Eco Enzyme: Solusi Limbah Pertanian Ramah Lingkungan Di Jorong Limau Puruik, Nagari Batu Bajanjang

Authors

  • Azmen Kahar Universitas Negeri Padang
  • Muhammad Adzkia Madani Universitas Negeri Padang
  • Putri Arisya Ningsih Universitas Negeri Padang
  • Arista Nidia Putri Universitas Negeri Padang
  • Nisa Ul Anija Universitas Negeri Padang
  • Al Fajar Quata Universitas Negeri Padang

Keywords:

limbah pertanian, eco enzyme, pengabdian masyarakat

Abstract

Limbah pertanian menjadi salah satu tantangan lingkungan yang terus berlangsung di komunitas pertanian pedesaan, termasuk di Jorong Limau Puruik, Nagari Batu Bajanjang, Kecamatan Lembang Jaya, Kabupaten Solok, di mana sebagian besar masyarakat menggantungkan hidupnya dari sektor pertanian. Menyikapi hal ini, kegiatan pengabdian kepada masyarakat memperkenalkan eco enzyme sebagai solusi alternatif yang berkelanjutan dan berbiaya rendah dalam pengelolaan limbah organik pertanian. Eco enzyme merupakan cairan organik hasil fermentasi limbah buah dan sayur dengan tambahan gula dan air. Melalui pelatihan yang bersifat partisipatif, masyarakat dibekali pengetahuan dan keterampilan dalam proses pembuatan serta pemanfaatan eco enzyme untuk mendukung pertanian organik dan kebutuhan rumah tangga. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kesadaran masyarakat, pengurangan volume limbah organik, serta peningkatan kesuburan tanah. Program ini mendukung tujuan Sustainable Development Goals (SDGs) poin 12 tentang Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, sekaligus membuktikan bahwa inovasi sederhana dapat memberikan dampak positif yang signifikan, baik secara lingkungan maupun sosial, di kawasan pertanian

References

Amalia, R., & Fauzi, M. (2021). Ecoenzym cairan serbaguna sebagai alternatif pengolahan sam-pah organik berbasis masyarakat di Desa Padang Cermin Kecamatan Selesai Kabupaten Langkat. Jurnal Dedikasi Sosial, 4(2), 143–151.

Astuti, D. R., & Sari, I. M. (2020). Eco enzyme sebagai cairan pembersih alami: Studi tentang aktivitas antimikroba dan pengaruh terhadap daya simpan buah. Jurnal Penelitian Univer-sitas Trisakti, 22(1), 37–44.

Kementerian PPN/Bappenas. (2020). Laporan SDGs Indonesia: Sustainable Development Goals 2020. Jakarta: Bappenas.

Maharani, T., Rohmawati, D., & Yuliana, R. (2021). Eco enzyme dari limbah kulit mentimun se-bagai pengawet alami buah tomat. Bernas: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 3(2), 245–252.

Mardiana, A., & Syafrudin. (2020). Komunikasi lingkungan dalam pengelolaan limbah rumah tangga berbasis eco enzyme di Kelurahan Kaligandu. Buletin Studi, 25(1), 55–66.

Permana, A. S., & Azizah, N. (2021). Penerapan pertanian organik dalam mendukung ketahanan pangan berkelanjutan di pedesaan. Jurnal Agribisnis dan Pengembangan Wilayah, 10(3), 201–209.

Putra, D. Y., & Lestari, F. (2019). Peran pengabdian masyarakat dalam meningkatkan kapasitas petani melalui teknologi sederhana ramah lingkungan. Jurnal Pemberdayaan: Publikasi Hasil Pengabdian kepada Masyarakat, 3(1), 55–62.

Sajar, A. (2021). Penerapan eco enzyme sebagai solusi pengelolaan sampah rumah tangga di Desa Padang Cermin. Jurnal Pengabdian Masyarakat, 3(1), 89–97.

Sukartono, S., & Sumardjo, S. (2018). Pemanfaatan limbah pertanian sebagai bahan kompos untuk meningkatkan kesuburan tanah. Jurnal Agrotek Tropika, 6(2), 139–145.

Utomo, W. H., & Budianta, D. (2020). Eco enzyme sebagai agen biokonversi limbah organik menjadi produk bernilai guna. Jurnal Teknologi Lingkungan, 21(1), 25–34

Downloads

Published

2026-01-14