Konsep Metode Jarh wa Ta'dil

Authors

  • Nur Amri Ramadhan Abd.Gani Universitas Muhammadiyah Makassar
  • Aisyah Aisyah Universitas Muhammadiyah Makassar
  • Sultan Haerun Universitas Muhammadiyah Makassar
  • Abbas Baco Miro Universitas Muhammadiyah Makassar

Keywords:

Jarh wa Ta'dil, Ulumul Hadis, sanad

Abstract

Jarh wa Ta'dil merupakan salah satu cabang ilmu dalam Ulumul Hadis yang memiliki peran penting dalam menjaga autentisitas hadis Nabi Muhammad SAW melalui penilaian terhadap kredibilitas para perawi hadis. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan konsep Jarh wa Ta'dil, sejarah perkembangannya, prinsip dan kaidah yang digunakan dalam menilai perawi, tingkatan Jarh dan Ta'dil, serta implementasinya dalam penelitian hadis. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan (library research) melalui pengkajian berbagai literatur yang berkaitan dengan ilmu hadis dan Jarh wa Ta'dil. Hasil kajian menunjukkan bahwa Jarh wa Ta'dil berkembang sebagai respons terhadap munculnya berbagai persoalan dalam periwayatan hadis, khususnya setelah wafatnya Rasulullah SAW. Penilaian terhadap perawi dilakukan berdasarkan aspek keadilan ('adalah) dan ketelitian (dhabt) untuk menentukan diterima atau ditolaknya suatu riwayat. Penerapan metode ini dilakukan melalui penelitian terhadap sanad, biografi perawi, serta kesinambungan periwayatan sehingga dapat ditentukan kualitas hadis, baik sahih, hasan, maupun dhaif. Di era digital, prinsip verifikasi (tabayyun) yang menjadi dasar Jarh wa Ta'dil tetap relevan dalam menyikapi penyebaran hadis dan informasi keagamaan. Dengan demikian, Jarh wa Ta'dil tidak hanya menjadi metode ilmiah dalam penelitian hadis, tetapi juga mencerminkan tradisi keilmuan Islam yang sistematis dalam menjaga keaslian sumber ajaran Islam.

References

Abu Syuhbah, M. M. (2003). Al-Wasith fi 'Ulum wa Musthalah al-Hadith. Kairo: Dar al-Fikr al-'Arabi.

Ajjaj al-Khatib, M. (2011). Ushul al-Hadith: 'Ulumuhu wa Musthalahuhu. Beirut: Dar al-Fikr.

Al-Asqalani, I. H. (2001). Nuzhat al-Nazhar fi Taudhih Nukhbat al-Fikar. Beirut: Dar al-Kutub al-'Ilmiyyah.

Al-Bukhari, M. I. (2002). Shahih al-Bukhari. Beirut: Dar Ibn Kathir.

Al-Dzahabi, S. (1995). Mizan al-I'tidal fi Naqd al-Rijal. Beirut: Dar al-Kutub al 'Ilmiyyah.

Al-Naisaburi, M. (2006). Shahih Muslim. Riyadh: Dar Tayyibah.

Al-Nawawi, Y. S. (2005). Al-Taqrib wa al-Taysir li Ma'rifah Sunan al-Bashir al Nadhir. Beirut: Dar al-Kutub al-'Ilmiyyah.

Al-Suyuthi, J. (2003). Tadrib al-Rawi fi Syarh Taqrib al-Nawawi. Beirut: Dar al-Kutub al-'Ilmiyyah.

Al-Thahhan, M. (2010). Taisir Musthalah al-Hadith. Beirut: Dar al-Fikr.

Hasbi Ash-Shiddieqy, T. M. (2011). Pokok-Pokok Ilmu Dirayah Hadis. Semarang: PT Pustaka Rizki Putra.

Ibnu Hajar al-Asqalani. (1995). Tahdzib al-Tahdzib. Beirut: Dar al-Fikr.

Ibnu Shalah. (2002). Muqaddimah fi 'Ulum al-Hadith. Beirut: Dar al-Kutub al 'Ilmiyyah.

Ismail, M. S. (1995). Metodologi Penelitian Hadis Nabi. Jakarta: Bulan Bintang.

Khon, A. M. (2018). Ulumul Hadis. Jakarta: Rajawali Pers.

Mudasir. (2018). Ilmu Hadis. Bandung: CV Pustaka Setia.

Suryadilaga, M. A. (2015). Metodologi Syarah Hadis. Yogyakarta: SUKA-Press.

Suryadilaga, M. A. (2017). Aplikasi Penelitian Hadis: Dari Teks ke Konteks. Yogyakarta: Kalimedia.

Tim Penyusun. (2018). Ensiklopedia Hadis. Jakarta: Kencana.

Yuslem, N. (2016). Ulumul Hadis. Jakarta: Mutiara Sumber Widya.

Downloads

Published

2026-07-25

How to Cite

Konsep Metode Jarh wa Ta’dil. (2026). Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara, 3(03), 8171-8176. https://jicnusantara.com/index.php/jicn/article/view/7897