Dekonstruksi Konsep Qaul dalam Al-Qur’an: Sebagai Pondasi Etika Komunikasi Virtual

Authors

  • Ali Murtadho Universitas Nurul Jadid Paiton Probolinggo
  • Ahmad Sahidah Universitas Nurul Jadid Paiton Probolinggo

Keywords:

Dekonstruksi, Qaul, Al-Qur’an

Abstract

Penelitian ini mendekonstruksi konsep qaul (perkataan) dalam Al-Qur’an untuk merumuskan pondasi etika komunikasi di ruang virtual. Era digital mengubah pola interaksi manusia menjadi serba digital, namun sering kali diiringi dengan penurunan kualitas etika, seperti maraknya hoaks, ujaran kebencian, dan perundungan siber. Melalui pendekatan deskriptif-kualitatif dengan metode tafsir tematik (maudhu'i), penelitian ini membongkar makna tekstual mapan dari variasi istilah qaul dalam Al-Qur’an seperti qaulan sadidan, qaulan ma'rufa, dan qaulan layyinan, lalu mengontekstualisasikannya ke dalam realitas media sosial saat ini. Jenis Penelitian ini adalah jenis penelitian kualitatif / studi pustaka (library research). Adapun Pendekatan Penelitian ini adalah Deskriptif-Kualitatif: Digunakan untuk mendeskripsikan, memetakan, serta menganalisis fenomena etika komunikasi virtual/media sosial (seperti cyberbullying, hate speech, hoaks, doxxing, dan online disinhibition effect) secara mendalam. Pendekatan Hermeneutika / Dekonstruksi: Digunakan untuk membongkar (deconstruction) pemaknaan tekstual mapan dari variasi konsep qaul dalam Al-Qur'an dan merekonstruksinya ke dalam konteks era digital/media sosial saat ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep qaul dalam Al-Qur'an tidak sekadar mengatur ucapan lisan, melainkan teks, visual, dan seluruh ekspresi digital. Rekonstruksi makna ini menghasilkan rumusan etika komunikasi virtual yang berbasis pada akurasi informasi (anti-hoaks), kesantunan digital, dan tanggung jawab moral siber. Penelitian ini menyimpulkan bahwa nilai-nilai Al-Qur'an sangat adaptif dan mampu menjadi panduan etis yang kokoh demi menciptakan ekosistem digital yang sehat dan humanis.

References

Abu Abdullah Muhammad ibn Ahmad Al-Qurthubi, 2006. Al-Jami' liAhkam al-Qur'an (Beirut: Mu'assasah al-Risalah), penafsiran QS. Al-Isra':23, QS. Thaha:44, dan QS. Al-Ahzab:70.

Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia, 2024. Survei Penetrasi Internet Indonesia 2024 (Jakarta: APJII)

Cass R. Sunstein, 2017. Republic: Divided Democracy in the Age of Social Media (Princeton: Princeton University Press)

Claire Wardle dan Hossein Derakhshan, 2017. Information Disorder:Toward an Interdisciplinary Framework for Research and Policy Making (Council of Europe); Soroush Vosoughi, DebRoy, dan Sinan Aral, "The Spread of True and False News Online," Science 359, no. 6380 (2018): 1146–1151.https://doi.org/10.1126/science.aap9559.

Erreygers, Sara, dkk. (2019). “The Interplay Between Empathy and Cyberbullying among Adolescents: A Systematic Review,” Aggression and Violent Behavior, Vol. 48

International Telecommunication Union, 2023. Measuring Digital Development: Facts and Figures 2023 (Geneva: Internasional Telecommunication Union)

Ismail ibn Umar Ibn Kathir, 1999. Tafsir al-Qur'an al-'Azim (Riyadh:Dar Tayyibah), penafsiran QS. An-Nisa':9, QS. An-Nisa':63, QS. Al-Isra':23, QS. Thaha: 44, dan QS. Al-Ahzab:70.

John Suler, (2004). “The Online Disinhibition Effect,” CyberPsychology & Behavior, Vol. 7,No. 3

John Suler,(2004). "The Online Disinhibition Effect," Cyber Psychology & Behavior 7, no. 3

M. Quraish Shihab, 2002. Tafsir Al-Mishbah: Pesan, Kesan dan Keserasian Al-Qur'an (Jakarta: Lentera Hati), penafsiran QS. An-Nisa':63, QS. Al-Isra':23, QS. Al-Ahzab':70, dan QS.Thaha':44.

Manuel Castells, 2010. The Rise of the Network Society, 2nd ed. (Oxford: Blackwell Publishing)

Najhan Dzulhusna, Nunung Nurhasanah, dan Yuda Nur Suherman, "Qaulan Sadida, Qaulan Ma'rufa, Qaulan Baligha, Qaulan Maysura, Qaulan Layyina dan Qaulan Karima Itusebagai Landasan Etika Komunikasi dalam Dakwah," Journalof Islamic Social Science and Communication (JISSC) DIKSI

Philip G. Zimbardo, 1969. “The Human Choice: Individuation, Reason, and Order versus Deindividuation, Impulse, and Chaos,” dalam Nebraska Symposium on Motivation,Vol. 17 (Lincoln: University of Nebraska Press).

Sameer Hinduja & Justin W. Patchin, 2023. “Cyberbullying: Identification, Prevention, andResponse,” Cyberbullying Research Center (2023),

Sameer Hinduja dan Justin W. Patchin, Cyberbullying:Identification, Prevention, and Response (Cyberbullying Research Center, edisi terbaru); lihat pula United Nations Children's Fund, Cyberbullying: What Is It and How to Stop It.

Stanley Cohen, 2011. Folk Devils and Moral Panics: The Creation of the Mods and Rockers,3rd ed. (London: Routledge)

Tafiati, Asrina, Ferry Saputra, dan Shinta Fitria Utami, (2022). "Lexical Semantics of the Quran: Analysis of Paradigmatic Meaning of Language Politeness," Arabiyatuna: Jurnal Bahasa Arab 6, no.2

Downloads

Published

2026-07-29

How to Cite

Dekonstruksi Konsep Qaul dalam Al-Qur’an: Sebagai Pondasi Etika Komunikasi Virtual. (2026). Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara, 3(03), 8526-8533. https://jicnusantara.com/index.php/jicn/article/view/7933