Perspektif Hukum Islam terhadap Anak Luar Nikah Menjadi Wali Nikah untuk Saudarinya

Authors

  • Lutfia Arif Universitas Muhammadiyah Makassar
  • Mukhlish Bakri Universitas Muhammadiyah Makassar
  • St. Risnawati Basri Universitas Muhammadiyah Makassar

Keywords:

Anak Luar Nikah, Wali Nikah, Hukum Islam

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh permasalahan mengenai kedudukan anak luar nikah dalam hukum Islam, khususnya terkait kewenangannya sebagai wali nikah bagi saudarinya. Isu ini menimbulkan perbedaan pandangan di masyarakat dan praktisi hukum, terutama setelah Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 46/PUU-VIII/2010 yang membuka kemungkinan hubungan perdata antara anak luar nikah dengan ayah biologisnya. Penelitian ini bertujuan mengetahui: (1) perspektif hukum Islam terhadap hubungan nasab anak luar nikah dengan saudarinya; dan (2) perspektif hukum Islam terhadap kebolehan anak luar nikah menjadi wali nikah bagi saudarinya. Secara teoritis, penelitian ini diharapkan memperkaya khazanah hukum keluarga Islam, serta secara praktis menjadi rujukan bagi masyarakat dan lembaga keagamaan dalam menyelesaikan persoalan perwalian nikah. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan kepustakaan (library research). Data primer berasal dari kitab-kitab fikih klasik, yaitu Al-Fiqh 'ala al-Madzahib al-Arba'ah, Fiqh Sunnah, Al-Mabsut, Al-Mughni, Shahih al-Bukhari, dan Sunan Ibnu Majah. Data sekunder meliputi kitab tafsir, syarah hadis, peraturan perundang-undangan, dan jurnal ilmiah yang relevan. Data dikumpulkan melalui studi dokumentasi dan dianalisis secara deskriptif-analitis dengan membandingkan pandangan empat mazhab fikih serta ketentuan hukum positif Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak luar nikah hanya memiliki hubungan nasab dengan ibunya sehingga hubungannya dengan saudarinya diakui sebagai saudara seibu, bukan saudara sekandung, dan ketentuan tersebut tidak berubah oleh Putusan MK Nomor 46/PUU-VIII/2012. Selain itu, anak luar nikah tidak sah menjadi wali nikah bagi saudarinya karena tidak memenuhi syarat nasab. Apabila tidak terdapat wali nasab yang memenuhi syarat, perwalian beralih kepada wali hakim melalui Kantor Urusan Agama (KUA).

References

Al-Bukhari, M. bin I. (1993). Shahih al-Bukhari. Dar Ibnu Katsir.

Al-Jaziri, A. (n.d.). Kitab al-fiqh 'ala al-madzahib al-arba'ah (Juz 4). Dar Al-Kutub Al-Alamiyah.

Al-La't al-Maghribi, al-H. I. M. I. S. (2007). Al-badr al-tamam sharh bulugh al-maram (Juz 7). Dar Hajr.

Al-Mawardi, A. al-H. (n.d.). Al-hawi al-kabir (Jilid 8). Dar al-Kutub al-'Ilmiyah.

Al-Rofi'i, A. K. (n.d.). Al-aziz syarh al-wajiz (Jilid 6).

Al-Sarakhsi, S. (n.d.). Al-mabsut (Juz 17). Dar al-Ma'rifah.

Al-Syalahi, K. bin D. (n.d.). At-tibyan fi takhrij wa tabwib ahadith bulugh al-maram (Juz 9). https://shamela.ws/book/32528/4230#p2

Al-Zuhaili, W. (n.d.). Al-fiqh al-islami wa adillatuh (Juz 7). Darul Fikr.

An-Nawawi, I. (n.d.). Al-majmu' syarh al-muhadzdzab (Juz 17). Dar al-Fikr.

Awang, I. (2009). Penyelidikan ilmiah amalan dalam pengkajian Islam. Kamil & Syakir Sdn. Bhd.

Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa. (2023). Kamus besar bahasa Indonesia (Versi 1.0.0). Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.

Departemen Agama Republik Indonesia. (2001). Kompilasi hukum Islam di Indonesia. Direktorat Pembinaan Peradilan Agama Islam.

