Dinamika Urbanisasi dan Pertumbuhan Permukiman Kumuh di Wilayah Metropolitan Jakarta

Authors

  • Farid Al Hamid UIN Raden Intan Lampung
  • Erlin Kurniati UIN Raden Intan Lampung

Keywords:

urbanisasi, permukiman kumuh, Jakarta

Abstract

Urbanisasi Jakarta berlangsung dalam konteks kota metropolitan yang memiliki daya tarik ekonomi, politik, dan layanan publik paling kuat di Indonesia. Arus perpindahan penduduk ke Jakarta, baik dalam bentuk migrasi permanen maupun komuter harian, berinteraksi dengan keterbatasan lahan, harga tanah yang tinggi, dan ketidakmampuan sebagian rumah tangga berpendapatan rendah untuk mengakses hunian formal. Penelitian ini bertujuan menjelaskan hubungan antara dinamika urbanisasi dan pertumbuhan permukiman kumuh di DKI Jakarta. Metode yang digunakan adalah studi deskriptif-kualitatif berbasis data sekunder, yang menggabungkan statistik kependudukan, laporan pemerintah daerah, kajian akademik, dan literatur tentang urbanisasi serta penataan permukiman kumuh. Hasil kajian memperlihatkan bahwa penduduk DKI Jakarta meningkat dari 8,4 juta jiwa pada tahun 2000 menjadi 10,56 juta jiwa pada tahun 2020, sementara laju pertumbuhan penduduk menurun dari 1,41 persen pada periode 2000-2010 menjadi 0,92 persen pada periode 2010-2020. Pada saat yang sama, Jakarta masih menyisakan ratusan RW kumuh, dengan 445 RW tercatat pada 2017 dan 225 RW pada 2022. Karakteristik permukiman kumuh tampak pada kepadatan bangunan tinggi, jalan lingkungan sempit, drainase buruk, sanitasi terbatas, serta kualitas rumah yang rendah. Temuan ini menegaskan bahwa urbanisasi yang tidak diimbangi perumahan terjangkau dan tata ruang yang efektif akan menghasilkan segregasi spasial dan memperluas kawasan kumuh. Karena itu, kebijakan penanganan perlu diarahkan pada pengendalian pertumbuhan kota, penyediaan rumah layak dan terjangkau, perbaikan infrastruktur dasar, serta pemberdayaan ekonomi warga untuk mencegah reproduksi kumuh baru

References

Alimuddin, R., Rulhendri, Lutfi, M., Chayati, N., & Bintang, I. (2021). Kajian kualitas kawasan permukiman kumuh (Studi kasus: RW 06 Kelurahan Jatipulo, Jakarta Barat). Jurnal Manajemen Aset Infrastruktur & Fasilitas, 5(4), 315–324.

Azqia, M. N., Jalaluddin, M., & Handawati, R. (2025). Karakteristik permukiman kumuh di RW 04, Kelurahan Manggarai, Kecamatan Tebet, Jakarta Selatan. Jurnal Pendidikan Geografi P2WD, 9(2), 177–193.

Badan Pusat Statistik. (2019). Statistik Komuter Jabodetabek.

Badan Pusat Statistik. (2020). Sensus Penduduk 2020.

Badan Pusat Statistik. (2022). Statistik Indonesia.

Badan Pusat Statistik Provinsi DKI Jakarta. (2021). Jumlah penduduk hasil SP2020 Provinsi DKI

Jakarta sebesar 10,56 juta jiwa.

Badan Pusat Statistik Provinsi DKI Jakarta. (2023). DKI Jakarta dalam Angka 2023.

Bappenas. (2021). Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2020–2024.

Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Provinsi DKI Jakarta. (2022). Laporan Penataan Kawasan Kumuh.

Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Provinsi DKI Jakarta. (2025). Informasi penataan RW kumuh di Jakarta.

Firman, T. (2004). Major challenges in urbanization and urban development in Indonesia.

Firman, T. (2010). Urbanization and urban development in Indonesia.

Hall, P. (2014). Cities of Tomorrow: An Intellectual History of Urban Planning and Design in the Twentieth Century.

Katadata. (2021). Penduduk DKI Jakarta 10,56 juta jiwa pada 2020.

Katadata. (2021). 56,7% of Indonesia's population lived in urban areas in 2020.

Kementerian ATR/BPN. (2022). Kebijakan Penataan Ruang Metropolitan Jakarta.

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. (2020). Pedoman Penanganan Permukiman Kumuh Perkotaan.

Kuncoro, M. (2002). Ekonomi Perkotaan: Teori dan Kebijakan.

Lee, E. S. (1966). A Theory of Migration.

Media Indonesia. (2024). Benahi kawasan kumuh Jakarta.

Metro TV News. (2025). 55 dari 445 RW kumuh di Jakarta bakal ditata tahun ini.

Nadzir, Z. A., dkk. (2024). Identifikasi permukiman kumuh dari citra Pleiades dengan metode klasifikasi penginderaan jauh.

Peraturan Daerah Provinsi DKI Jakarta Nomor 14 Tahun 2016 tentang Perumahan dan Kawasan Permukiman.

Rustiadi, E., Saefulhakim, S., & Panuju, D. R. (2011). Perencanaan dan Pengembangan Wilayah.

Soemarwoto, O. (2001). Ekologi, Lingkungan Hidup dan Pembangunan.

Sugiyono. (2017). Metode Penelitian Pendidikan: Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D.

Todaro, M. P., & Smith, S. C. (2015). Economic Development.

UN-Habitat. (2016). World Cities Report.

UN-Habitat. (2020). World Cities Report 2020.

Widayani, P., Irawan, I. Z., Djoni, K., & Fadilah, A. (2018). Identifikasi permukiman kumuh dari citra satelit resolusi tinggi: Studi di Kota Bandar Lampung. Majalah Geografi Indonesia, 32(2), 162–169.

World Bank. (2017). East Asia's Changing Urban Landscape.

World Bank. (2023). Urbanization and Housing in Developing Cities.

Wurm, M., & Taubenböck, H. (2018). Urban ruin? Remote sensing-based identification of squatter settlements and slums in the global megacity Lagos. Remote Sensing, 10(2), 164.

Downloads

Published

2026-04-13