Kepercayaan Mistis dan Pola Pikir Masyarakat dalam Memilih Metode Pengobatan

Authors

  • Dede Aprian Universitas Sains Cut Nyak Dhien Langsa
  • Ajmain Ajmain Universitas Sains Cut Nyak Dhien Langsa
  • Junaidi Junaidi Universitas Sains Cut Nyak Dhien Langsa

Keywords:

Kepercayaan Mistis, Pola Pikir, Metode Pengobatan

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih kuatnya kepercayaan masyarakat terhadap hal-hal mistis dalam memahami penyakit di lingkungan sosial budaya setempat. Kepercayaan mistis dalam konteks ini diartikan sebagai keyakinan masyarakat terhadap adanya kekuatan gaib atau supranatural yang diyakini dapat menjadi penyebab maupun penyembuh suatu penyakit, sehingga mempengaruhi pola pikir dan perilaku dalam memilih metode pengobatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kepercayaan mistis dan pola pikir masyarakat dalam memilih metode pengobatan. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Partisipan dalam penelitian ini berjumlah 2 orang sebagai partisipan utama dan 1 orang sebagai informan tambahan yang berperan sebagai triangulasi data, dengan teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, dengan peneliti sebagai instrumen utama. Analisis data dilakukan secara induktif melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepercayaan terhadap penyakit non-medis masih berkembang dalam masyarakat dan dipengaruhi oleh faktor keluarga, pengalaman pribadi, serta lingkungan sosial budaya, sehingga membentuk pola pikir masyarakat yang menggabungkan konsep medis dan non-medis. Dalam memilih metode pengobatan, masyarakat cenderung mengombinasikan pengobatan medis dan non-medis sesuai dengan kondisi yang dialami. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa kepercayaan mistis memiliki peran penting dalam membentuk pola pikir serta keputusan masyarakat dalam memilih pengobatan, sehingga tenaga kesehatan perlu memberikan pendekatan yang komunikatif dan sensitif terhadap nilai-nilai budaya agar pelayanan kesehatan dapat diterima dengan baik oleh masyarakat.

References

Alhumami, M. (2019). Kepercayaan Mistis dalam Masyarakat Pedesaan.Yogyakarta: LKiS.

Anand Krishna. (2015). Kearifan Mistisme: Panduan untuk Menyelaraskan Diri dengan Semesta dan Menyerap Suara yang Maha Ada. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Bukan, M., Limbu, R., & Ndoen, E. (2020). Kepercayaan mistis dalam pilihan pengobatan masyarakat. Jurnal Antropologi Indonesia, 41(2), 112–123.

Firdaus, T., Suardi, S., & Abdul, N. (2020). Pengobatan supranatural dalam konteks sosial budaya. Jurnal Keperawatan Komunitas, 6(2), 89–98.

Kamal. (2016). Mistisisme dalam perspektif filsafat. Jurnal Ilmu Filsafat, 28(1), 33–42.

Koentjaraningrat. (2009). Pengantar Ilmu Antropologi. Jakarta: Rineka Cipta.

Krishna, A. (2015). Spiritualitas Mistik dan Kesadaran Jiwa. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Notoatmodjo, S. (2010). Ilmu Perilaku Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta.

Nurgiansah, Y. (2020). Konsep mistisisme dalam konteks Indonesia. Jurnal Filsafat dan Agama, 14(2), 77–88.

Rachman, D., Aulia, F., & Latif, H. (2021). Budaya dan kepercayaan di Indonesia. Jurnal Budaya Nusantara, 3(1), 1–10.

Rahayu, L. (2023). Dampak kepercayaan mistis terhadap kesehatan masyarakat. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 12(1), 55–63.

Sari, N. A., & Yulia, E. (2022). Faith healing sebagai metode penyembuhan spiritual. The Professional Medical Journal, 29(5), 1–5.

Sari, R. (2020). Pengaruh kepercayaan mistis dalam pemilihan pengobatan tradisional. Jurnal Antropologi Kesehatan, 8(2), 140–150.

Yuliani, N., & Andriani, A. (2021). Faktor ekonomi dan sosial dalam pemilihan metode pengobatan. Jurnal Ekonomi dan Sosial, 7(1), 45–52.

Zaenal Muttaqin. (2020). Mistisisme dalam tradisi keagamaan. Jurnal Studi Islam, 18(1), 22–34

Downloads

Published

2026-06-16