoh adat, perangkat nagari, serta kontribusi masyarakat dalam bentuk iuran dan kerja sama turut memperkuat keberlangsungan tradisi ini. Tradisi Atik Tolak Bala tidak hanya berfungsi sebagai ritual tolak bala, tetapi juga sebagai sarana penguatan solidaritas sosial dan identitas budaya masyarakat nagari.
References
Benartin, G. P., & Alfian, I. N. (2023). Scoping Review: Tindakan Kolektif dalam Konteks Media Sosial. Departemen Psikologi Sosial, Fakultas Psikologi, Universitas Airlangga.
Damantu, S. E., & Arief, M. (2025). Gerakan Sosial Masyarakat: Aksi Kolektif Masyarakat Desa Lembobelala dalam Menolak Klaim Lahan oleh PT. Perkebunan Nusantara XIV. Reinventing: Jurnal Ilmu Pemerintahan, 3(1), 19–33.
Geertz, C. (1973). The Interpretation of Cultures : : Selected Essays. New York: Basic Books. Hal 1-15
Koentjaraningrat. (2009). Pengantar Ilmu Antropologi. Jakarta: In Jakarta: Rineka Cipta.
Rachmad, Y. E., et al. (2022). Pengantar Antropologi. Purbalingga: CV. Eureka Media Aksara.
Restiyadi, A. (2009). Identitas Budaya, Kreativitas, dan Kajian Arkeologi Publik. Medan: Balai Arkeologi Medan.
Yusuf, Wawancara, dengan Niniak Mamak dari Korong Sikilir, Pada Tanggal 28 Oktober 2017, Pukul 15:00
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Aqilla Tri Septi, Malta Nelisa, Intan Pertiwi, Amelia Putri Hendrina, Lifya Aleandri, Anisa Khairani

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.










