Keterbatasan Layanan Perdesaan dalam Melindungi Perempuan: Studi Awal di Wilayah Desa
Keywords:
perlindungan perempuan, layanan perdesaan, perempuan desaAbstract
Perlindungan perempuan di wilayah perdesaan masih menjadi tantangan karena berbagai layanan yang tersedia belum sepenuhnya mampu menjawab kebutuhan perempuan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penyebab layanan perdesaan belum mampu memberikan perlindungan maksimal bagi perempuan serta mengidentifikasi bentuk-bentuk keterbatasan layanan yang dialami perempuan di desa. Penelitian menggunakan metode studi literatur dengan pendekatan kualitatif melalui penelaahan berbagai jurnal ilmiah, buku, laporan pemerintah, dan publikasi relevan yang terbit pada periode 2020–2025. Data dianalisis menggunakan teknik analisis isi untuk mengidentifikasi pola temuan yang berkaitan dengan perlindungan perempuan dan layanan perdesaan. Hasil kajian menunjukkan bahwa belum optimalnya perlindungan perempuan dipengaruhi oleh rendahnya kapasitas aparatur desa, keterbatasan sumber daya, lemahnya koordinasi antar lembaga, serta masih kuatnya budaya patriarki dalam kehidupan masyarakat desa. Selain itu, perempuan di wilayah perdesaan masih mengalami berbagai keterbatasan layanan, seperti terbatasnya akses terhadap layanan kesehatan dan kesejahteraan, kurangnya pendampingan dan perlindungan hukum, rendahnya partisipasi dalam pembangunan desa, serta minimnya akses informasi mengenai layanan yang tersedia. Temuan ini menunjukkan bahwa peningkatan kualitas layanan perdesaan dan penguatan perspektif gender dalam pembangunan desa diperlukan untuk menciptakan sistem perlindungan yang lebih efektif, inklusif, dan mampu menjawab kebutuhan perempuan secara berkelanjutan.
References
Anak, K. P. P. dan P., & PPPA), (Kemen. (2022). Perempuan Indonesia. 8(1), 1–296.
Adlini, M. N., Dinda, A. H., Yulinda, S., Chotimah, O., & Merliyana, S. J. (2022). Metode penelitian kualitatif studi pustaka. Edumaspul: Jurnal Pendidikan, 6(1), 974–980. https://doi.org/10.33487/edumaspul.v6i1.3394
Hansson, S. O. (2022). John Stuart Mill and the Conflicts of Equality. Journal of Ethics, 26(3), 433–453. https://doi.org/10.1007/s10892-022-09393-7
Hasanah, U. (2023). Akses Perempuan di Bidang Pendidikan. In Perempuan, Masyarakat, dan Budaya Patriarki (Vol. 8).
Hayudya, W., Fathurrozak, M., & Rif, D. (2024). Assistance to Wonopringgo Village Towards a Women- Friendly and Child-Caring Village. 1(1), 58–61.
Iqbal, M. F., Harianto, S., & Handoyo, P. (2023). Transformasi Peran Perempuan Desa dalam Belenggu Budaya Patriaki. Jurnal ISIP: Jurnal Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik, 20(1), 95–108. https://doi.org/10.36451/jisip.v20i1.13
Nathasya, H. (2024). No TitleΕΛΕΝΗ. Edu Research Indonesian Institute For Corporate Learning And Studies (IICLS), 5(1), 70–80.
Pasciana, R., Juliasih, L., Iriany, I. S., Karmila, M., & Febrina, R. I. (2024). Transformasi Sosial melalui Pemberdayaan Perempuan dan Anak : Studi Kasus Membangun Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak. Az-Zahra: Journal of Gender and Family Studies, 8585(5), 1. https://doi.org/10.15575/azzahra.v5i1.38557
Paula, D. De, & Costa, C. (2020). O pensamento liberal utilitarista de John Stuart Mill e o florescimento do feminismo. 2, 147–158.
Politik, D., Purbalingga, A. D., & Desa, P. (n.d.). 1 , 2 , 3.
Putra, I. P. A. P. (2025). Pembangunan Desa berbasis Gender: Analisis Model Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak (DRPPA) sebagai Instrumen Pembangunan Berkeadilan di Kota Denpasar. Jurnal Good Governance, 189–202. https://doi.org/10.32834/gg.v21i2.945
Rahmawati. (2020). 22-Article Text-43-1-10-20200411. 2(6).
Snyder, H. (2019). Literature review as a research methodology: An overview and guidelines. Journal of Business Research, 104(July), 333–339. https://doi.org/10.1016/j.jbusres.2019.07.039
Wijaya, I. M. A., Noersyahbani, P., & Zerrer, N. (2025). Perubahan Pola Interaksi Sosial Masyarakat Perdesaan akibat Digitalisasi Layanan Publik. 2(3), 89–96.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Sahru Azkiya Putra, Harmona Daulay

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.










