Hubungan Swamedikasi dan Informasi pada Pengunjung Apotik di Birem Bayeun Kecamatan Birem Bayeun Kabupaten Aceh Timur Tahun 2026
Keywords:
Swamedikasi, Apotik, Pengunjung ApotikAbstract
Swamedikasi atau pengobatan sendiri merupakan upaya yang paling banyak dilakukan masyarakat untuk mengatasi keluhan atau gejala penyakit. Swamedikasi berarti mengobati segala keluhan dengan obat-obatan yang dapat dibeli bebas di apotek atau toko obat dengan inisiatif atau kesadaran diri sendiri tanpa nasehat dokter. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan swamedikasi dan informasi pada pengunjung apotik di Birem Bayeun Kecamatan Birem Bayeun Kabupaten Aceh Timur tahun 2026. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah analitik dengan rancangan cross sectional. Populasi dari penelitian ini seluruh pengunjung yang datang ke apotik Puskesmas Birem Bayeun Kecamatan Birem Bayeun Kabupaten Aceh Timur pada bulan Mei sampai dengan Juni tahun 2026. Pengambilan sampel minimal ditentukan menurut rumus Lameshow, didapatkan sebanyak 49 sampel. Penelitian dilaksanakan dari bulan Mei sampai dengan Juni tahun 2026 menggunakan kuesioner dengan cara wawancara. Uji statistik menggunakan uji chi-square. Berdasarkan karakteristik dapat diketahui bahwa jenis kelamin (p value = 0,817) dan usia (p value = 0,641) tidak berhubungan dengan swamedikasi. Sedangkan pendidikan (p value = 0,000), pekerjaan (p value = 0,000) dan penghasilan (p value = 0,000) berhubungan dengan swamedikasi yang dilakukan pengunjung apotik di Birem Bayeun Kecamatan Birem Bayeun Kabupaten Aceh Timur tahun 2026. Hasil uji statistik juga menunjukkan bahwa ada hubungan sumber informasi dengan swamedikasi pada pengunjung apotik di apotik Puskesmas Birem Bayeun Kecamatan Birem Bayeun Kabupaten Aceh Timur Tahun 2026 dengan p value 0,000 (P > 0,05). Bagi masyarakat yang ingin melakukan swamedikasi harus mengikuti prinsip penggunaan obat secara umum, yaitu penggunaan obat secara aman dan rasional, jika tidak dapat mengikuti prinsip penggunaan obat secara aman dan rasional sebaiknya jangan melakukan swamedikasi.
References
Bogadenta, A. (2012). Manajemen Pengelolaan Apotek. Yogyakarta: D-Medika.
Journal of Pharmaceutical Science and Clinical Pharmacy. (2026). Tingkat Kepuasan Pasien terhadap Pelayanan Swamedikasi di Salah Satu Apotek di Bojongsoang Kabupaten Bandung.
Jurnal Insan Farmasi Indonesia. (2021). Gambaran Penggunaan Swamedikasi Obat Sistem Pencernaan di Apotek Formula Banjarmasin.
Jurnal Riset Ilmu Kesehatan Umum dan Farmasi. (2026). Peran Pelayanan Apoteker terhadap Pengetahuan Swamedikasi Obat Bebas dan Bebas Terbatas di Apotek.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2016). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 73 Tahun 2016 tentang Standar Pelayanan Kefarmasian di Apotek. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2017). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 9 Tahun 2017 tentang Apotek. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI.
Mirawati, N., dkk. (2022). Evaluasi Pelayanan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi Swamedikasi Obat terhadap Pasien di Apotek. Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia.
Muharni, S., Fina, A., dan Maysharah, M. (2015). Gambaran Tenaga Kefarmasian dalam Memberikan Informasi Kepada Pelaku Swamedikasi di ApotekApotek Kecamatan Tampan, Pekanbaru. Jurnal Sains Farmasi & Klinis. 2(1): 47-53.
Pemerintah Republik Indonesia. (2024). Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2024 tentang Peraturan Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan.
Pristianty, L., Fransiska, H. A., & Titani, M. (2021). Analisis Tingkat Kepuasan Pasien Swamedikasi terhadap Mutu Pelayanan Kefarmasian di Apotek. Majalah Farmasetika.
Rahmayanti, Eva. (2017). Tingkat Pengetahuan dan Rasionalitas Swamedikasi Pasien di Tiga Apotek Kecamatan Medan Sunggal. Program Studi Sarjana Farmasi Fakultas Farmasi Universitas Sumatera Utara Medan 2017
Savitri, V., Syahrir, A., & Maulina, N. (2026). Hubungan Tingkat Pengetahuan dan Perilaku Swamedikasi Batuk pada Pengunjung Apotek di Kecamatan Purwosari.
Trilestari, & Nur Ismiyati. (2021). Hubungan Karakteristik Pelanggan dengan Tingkat Kepuasan terhadap Pelayanan Swamedikasi di Apotek Asia Baru Magetan. Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Setya Medika.
Widjaja, H., Yulianti, S., Lestari, L. A., & Novianti, M. (2026). Analisis Mutu Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) dalam Pelayanan Swamedikasi di Apotek. Jurnal Pendidikan Tambusai.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Aminy Aminy, Fitri Maulina

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.










