Analisis Gadai Emas (Rahn Emas) Dalam Perspektif Ekonomi Islam
Keywords:
Gadai Emas, Rahn, Ekonomi IslamAbstract
Penelitian ini menganalisis praktik gadai emas (rahn emas) dalam perspektif ekonomi Islam, dengan fokus pada mekanisme operasional, kepatuhan syariah, dan kontribusinya terhadap solusi keuangan umat. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, dengan sumber data primer dari lembaga keuangan syariah serta data sekunder dari literatur, fatwa DSN-MUI, regulasi pemerintah, dan penelitian terdahulu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rahn emas memungkinkan masyarakat memperoleh dana tunai dengan menjaminkan emas tanpa menjual aset dan bebas dari riba, dengan tetap menegakkan prinsip keadilan, transparansi, dan perlindungan bagi pemilik barang. Pelaksanaan rahn emas yang dikombinasikan dengan akad qardh dan ijarah memastikan kepatuhan terhadap syariah, meningkatkan inklusi keuangan, likuiditas, serta sirkulasi dana produktif di masyarakat. Dengan demikian, rahn emas terbukti menjadi instrumen keuangan syariah yang efektif, aman, dan berkelanjutan, sekaligus mendukung stabilitas ekonomi umat.
References
Alexander, O., Fauzi, M., Yani, A., & Siswoyo, S. (2023). Konsep Rahn (Gadai) dalam Islam dan Peraturan Perundang Undangan Indonesia. Hutanasyah: Jurnal Hukum Tata Negara, 2(1), 41–54.
Antonio, M. S. (2001). Bank Syariah: Dari Teori ke Praktik. Jakarta: Gema Insani Press.
Ascarya. (2011). Akad dan Produk Bank Syariah. Jakarta: RajaGrafindo Persada.
Asrofi, I. (2020). Gadai (Rahn) dalam Perspektif Fiqih Muamalah. Al Wathan: Jurnal Ilmu Syariah, 1(2), 46–60.
Awaliah, R. P. (2024). Tinjauan Hukum Islam terhadap Praktik Rahn (Gadai) di Lembaga Keuangan Syariah. Equality: Journal of Islamic Law, 2(1), 49–60.
Barri, A. R. (2025). Gadai Emas pada Lembaga Keuangan Syariah. Al-Kharaj: Journal of Islamic Economic and Business.
Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia. (2002). Fatwa DSN-MUI No. 25/DSN-MUI/III/2002 tentang Rahn.
Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia. (2002). Fatwa DSN-MUI No. 26/DSN-MUI/III/2002 tentang Rahn Emas.
Fauziah, M. N., Desfian, M. A., Rabbany, R. K., & Widiantini, N. (2025). Pemahaman Konseptual Pegadaian Syariah (Rahn) dalam Perspektif Fiqh Lembaga Keuangan Syariah. Gunung Djati Conference Series.
Fawza, R. (2025). Perspektif Hukum Islam Tentang Produk Gadai Emas pada Perbankan Syari’ah. Jurnal Hukum Ekonomi Syariah: AICONOMIA.
Hidayatullah, M. A. (2025). Rahn (Gadai). Salam (Islamic Economics Journal).
Irawan, F. et al. (2025). Kajian Fikih terhadap Praktek Gadai Emas di Pegadaian Syariah Sumbawa Perspektif Hukum Islam. Tasyri’: Journal of Islamic Law
Muhammad. (2014). Manajemen Keuangan Syariah. Yogyakarta: UPP STIM YKPN.
Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 51 Tahun 2011 tentang Perubahan Bentuk Badan Hukum Perusahaan Umum (PERUM) Pegadaian menjadi Perusahaan Perseroan (PERSERO).
Ramadhan, M. F., Febriansyah, M. L., Hermawan, I. A., & Choiriyah, C. (2025). Konsep dan Implementasi Gadai (Rahn) dalam Lembaga Keuangan Syariah: Kajian Fiqh Muamalah dan Regulasi Pegadaian. EKOMAN: Jurnal Ekonomi, Bisnis dan Manajemen, 3(1), 253–266.
Saputra, B., & Anis, M. (2024). Tinjauan Hukum Islam terhadap Akad Rahn pada Pegadaian Syariah di Indonesia. El Iqthisady: Jurnal Hukum Ekonomi Syariah.
Siti Dea Fatimah. (2025). Analysis of the Rahn Agreement as a Solution to Community Financing. Jurnal Ilmiah Ekonomi, Manajemen, Bisnis dan Akuntansi.
UIN Sunan Ampel Surabaya. (2025). Rahn in the Perspective of the Four Schools and Their Implementation in Sharia Pawnshop Institutions in Indonesia. Journal of Islamic Economics Studies and Practices.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 21 Tahun 2008 tentang Perbankan Syariah.
Wulandari, F., & Bari, A. (2025). Implementasi Syari’ah dalam Layanan Gadai Emas (Ar-Rahn) pada BPRS Bhakti Sumekar. Prosiding Pengabdian Ekonomi dan Keuangan Syariah.
Yuliono, D., Sunaryo, H., & Pardiman, P. (2025). Analysis of Rahn Law in an Islamic Economic Perspective. Jurnal Ilmiah Ekonomi Islam.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Bela Nur Maulida, Milah Hanifiyyah

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.










