Memutus Rantai Stereotip: Mengapa Kurikulum Berbasis Gender adalah Kunci Masa Depan
Keywords:
kurikulum tersembunyi, gender, sekolahAbstract
Studi ini meneliti bagaimana stereotip gender dilanggengkan di ruang kelas dan bagaimana hal itu memengaruhi perkembangan identitas siswa dan peluang pendidikan di sekolah-sekolah Indonesia. Studi ini, yang menggunakan metodologi kuantitatif berdasarkan analisis literatur ilmiah, menunjukkan bagaimana praktik-praktik umum seperti pembagian tugas, teknik penilaian guru, dan representasi gender dalam buku teks dan interaksi di kelas secara implisit memperkuat norma-norma konvensional tentang maskulinitas dan feminitas. Oleh karena itu, anak laki-laki dan perempuan seringkali dibatasi oleh harapan peran yang sesuai dengan konsepsi masyarakat yang diulang di ruang kelas, bukan oleh keterampilan mereka. Berdasarkan hasil tersebut, studi ini memberikan rekomendasi kebijakan, seperti mengadopsi indikator kesetaraan gender di tingkat lokal, meningkatkan peraturan sekolah anti-stereotip, melanjutkan pelatihan guru, dan memperbarui kurikulum untuk memasukkan sudut pandang gender yang substansial. Dalam hal ini, sekolah diharapkan berkembang menjadi lingkungan yang kritis dan transformatif yang membentuk generasi muda yang adil, berempati, dan tidak terikat oleh norma gender.
References
Agustianti, R., Pandriadi, Nussifera, L., Wahyudi, Angelianawati, L., Meliana, I., Sidik, E. A., Nurlaila, Q., Simarmata, N., Himawan, I. S., Pawan, E., Ikhram, F., Andriani, A. D., Ratnadewi, & Hardika, I. R. (2022). Metode penelitian kuantitatif dan kualitatif. Tohar Media.
Ain, N. Q. (2025). Kesetaraan gender dalam perspektif sosiologi pendidikan: Analisis peran sekolah dalam membangun keadilan sosial. Jurnal Pendidikan Agama Islam, 2(2). https://jurnalal-ikhlas.com/PPAI/article/view/217
Conway, E. M., et al. (2022). Gender‑inclusive education in primary schools in Indonesia: Teachers’ practices and perceptions. Journal of Gender and Education, 5(1), 23–40.
Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah. (2022). Kesetaraan gender dalam pendidikan di Indonesia. Policy brief ACDP, Jakarta.
Erningsih, E., Arifai, A., Ledyawati, L., Firmasari, D., Baroroh, S., & Rifa’i, R. (2025). Sosiologi pendidikan. Yayasan Tri Edukasi Ilmiah. ISBN 978‑6347‑31394‑2.
Evisetiawati, E. (2024). Hubungan stereotip gender dengan presentasi diri siswa di SMA Negeri 1 Muaro Jambi (Skripsi Sarjana, Universitas Jambi). Universitas Jambi.
Fatmawati, F., & Setiawati, D. (2025). Pendidikan kesetaraan gender dalam menghapus pelecehan seksual dan stereotip perempuan di sekolah. Maharsi: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sosiologi, 7(2), 37–52.
Fuadah, S., Atho, M. H. A., & Rofiq, M. (2026). Teori konstruksi sosial. Jurnal Psikososial dan Pendidikan, 2(1), 789–795.
Haryati, S. (2023). Kurikulum berbasis gender: Membangun identitas gender yang adil di sekolah menengah. Tadris: Jurnal Keguruan dan Ilmu Tarbiyah, 16(1), 22–40.
Khaerunnisa, A., Suendarti, M., & Nurcahyawati, E. (2025). Pengaruh persepsi atas kurikulum tersembunyi dan motivasi belajar terhadap prestasi belajar sosiologi. Herodotus: Jurnal Pendidikan IPS, 8(3), 411–420.
Khotimah, K. (2022). Urgensi kurikulum gender dalam pendidikan. Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, 10(3), 1–15.
Khotimah, K. (2025). Isu gender dalam kurikulum pendidikan serta tantangan dan solusi. At-Ta’lim: Jurnal Kajian Pendidikan Agama Islam, 7(1), 51–61.
Muhammad, A. R., Aprilia, B. S., & Fatima, M. (2025). Pentingnya pendidikan gender dan pencegahan KDRT di sekolah. Jurnal Ilmiah Literasi Indonesia, 1(2), 203–210.
Nurjannah, N. (2022). Gender perspektif teori feminisme, teori konflik, dan teori sosiologi. AL-WARDAH: Jurnal Kajian Perempuan, Gender dan Agama, 16(1), 71–82.
Pusat Studi Perempuan dan Kebijakan (PSPK). (2023). Sekolah ramah perempuan: Mewujudkan sekolah yang inklusif dan bebas diskriminasi.
Ramadhani, A. N., & Ma’ruf, A. (2025). Hubungan sosialisasi gender di lingkungan teman sebaya dengan persepsi gender siswa sekolah dasar. Jurnal Neo Societal, 10(4), 240–261.
Sunarsih, S. (2025). Studi fenomenologis tentang nilai keadilan dan bias gender di sekolah dasar di Indonesia. Journal of Basic Education Research, 13(1), 1–15.
Sunarsih, S. (2025). Studi fenomenologis tentang nilai keadilan dan bias gender di sekolah dasar di Indonesia. Journal of Basic Education Research, 13(1), 1–15.
Syarif, A. (2024). Konsep dan implementasi kesetaraan gender di MTs Ali Imron Medan. Jurnal Pendidikan, Teori dan Aplikasi Modern, 10(1), 1–15.
Thamrin, H., Desky, A. F., Ramadhany, A. N. C., Ras, A., Damanik, F. H. S., Sukmana, O., Abdullah, Z., & Sumilih, D. A. (2025). Sosiologi pendidikan: Teori, penerapan, dan tantangan kontemporer. Yogyakarta: Star Digital Publishing. ISBN 978‑634‑7265‑24‑1.
Wahyudi, F. D., Damanik, F. H. S., Nur, R. J., Pujiriyani, D. W., Abdulhadi, D., Sawitri, I., Sabariman, H., Daulay, H., Kusumastuti, S. Y., Indah, P. D. P., Suyyinah, & Baihaky, R. (2026). Sosiologi gender: Teori, dinamika, dan isu kontemporer. Star Digital Publishing.
Warsah, M., Maryani, S., & Sulisworo, D. (2022). Hidden curriculum dalam pengalaman belajar siswa di sekolah. Edukatif: Jurnal Ilmu Pendidikan, 6(4), 1–15.
Wijayanto, S., Purwandari, S., & Widanarti, N. I. (2025). Membongkar kurikulum tersembunyi: Studi fenomenologis tentang nilai keadilan dan bias gender di sekolah dasar. Borobudur Educational Review, 5(2), 182–192.
Wijayanto, S., Purwandari, S., & Widanarti, N. I. (2025). Studi fenomenologis tentang nilai keadilan dan bias gender di sekolah dasar. Borobudur Educational Review, 5(2), 182–192.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Putri Napitupulu, Harmona Daulay

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.










