Penerapan Teknologi Bioflok sebagai Solusi Budidaya Ikan dan Kangkung pada Lahan Sempit untuk Mendukung Kemandirian Pangan Keluarga
Keywords:
Bioflok, Ketahanan Pangan, Lahan SempitAbstract
Keterbatasan lahan produktif di wilayah pedesaan menjadi tantangan dalam upaya mewujudkan kemandirian pangan keluarga. Optimalisasi lahan sempit melalui inovasi budidaya terpadu menjadi alternatif strategis yang aplikatif dan berkelanjutan. Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan teknologi bioflok yang diintegrasikan dengan budidaya kangkung sebagai solusi pemanfaatan lahan sempit dalam program Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Slagi, Kecamatan Pakis Aji. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif melalui survei kebutuhan masyarakat, sosialisasi, pelatihan pembuatan kolam bioflok berbahan terpal, praktik budidaya ikan lele dengan sistem padat tebar tinggi, serta pendampingan pengelolaan kualitas air dan integrasi tanaman kangkung sebagai sistem akuaponik sederhana. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mengelola sistem bioflok, kemampuan memproduksi ikan secara efisien dengan penggunaan air minimal, serta pemanfaatan limbah nutrien untuk pertumbuhan kangkung. Program ini juga memberikan dampak terhadap peningkatan akses sumber protein hewani dan sayuran keluarga serta membuka peluang tambahan pendapatan rumah tangga. Penerapan teknologi bioflok terintegrasi tanaman sayuran berpotensi menjadi model pemberdayaan masyarakat berbasis ketahanan pangan yang adaptif terhadap keterbatasan lahan dan sumber daya. Program ini turut mendukung tujuan pembangunan berkelanjutan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 2, SDG 3, SDG 12, dan SDG 14, sehingga berkontribusi pada penguatan ketahanan pangan dan pembangunan berkelanjutan.
References
Ahmad, A. (2019). Model Penyuluhan Partisipatif Terhadap Respon Adopsi Petani Di Kabupaten Sinjai. Agrominansia, 3 (2), 1-13, https://doi.org/10.34003/271965
Avnimelech, Y. (2015). Biofloc technology: A practical guide book (3rd ed.). The World Aquaculture Society.
Ekasari, J., Azhar, M. H., Surawidjaja, E. H., Nuryati, S., De Schryver, P., & Bossier, P. (2014). Immune response and disease resistance of shrimp fed biofloc grown on different carbon sources. Fish & Shellfish Immunology, 41(2), 332–339. https://doi.org/10.1016/j.fsi.2014.09.004
Emerenciano, M., Gaxiola, G., & Cuzon, G. (2017). Biofloc technology (BFT): A review for aquaculture application and animal food industry. Biomass and Bioenergy, 35(4), 137–144. https://doi.org/10.1016/j.biombioe.2011.01.005
Hargreaves, J. A. (2013). Biofloc production systems for aquaculture. Southern Regional Aquaculture Center Publication, 4503, 1–12.
Putra, I., Rusliadi, R., & Tang, U. M. (2020). Growth performance of African catfish (Clarias gariepinus) cultured in biofloc system with different stocking densities. Aquaculture, Aquarium, Conservation & Legislation, 13(4), 1981–1990.
Suryadi, B., & Pratiwi, R. (2021). Pemanfaatan lahan pekarangan untuk mendukung ketahanan pangan rumah tangga di pedesaan. Jurnal Agribisnis Indonesia, 9(2), 120–128. https://doi.org/10.29244/jai.2021.9.2.120-128
Widodo, A., & Wahyuni, S. (2022). Integrated aquaculture–vegetable farming to support household food security in rural areas. IOP Conference Series: Earth and Environmental Science, 1036(1), 012015. https://doi.org/10.1088/1755-1315/1036/1/012015
Yusuf, M. (2018). Optimalisasi pemanfaatan pekarangan dalam mendukung ketahanan pangan rumah tangga. Jurnal Penyuluhan Pertanian, 13(1), 45–52.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Furqon Abdalla, Conny Aprilia Ika Kusumawati, Muhammad Rifky Abhiseka, Jeny Bintang Jelita Febyanto, Diya Ayu Solehah, Yogi Chusni Mubarok, Fatma Salsabila, Rissa Lestara Alsamendi, Zhura Nur Fadhil Hermayani, Meza Sheril Berlian Jati, Gusmira Anisa Putri, Syifa Rahmania Putri

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.










