Asuhan Keperawatan dengan Pemberian Aromaterapi Daun Mint untuk Mengatasi Masalah Bersihan Jalan Nafas Tidak Efektif pada Pasien Tuberkulosis Paru di Rumah Sakit Umum Haji Medan
Keywords:
Asuhan Keperawatan, Pemberian aromaterapi daun mint, Pasien TuberkulosisAbstract
Tuberkulosis masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang dapat menyerang semua kalangan usia dari anak-anak sampai orang dewasa. Pada penderita Tuberkulosis paru dalam hal ini yang menjadi gejala dini dan sering dikeluhkan ialah batuk yang terus-menerus dengan disertai penumpukan sekret di saluran pernafasan bawah, Upaya untuk mengatasi masalah bersihan jalan nafas tidak efektif akibat adanya penumpukan secret yaitu memberikan aroma terapi daun mint dengan cara metode penguapan (inhalasi). Daun mint yang menghasilkan uap menthol untuk proses dihirup (inhalasi), dapat mengurangi sesak nafas. Tujuan studi kasus ini untuk Memberikan penerapan aromaterapi pada pasien tuberkulosis paru untuk mengatasi masalah bersihan jalan nafas tidak efektif di Rumah Sakit Umum Haji Medan secara komprehensif. Metode pengumpulan data dilakukan melalui pengkajian pada pasien, observasi, pemeriksaan fisik dan studi dokumentasi. Asuhan keperawatan di lakukan di Rumah Sakit Umum Haji Medan. Hasil pengkajian pada bapak A dengan tuberkulosis keluhan utama yang didapatkan pada pasien yaitu batuk berdahak dan sesak nafas. Diagnosa keperawatan yang muncul pada pasien tuberkulosis yaitu bersihan jalan nafas tidak efektif, defisit nutrisi dan Hipertermia. Perencanaan asuhan keperawatan yang diberikan pada pasien dengan tuberkulosis dalam mengatasi masalah bersihan jalan napas tidak efektif adalah pemberian aromaterapi daun mint sebagai terapi komplementer. Hasil Evaluasi keperawatan didapatkan adanya pengaruh pemberian aromaterapi daun mint yang terbukti dapat menjadi intervensi komplementer yang membantu mengurangi keluhan sesak napas, meningkatkan kenyamanan pasien, memperbaiki pola pernapasan, dan mendukung keberhasilan asuhan keperawatan pada masalah bersihan jalan napas tidak efektif. Secara keseluruhan, asuhan keperawatan yang diberikan telah sesuai dengan teori dan menunjukkan hasil yang efektif
References
Alie dan Rodiyah, (2023). Pengaruh Batuk Efektif Terhadap Pengeluaran Sputum Pada Pasein Tuberkolosis Di Puskesmas Peterongan Kabupaten Jombang. Jurnal Stinkes. 2 (9).
Anggraeni dan Rahayu. (2018). Gejala Klinis Tuberkolosis Pada Keluarga Penderita Tuberkolosis BTA Positif. HIGEIA 2 (1).
Baliasa, Kaunang., J, Ralph. (2020). Hubungan Pengetahuan, Sikap Dan Tindakan Penderita Tuberkulosis Dengan Hasil Terapi Di Puskesmas Biak Banggai. Journal Of Public Helath And Comunity Medicine.
Gannika. (2016). Tingkat Pengetahuan Keteraturan Berobat dan Sikap Klien Terhadap Terjadinya Penyakit TBC Paru di Ruang Perawatan I dan II RS Islam Faisal Makassar. JHKSK. 1 (1).
Hidayati dan Darni. (2018). Penerapaan Pendidikan Kesehatan Perawatan TB Paru. Jurnal Ilmiah Keperawatan Orthopedi, 2 (2).
Hasdianah. (2017). Buku Penyakit-Penyakit Mematikan. Jakarta : Cv Medika Indah.
Kementerian Kesehatan RI, (2023). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 67 tentang Penanggulangan Tuberkulosis. Jakarta.
Lestari, (2023). Pengetahuan dengan Kepatuhan Minum Obat pada Pasien Tuberkolosis Paru dalam Tinjauan Studi Croos Sectional. Jurnal Fenomena Kesehatan. 2 (10).
Mariyah dan Zulkarnain. (2021). Patofisiologi Penyakit Infeksi Tuberkulosis. Prosiding Biologi , 8 (1).
Manurung. (2023). Buku Gangguan Sistem Pernafasan. Yogyakarta : Numed.
Maulana, dkk (2021). Mengenai pengaruh intervensi teknik batuk efektif dengan pengeluaran sputum pada pasien tuberkolosis. Jurnal Keperawatan. 2 (9).
Muhajir, Kusnan dan Arimaswati, (2021). Hubungan Kepatuhan Minum Obat dan Satus Gizi dengan Kesembuhan Pasien Tuberkolosis Paru di Kecamatan Kotubu Kabupaten Muna. Nursing Update.
PPNI. (2017). Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia : Definisi dan Indokator Diagnostik, Edisi II. Jakarta : DPP PPNI.
PPNI. (2018). Standar Intervensi Keperawatan Indonesia : Definisi dan Tindakan Keperawatan, Edisi 1. Jakarta : DPP PPNI.
PPNI. (2018). Standar Luaran Keperawatan Indonesia : Definisi dan Kriteria Hasil Keperawatan, Edisi 1. Jakarta : DPP PPNI.
Rosidi dan Wulan Sari, (2018). Strategi penatalaksanaan non farmakologi pada gangguan penyakit asma bronkhiale. Jurnal ilmiah keperawatan. 3 (4) : Hal 77.
Sari, Haflin dan Rahmaniyah, (2020). Karakteristik dan Upaya Pencegahan Penularan pada Penderita Tuberkulosis Paru. Jurnal Ilmiah Universitas Batanghari Jambi 20 (2).
Sari, Patria dan Angayni, (2020). Peran Perawat dalam Keberhasilan Strategi Directly Observed Treatment Shortcourse (DOTS) pada Pasien TB Paru. Jurnal Ilmiah STIKes Kendal Volume 10. (2).
Suryani dan Afrizal, (2021). Deteksi Dini Dan Peran Masyarakat Dalam Penaggulangan Tuberkolusis. Jurnal Suprelemen Seri Ilmu Penyakit Menular. IBSN : 978-602-61215-3-0.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Tamara Febriyanti Simanjuntak, Sunarti Sunarti, Amara Salsa Billa Br Barimbing, Anggela Putri, Putri Ayu

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.










