Memahami Praktik Tafsir Thabathaba’i: Integrasi Akal, Wahyu, Dan Realitas Sosial Dalam Al-Mīzān Fī Tafsīr Al- Qur’ān

Authors

  • Akbar Zailani Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin Banten
  • Alif Zibran Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin Banten
  • Khoiru Rizki Idzni Robbik Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin Banten
  • Andi Rosa Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Keywords:

Thabathaba’i, al-Mīzān, Tafsir Kontemporer

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memahami praktik penafsiran Allamah Sayyid Muhammad Husain Thabathaba’i (1903–1981) dalam karya monumentalnya al-Mīzān fī Tafsīr al- Qur’ān. Sebagai salah satu mufasir paling berpengaruh dalam khazanah tafsir kontemporer, Thabathaba’i menampilkan pendekatan yang memadukan dimensi rasional, filosofis, dan spiritual. Ia menegaskan bahwa Al-Qur’an harus ditafsirkan dengan Al- Qur’an (tafsīr al-Qur’ān bi al-Qur’ān), yakni menjelaskan ayat dengan ayat lain yang memiliki kesesuaian makna dan konteks. Pendekatan ini tidak hanya menekankan keutuhan teks wahyu, tetapi juga membuka ruang bagi penalaran akal dan refleksi filosofis dalam menggali makna-makna terdalam Al-Qur’an. Dalam al-Mīzān, Thabathaba’i menolak pendekatan semata tekstual maupun ideologis, dan berupaya menampilkan pemahaman yang objektif, sistematis, serta kontekstual terhadap pesan wahyu. Melalui sintesis antara akal (‘aql), wahyu (naql), dan realitas sosial (‘ilm al-wāqi‘), Thabathaba’i menghadirkan model tafsir yang relevan bagi pembacaan Al-Qur’an di era modern. Pendekatannya menunjukkan bahwa Al-Qur’an bukan sekadar teks normatif, melainkan pedoman hidup yang selalu berinteraksi dengan dinamika manusia dan masyarakat. Dengan demikian, tafsir Thabathaba’i dapat dipandang sebagai jembatan antara spiritualitas klasik dan rasionalitas modern yang menegaskan peran manusia sebagai subjek aktif dalam memahami wahyu.

References

Abd Hadi. (2019). Metodologi Tafsir Al-Qur’an dari Masa Klasik sampai Masa Kontemporer. Surabaya: UINSA Press. https://repository.uinsa.ac.id/164/1/Abd%20Hadi_Metodologi%20Tafsir% 20Al-Quran.pdf

Abdul Wahid, & Ibrahim, M. (2023). The Characteristics of Tafsir Al-Mizan by Thabathaba’i. Jurnal Ilmiah Al Mu’ashirah, 20(1), 27–40. https://www.researchgate.net/publication/368325026_The_Characteristics_of_Tafsir_Al-Mizan_by_Thabathaba%27iy

Ali, A. (2018). A Brief Review of Classical and Modern Tafsir Trends. Australian Journal of Islamic Studies, 3(2), 39-52. https://www.researchgate.net/publication/360356915_Brief_Review_of_Classical_and_Modern_Tafsir_Trends_and_Role_of_Modern_Tafasir_in_C ontemporary_Islamic_Thought

Faruqi, I. (2020). Integrating Revelation and Rationality: Revisiting Islamic Epistemology. Journal of Islamic Civilization Studies, 7(2), 12–29. https://papers.ssrn.com/sol3/Delivery.cfm/4860009.pdf?abstractid=486000 9

Hadi, A. (2023). Karakteristik dan Model Tafsir Kontemporer. Mashâdiruna,11(1), 1–15. https://journal.uinsgd.ac.id/index.php/mashadiruna/article/download/3404 8/pdf

Mahdavi, R. (2016). Contextual Hermeneutics in Modern Shia Tafsir. Tehran Journal of Religious Studies, 9(1), 77–93. https://jurnal.uinsyahada.ac.id/index.php/multd/article/download/13676/pd f

Natsir, M. (2021). Hermeneutika Qur’ani dan Tantangan Zaman. Bandung: Alfabeta. https://repository.uin-malang.ac.id/19654/1/19654.pdf

Rahman, F. (2025). Transformation of Traditional to Modern Tafsir from the Perspective of Fazlur Rahman’s Hermeneutics. Al Muhafidz: Jurnal Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir, 5(1), 143–160. https://jurnal.stiq- almultazam.ac.id/index.php/muhafidz/article/download/177/104

Rosa, A. (2020). Tafsir Kontemporer: Metode dan Orientasi Modern dari Para Ahli Tafsir. Banten: UIN SMH Banten. https://ilide.info-tafsir-kontemporer- andi-rosa-pdf-pr_a90374e996432523be54da74f7ff0efe.pdf

Thabathaba’i, S. M. H. (2017). al-Mīzān fī Tafsīr al-Qur’ān (Vol. 1). Qum: Islamic Publications. https://traditionalhikma.com/.../Al-Mizan-An-Exegesis-of- the-Quran-vol-1-by-Allamah-at-Tabatabai.pdf

Downloads

Published

2026-01-17