Ornamen Mandailing Sebagai Sumber Ide Penciptaan Karya Kolase Bahan Pasir

Authors

  • Hapifah Hanum Universitas Negeri Medan
  • Nelson Tarigan Universitas Negeri Medan

Keywords:

Ornamen Mandailing, Kolase Pasir, Pelestarian Budaya

Abstract

Seni ornamen Mandailing merupakan warisan budaya visual yang sarat akan nilai estetika, filosofi, dan makna simbolis yang mencerminkan hubungan harmonis antara manusia, alam, dan kepercayaan spiritual. Namun, seiring pesatnya perkembangan teknologi dan arus globalisasi, eksistensi seni tradisional ini mulai tergeser oleh budaya populer, serta diperparah oleh kurangnya regenerasi pengrajin dan dokumentasi yang memadai. Penelitian penciptaan ini bertujuan untuk mengangkat kembali nilai estetik ornamen Mandailing melalui inovasi media dan teknik, yakni menggunakan kolase berbahan dasar pasir. Metode penciptaan karya melibatkan proses kontemplasi, distorsi, stilasi, dan repetisi bentuk-bentuk alami menjadi motif ornamen yang diterapkan dengan teknik kolase. Penggunaan pasir sebagai media utama dipilih karena keunikannya dalam menghasilkan tekstur kasar dan efek visual timbul yang memperkuat kesan artistik serta dimensi karya. Pendekatan ini mentransformasi ornamen tradisional menjadi karya seni yang lebih kontemporer tanpa menghilangkan esensi budaya aslinya. Hasil dari penciptaan ini menunjukkan bahwa kolase pasir mampu menjadi media alternatif yang adaptif dan menarik bagi generasi muda. Selain berfungsi sebagai sarana pelestarian budaya dan edukasi, karya ini memiliki potensi ekonomi tinggi dalam sektor industri kreatif dan pariwisata, baik sebagai elemen dekorasi interior maupun cenderamata khas daerah. Melalui inovasi ini, diharapkan identitas budaya Mandailing dapat terus lestari, relevan dengan perkembangan zaman, dan memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat lokal.

References

Atmojo, W. T. (2025). Penciptaan batik tulis berbasis ornamen dan rumah adat Batak, Melayu dan Nias. Panggung, 35(1), 60–79.

Bahari, N. (2015). Kritik Seni: Wacana Apresiasi dan Kreasi. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Deaon, A. R. (2021). Jenis-jenis ornamen Nusantara.

Dumanauw, J. F. (1990). Mengenal Kayu. Yogyakarta: Kanisius.

Hendriyana, M. (2019). Metodologi Penelitian Penciptaan Karya. Bandung: CV. Pilar Nusantara.

Indra, Y. S. (2020). Teknik pembelajaran kolase untuk meningkatkan kemampuan motorik halus dan kognitif anak usia dini (Studi di Kelompok B PAUD Bhakti Family Kota Bengkulu). IAIN Bengkulu.

Mandailing Online. (2014). Bolang – Ornamen Tradisional Mandailing (Bagian 2). Diakses 19 Mei 2025, dari https://www.mandailingonline.com/bolang-ornamen-tradisional-mandailing-bagian-2/2014/05/27/

Muslim. (2024). Inovasi model pembelajaran seni lukis berbasis kearifan ekologis untuk meningkatkan kecerdasan visual-spasial dan kualitas karya seni lukis mahasiswa. Jurnal Gorga Seni Rupa.

Nasution, P. (2021). Mandailing dengan Adatnya. Pusaka Mandailing.

Priyatno, A. (2015). Memahami Seni Rupa. Medan: Unimed Press.

Saragi, D. (2017). Jenis Motif & Nilai Filosofis Ornamen Tradisional Sumatra Utara. Yogyakarta: Thafa Media.

Saragi, D. (2018). Pengembangan tekstil berbasis motif dan nilai filosofis ornamen tradisional Sumatra Utara. Panggung, 28(2), 161–174.

Supraba, A., Sjachrun, R. A., & Syukur, A. (2023). Nilai filosofi ornamen lebah bergantung sebagai aspirasi penciptaan seni lukis kaligrafi Islam. Deiktis: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra, 3(3), 145–154.

Susanto, M. (2002). Diksi Rupa: Kumpulan Istilah dan Gerakan Seni Rupa. Yogyakarta: Kanisius.

Wicaksono, A., & Sugiarto, E. (2022). Aktivitas peribadatan sebagai subjek berkarya seni lukis dengan media campuran. Eduarts: Jurnal Pendidikan Seni, 11(1), 1–16.

Wiratno, T. A. (2018). Seni Lukis: Konsep dan Metode. Surabaya: Jakad Publishing.

Yulia Astutik, Y., Widiyanto, D., & Nugrahaeni, C. N. P. D. (2022). Klasifikasi jenis pasir material bangunan menggunakan metode Support Vector Machine (SVM) berdasarkan ekstraksi ciri tekstur dan warna. Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta.

Downloads

Published

2026-04-01