Dunggio, A. H., Suleman, Z., & Sumanto, D. (2021). Status hukum anak di luar nikah dalam perspektif fikih Islam dan hukum positif Indonesia. As-Syams: Jurnal Hukum Islam, 2(1), 12–21. https://ejournal.iaingorontalo.ac.id/index.php/AS-SYAMS/article/view/193

Fatwa Majelis Ulama Indonesia Nomor 11 Tahun 2012 tentang Kedudukan Anak Hasil Zina dan Perlakuan Terhadapnya. (2012, 10 Maret). https://fatwamui.com/storage/90/No.-11-Kedudukan-Anak-Hasil-Zina-dan-Perlakuan-Terhadapnya-final.pdf

Hanifah, M., & Habibi, A. (2023). Perwalian anak perempuan hasil zina dalam pernikahan (studi perbandingan antara mazhab Hanafi dan peraturan perundangan di Indonesia). Al-Usariyah: Jurnal Hukum Keluarga Islam, 1(3), 69–78. https://doi.org/10.37397/al-usariyah.v1i3.423

Hasan, D. (1998). Hukum keluarga. Armico.

Hasan, M. A. (1997). Azas-azas hukum Islam: Pengantar ilmu hukum dan tata hukum Islam di Indonesia. Rajawali Press.

Husaini, F. (2020). Metode penelitian kuantitatif dan kualitatif. Anak Hebat Indonesia.

Hunawa, D., & Djafri, N. (n.d.). Hukum nasab anak diluar nikah (hlm. 1–8).

Ibn Qudamah. (1968–1969). Al-mughni (Cet. 1, Juz 6). Maktabah al-Qahirah.

Ibnu Rusyd. (n.d.). Bidayatul mujtahid wa nihayatul muqtashid (Juz 2). Pustaka Azzam.

Kasiram, M. (2010). Metodologi penelitian kuantitatif-kualitatif. UIN Maliki Press.

Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia. (2012, 17 Februari). Ikhtisar putusan Nomor 46/PUU-VIII/2010 tentang kedudukan anak di luar kawin. https://www.mkri.id/public/content/persidangan/sinopsis/ikhtisar_561_1440_Ikhtisar%2046-PUU-VIII-2010_Zaka%20(4).pdf

Malik bin Anas. (n.d.). Al-Muwatta' Malik, kitab al-qada' (peradilan), bab ihalat al-nasab ila al-ab (hadis no. 1224). Dar al-Ma'rifah.

Muzakka, I. G., & Fida, I. A. (2023). Kedudukan wali dalam pernikahan: Studi komparasi empat mazhab. Usrah: Jurnal Hukum Keluarga, 4(1), 45–49. https://doi.org/10.46773/usrah.v4i1.663

Nazir, M. (1998). Metode penelitian (Cet. III). Ghalia Indonesia.

Nurhadi, & Gadapi, M. (2020). Hukum pernikahan Islam kajian fiqh. Guepedia.

Purnama, D., & Tanjung, D. (2024). Islam dan perlindungan hak anak: Tinjauan fikih terhadap nasab anak di luar nikah. Al-Mashlahah: Jurnal Hukum Islam dan Pranata Sosial, 12(1), 45–50. https://doi.org/10.30868/am.v12i1.6085

Ramdhan, M. (2021). Metode penelitian. Cipta Media Nusantara.

Riyanto, A. (2004). Metodologi penelitian sosial dan hukum (Cet. I). Granit.

Rofiq, A. (2013). Hukum perdata Islam di Indonesia (Edisi revisi). Rajawali Press.

Sabiq, S. (1977). Fikih sunnah (Juz 2). Dar Al-Kitab Al-Arabi.

Syarifuddin, M. L. (2018). Tinjauan umum tentang wali nikah. An-Nuha: Jurnal Kajian Islam, Pendidikan, Budaya dan Sosial, 5(1), 117–133.

Tayalisi, A. D. S. bin D. bin al-J. al-. (1999). Musnad Abi Dawud al-Tayalisi (Juz 3, Cet. I). Dar Hajr.

Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan.

Downloads

Published

2026-07-10

How to Cite

Perspektif Hukum Islam terhadap Anak Luar Nikah Menjadi Wali Nikah untuk Saudarinya. (2026). Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara, 3(03), 7259-7270. https://jicnusantara.com/index.php/jicn/article/view/7763