Penguatan Nilai Tambah Ekonomi Sektor Unggulan untuk Meningkatkan Kemandirian Fiskal Daerah di Kabupaten Kepulauan Selayar

Authors

  • Jalil Setiawan Jamal Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah Kabupaten Kepulauan Selayar

Keywords:

Pendapatan Asli Daerah, Hilirisasi, Nilai Tambah Ekonomi

Abstract

Kabupaten Kepulauan Selayar memiliki potensi besar pada sektor perikanan, pertanian, dan pariwisata, namun kontribusinya terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) masih relatif rendah. Kondisi ini menunjukkan adanya kesenjangan antara potensi ekonomi daerah dan kapasitas fiskal yang dimiliki pemerintah daerah. Makalah kebijakan ini bertujuan menganalisis faktor penyebab rendahnya kontribusi sektor unggulan terhadap PAD serta merumuskan rekomendasi kebijakan yang dapat diterapkan. Analisis dilakukan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif melalui studi kepustakaan, dengan metode USG untuk menentukan masalah prioritas dan pendekatan Bardach untuk mengevaluasi alternatif kebijakan. Hasil analisis menunjukkan bahwa rendahnya nilai tambah ekonomi merupakan faktor utama yang menyebabkan potensi sektor unggulan belum terkonversi secara optimal menjadi sumber PAD. Oleh karena itu, kebijakan hilirisasi sektor unggulan melalui pengembangan industri pengolahan, penguatan rantai nilai, peningkatan investasi, dan pemberdayaan UMKM perlu menjadi prioritas dalam upaya meningkatkan kapasitas fiskal daerah. Kebijakan tersebut diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus memperkuat kemandirian fiskal Kabupaten Kepulauan Selayar.

References

Aldhila, A., Herawati, A. R., & Kismartini. (2021). Alternatif Kebijakan Dalam Mengatasi Perilaku Digital di Indonesia. Journal of Governance and Policy Innovation (JGPI), 1(2), 98–110.

Arifin, L. A., & Solihin, D. (2025). Hilirisasi Pangan Guna Mewujudkan Ketahanan Ekonomi. Jurnal Pendidikan Ekonomi Akuntansi Kewirausahaan, 5(2), 19–27. https://ojs.unpkediri.ac.id/index.php/jpeaku

Badan Perencanaan Pembangunan Nasional. (2025). Ringkasan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional Tahun 2025–2029.

Bapperida Kepulauan Selayar. (2025). Peraturan Daerah Kabupaten Kepulauan Selayar Nomor 2 Tahun 2025 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Tahun 2025 - 2029.

Dahlia, Nurhidayah, Rahmah, M. H., Adilah, Cristi, N. K. V., & Chasana. (2022). Upaya Peningkatan Nilai Ekonomi Melalui Diversifikasi Produk Sajak Sebagai Alternatif Minuman Kesehatan di Masa Pandemi Covid-19. Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 5(1), 87–94. https://doi.org/10.24198/kumawula.v5i1.35973

Dewantara, H., Bado, B., Hasbiah, S., Hasdiansa, I. W., & Kemalasari, A. A. (2024). Enhancing Added Value of Village Agriculture Sector through Strengthening the Capacity of BUMDes Based on Digital Economy. Jurnal Sipakatau, 2(1), 269–279. https://doi.org/10.61220/sipakatau

Jamal, J. S. (2025). Policy Paper: Kebijakan Pengembangan Pulau-Pulau Kecil Di Kabupaten Kepulauan Selayar Pasca Terbitnya Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah. JICN: Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara, 2(6), 11028–11041. https://jicnusantara.com/index.php/jicn

Jamal, J. S. (2026). Policy Paper: Kebijakan Pemulihan Ekonomi Kabupaten Kepulauan Selayar Pasca Pandemi Covid-19. Responsive: Jurnal Pemikiran Dan Penelitian Bidang Administrasi, Sosial, Humaniora Dan Kebijakan Publik, 9(1), 199–213.

Maeyangsari, D. (2023). Ekonomi Biru sebagai Upaya Pembangunan Berkelanjutan dan Pemenuhan Hak Asasi Manusia. Perspektif Hukum, 23(1), 106–126. https://doi.org/10.30649/ph.v23i1.172

Nur, M., Katman, M. N., Sudirman, & Bahruddin. (2021). Potensi Pertumbuhan Ekonomi Dan Sektor Unggulan Dalam Perekonomian Kota Parepare. Jurnal Ilmiah Akuntansi Peradaban, 8(2), 157–173.

Pertiwi, H., Yenni, M. I., & Rusmini, A. (2026). Desentralisasi Fiskal sebagai Instrumen Otonomi Daerah di Indonesia: Systematic Literature Review. RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business, 4(4), 10365–10371. https://doi.org/10.31004/riggs.v4i4.5009

Rosaida, L., Wijayantini, B., & Sari, M. I. (2025). Analisis Rantai Nilai (Value Chain) Sebagai Upaya Untuk Meningkatkan Keunggulan Kompetitif (Studi Kasus Pada UMKM Kripik Tempe Pecah 1000 di Desa Kaliboto Lor, Lumajang). Jurnal Ekonomi, Manajemen, Akuntansi Dan Keuangan, 6(3), 1–15. https://doi.org/10.53697/emak.v6i3.2693

Rumokoy, E. H., Engka, D. S. M., & Walewangko, E. N. (2022). Pengaruh Sektor Basis dan Non-Basis terhadap PDRB Per Kapita di Kabupaten Minahasa. Jurnal Berkala Ilmiah Efisiensi, 22(4), 62–76.

Sabyan, M., Herlin, F., Ekonomi, P., Universitas, P., & Jambi, M. (2025). Peran Investasi Sektor Pertanian dan Industri Pengolahan Terhadap Penyerapan Tenaga Kerja di Masa Ketidakpastian Ekonomi Global di Indonesia. Jurnal Dinamika Manajemen, 13(4), 183–192.

Supriadi, D., Nugraha, E. H., Widayaka, R., & Rena. (2021). Analisis Nilai Tambah (Value Added) Usaha Pemasaran Dan Pengolahan Hasil Perikanan di Kota Cirebon. JURNAL INVESTASI, 7(2), 1–12.

Wahyudi, T., Nawawi, M., & Pohan, E. S. (2023). Desentralisasi Fiskal dan Efisiensi Anggaran: Tinjauan Sistematis. Jurnal Dinamika Ekonomi Rakyat, 2(2), 32–49. https://doi.org/10.24246/dekat.v2i2.15509

Yurianto, Y. (2019). Analisis Strategi Pemberdayaan Ekonomi Dengan Pendekatan USG Dan SWOT. Al-Urban: Jurnal Ekonomi Syariah Dan Filantropi Islam, 3(2), 203–226. https://doi.org/10.22236/alurban_vol3/is2pp203-226

Yusnawati, L., Zeki, M., Nadya, Y., Handayani, N., Sabardi, W., & Dewiyana. (2022). Rancangan Model Value Chain untuk Meningkatkan Nilai Tambah Pada Umkm Kerupuk Mangrove di Kota Langsa. Jurnal ARTI : Aplikasi Rancangan Teknik Industri, 17(1), 33–41.

Downloads

Published

2026-06-12