Falsafah Tasyri’: Maqāṣid Al-Aḥkām (Tujuan-Tujuan Hukum Islam)
Keywords:
Falsafah Tasyri’, Maqāṣid al-Aḥkām, Hukum IslamAbstract
Falsafah tasyri’ merupakan landasan filosofis dalam memahami hukum Islam tidak hanya sebagai kumpulan norma legal, tetapi sebagai sistem nilai yang berorientasi pada kemaslahatan manusia. Salah satu konsep sentral dalam falsafah tasyri’ adalah maqāṣid al-aḥkām, yaitu tujuan-tujuan yang hendak diwujudkan oleh syariat Islam dalam setiap ketentuan hukumnya. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji hakikat falsafah tasyri’ serta menganalisis konsep maqāṣid al-aḥkām dalam perspektif klasik dan kontemporer. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan kepustakaan (library research), melalui analisis terhadap literatur klasik seperti karya al-Ghazali dan al-Syathibi, serta pemikiran kontemporer seperti Jasser Auda dan Mohammad Hashim Kamali. Hasil kajian menunjukkan bahwa maqāṣid al-aḥkām merupakan ruh dan orientasi utama hukum Islam yang bertujuan menjaga lima kebutuhan dasar manusia, yaitu agama, jiwa, akal, keturunan, dan harta. Dalam konteks modern, pendekatan maqāṣid berperan sebagai paradigma ijtihad yang memungkinkan hukum Islam bersifat adaptif terhadap perubahan sosial, ekonomi, dan teknologi tanpa kehilangan otentisitas wahyunya. Dengan demikian, falsafah tasyri’ dan maqāṣid al-aḥkām memiliki relevansi strategis dalam pembaruan hukum Islam kontemporer, baik dalam bidang hukum keluarga, ekonomi syariah, maupun hukum publik. Pendekatan ini menegaskan bahwa hukum Islam bersifat dinamis, humanistik, dan berorientasi pada keadilan serta kemaslahatan universal.
References
A. Rahman al-Dimasyqi. “Tajdid Fiqhiyy dalam Perspektif Maqasid al-Syariah.” Jurnal Al-Ahkam 15, no. 2 (2020): 112–129.
Ahmad Rofiq. “Falsafah Tasyri’ dan Implikasinya terhadap Hukum Islam.” Jurnal Fikih dan Ushuluddin 6, no. 1 (2019): 40–53.
al-‘Arabiyyah, 1973.
Al-Ghazali, Abu Hamid. Al-Mustasfa min ‘Ilm al-Usul. Beirut: Dar al-Kutub al-‘Ilmiyyah,1993.
Al-Syathibi, Abu Ishaq. Al-Muwāfaqāt fi Usul al-Syari‘ah. Kairo: Dar al-Ma‘arif, 1997.
Al-Zuhayli, Wahbah. Usul al-Fiqh al-Islami. Damaskus: Dar al-Fikr, 1986.
Amin Abdullah. Studi Agama: Normativitas atau Historisitas? Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2000.
Yusuf al-Qaradawi. Madkhal li Dirasat al-Syari‘ah al-Islamiyyah. Kairo: Maktabah Wahbah, 1997.
Duski Ibrahim. “Maqasid al-Syari‘ah dalam Pembentukan Hukum Islam Kontemporer.” Jurnal al-Qanun 20, no. 2 (2017): 197–210.
Fathurrahman Djamil. Filsafat Hukum Islam. Jakarta: Logos Wacana Ilmu, 2002.
Ibn ‘Ashur, Muhammad al-Tahir. Maqasid al-Shari‘ah al-Islamiyyah. Tunisia: Dar al-Salam, 1946.
Ibn Qayyim al-Jawziyyah. I‘lam al-Muwaqqi‘in ‘an Rabb al-‘Alamin. Beirut: Dar al-Kutub
Jasser Auda. Maqasid al-Shari‘ah as Philosophy of Islamic Law: A Systems Approach. London: IIIT, 2008.
Mohammad Hashim Kamali. Principles of Islamic Jurisprudence. Kuala Lumpur: Islamic TextsSociety,2003.
Mohammad Natsir. “Etika dan Filsafat Hukum Islam.” Jurnal Ushuluddin 23, no. 1 (2018): 5570
Zainuddin, Ahmad. “Falsafah Tasyri’ dan Relevansinya terhadap Pembaruan Pemikiran Islam.Jurnal Syariah dan Fiqh 7, no. 1 (2021): 22–38.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Rudi Hartono, Budi Ari Darmawanto, Fatmawati Fatmawati, Ahmad Musyahid

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.










