Status Hukum Perdata Anak yang Lahir dari Rekayasa Genetika (Surrogate Mother) di Indonesia

Authors

  • Simson Abraham keo Unversitas Pamulang
  • jihan khairunnissa Universitas Pamulang

Keywords:

Status Hukum Anak, Surrogate Mother, Rekayasa Genetika

Abstract

Perkembangan teknologi reproduksi berbantu, khususnya praktik ibu pengganti (surrogate mother), menimbulkan permasalahan hukum yang kompleks, terutama menyangkut status hukum perdata anak yang dilahirkan. Indonesia belum memiliki regulasi khusus yang mengatur praktik ini secara komprehensif. Penelitian ini bertujuan menganalisis status hukum perdata anak yang lahir dari rekayasa genetika melalui surrogate mother, mencakup kedudukan nasab, hak waris, dan akta kelahiran berdasarkan hukum positif Indonesia. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan konseptual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hukum Indonesia belum memberikan kepastian hukum bagi anak yang lahir melalui surrogate mother. Berdasarkan KUH Perdata, anak tersebut secara yuridis dianggap sebagai anak dari ibu yang melahirkan. Ketiadaan regulasi khusus mengakibatkan kekosongan hukum yang berpotensi merugikan hak-hak dasar anak. Diperlukan pembaruan hukum berupa peraturan perundang-undangan yang secara eksplisit mengatur status hukum anak surrogate mother guna memberikan kepastian dan perlindungan hukum

References

Chomzah, Ali Achmad. Hukum Pertanahan. Jakarta: Prestasi Pustaka, 2002.

Djubaedah, Neng. Perzinaan Dalam Peraturan Perundang-Undangan di Indonesia Ditinjau dari Hukum Islam. Jakarta: Kencana, 2010.

Hadikusuma, Hilman. Hukum Waris Indonesia Menurut Perundangan, Hukum Adat, Hukum Agama Hindu, Islam. Bandung: Citra Aditya Bakti, 2003.

Isnaeni, Moch. Hukum Perkawinan Indonesia. Bandung: Refika Aditama, 2016. Meliala, Djaja S. Pengangkatan Anak (Adopsi) di Indonesia. Bandung: Tarsito, 1982. Mulyadi. Hukum Kewarisan Islam di Indonesia. Jakarta: Bina Aksara, 1994.

Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (Burgerlijk Wetboek).

Mahkamah Agung Republik Indonesia. Putusan Nomor 163 K/Pdt/1998, tanggal 12 Oktober 1999.

Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia. Putusan Nomor 46/PUU-VIII/2010 tentang Pengujian Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan.

Majelis Ulama Indonesia. Fatwa MUI Nomor 11 Tahun 1979 tentang Bayi Tabung.

Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 43 Tahun 2015 tentang Penyelenggaraan Pelayanan Reproduksi Dengan Bantuan atau Kehamilan di Luar Cara Alamiah.

Peraturan Presiden Nomor 25 Tahun 2008 tentang Persyaratan dan Tata Cara Pendaftaran Penduduk dan Pencatatan Sipil.

Prajogo, R. Soesilo. Kamus Hukum Internasional & Indonesia. Jakarta: Wipress, 2007. Salim HS. Bayi Tabung Tinjauan Aspek Hukum. Jakarta: Sinar Grafika, 1993.

Prawirohamidjojo, R. Soetojo. Hukum Orang dan Keluarga. Surabaya: Airlangga University Press, 1986.

Prodjodikoro, Wirjono. Hukum Perdata tentang Persetujuan-Persetujuan Tertentu. Bandung: Sumur, 1981.

Sasongko, Wahyu. Ketentuan-Ketentuan Pokok Hukum Perlindungan Konsumen. Bandar Lampung: Universitas Lampung, 2007.

Satrio, J. Hukum Waris. Bandung: Alumni, 1992.

Susanto, Happy. Pembagian Harta Gono-Gini Setelah Terjadi Perceraian. Jakarta: Visimedia, 2008.

Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1974 Nomor 1, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3019).

Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2019 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan.

Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2002 Nomor 109).

Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2006 tentang Administrasi Kependudukan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2006 Nomor 124).

Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 144).

Wahyuni, Sri. "Status Hukum Anak yang Lahir dari Perjanjian Sewa Rahim." Jurnal Hukum dan Pembangunan, Vol. 44 No. 3, 2014.

Downloads

Published

2026-07-02