Pengaruh Employer Branding Terhadap Keterikatan Organisasi Generasi Milenial Pada Perusahaan Startup Teknologi di Indonesia Studi Kasus : Tokopedia
Keywords:
Kesadaran Wajib Pajak, Pemeriksaan Pajak, Sosialisasi PerpajakanAbstract
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui dan menganalisis bagaimana pengaruh employer branding terhadap keterikatan organisasi generasi milenial pada perusahaan startup di Indonesia, dengan studi kasus pada Tokopedia. Di tengah persaingan industri digital yang semakin ketat, perusahaan dituntut untuk mampu membangun citra sebagai tempat kerja yang menarik, sehingga dapat mempertahankan karyawan berbakat, khususnya generasi milenial yang kini mendominasi dunia kerja. Employer branding menjadi strategi penting yang tidak hanya berfungsi untuk menarik kandidat potensial, tetapi juga membangun loyalitas dan rasa memiliki di dalam organisasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Data diperoleh dari 100 responden yang merupakan karyawan generasi milenial di Tokopedia. Analisis data dilakukan menggunakan teknik Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) dengan bantuan software SmartPLS 4.0. Variabel independen dalam penelitian ini adalah Employer Branding yang terdiri atas lima dimensi utama, yaitu Interest Value, Social Value, Development Value, Economic Value, dan Application Value. Variabel dependen adalah Keterikatan Organisasi, yang diukur melalui tiga indikator utama, yaitu Vigor, Dedication, dan Absorption. Selain itu, Kepuasan Kerja digunakan sebagai variabel mediasi yang menjembatani hubungan antara Employer Branding dan Keterikatan Organisasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Employer Branding memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap Kepuasan Kerja dan Keterikatan Organisasi. Artinya, semakin kuat persepsi karyawan terhadap citra perusahaan sebagai tempat kerja yang ideal, semakin tinggi tingkat keterikatan mereka terhadap organisasi. Selain itu, Kepuasan Kerja terbukti memediasi sebagian hubungan antara Employer Branding dan Keterikatan Organisasi. Hal ini mengindikasikan bahwa pengalaman kerja yang menyenangkan dan lingkungan kerja yang mendukung mampu memperkuat dampak positif Employer Branding terhadap keterikatan karyawan. Penelitian ini menegaskan bahwa perusahaan startup seperti Tokopedia perlu memperkuat strategi Employer Branding melalui pengembangan nilai-nilai organisasi yang relevan dengan karakteristik generasi milenial, seperti kesempatan belajar, fleksibilitas kerja, dan budaya kolaboratif. Dengan membangun citra positif dan lingkungan kerja yang mendukung, perusahaan dapat menciptakan rasa keterikatan yang lebih tinggi serta menurunkan potensi turnover karyawan. Secara teoretis, hasil penelitian ini memberikan kontribusi dalam memperkaya literatur mengenai pengaruh Employer Branding dalam konteks organisasi modern berbasis teknologi di Indonesia. Sedangkan secara praktis, penelitian ini dapat dijadikan dasar bagi perusahaan dalam merancang strategi manajemen sumber daya manusia yang efektif dan berkelanjutan, khususnya untuk menarik dan mempertahankan generasi milenial yang menjadi aset penting di era digital.
References
Agustina, D., & Sari, P. R. (2021). Pengaruh employer branding terhadap employee engagement pada karyawan generasi milenial di perusahaan startup teknologi. Jurnal Manajemen Indonesia, 21(2), 145–158.
Alfian, R., & Pratiwi, N. (2022). Employer branding dan keterikatan karyawan: Studi pada perusahaan rintisan di Jakarta. Jurnal Ilmu Administrasi dan Organisasi, 29(1), 33–45.
Ambler, T., & Barrow, S. (1996). The employer brand. Journal of Brand Management, 4(3), 185–206. https://doi.org/10.1057/bm.1996.42
Anggraini, S. D., & Rahmawati, L. (2020). Pengaruh citra perusahaan terhadap keterikatan kerja karyawan generasi milenial. Jurnal Psikologi Industri dan Organisasi, 9(1), 12–23.
Astuti, R. (2021). Pengaruh employer branding terhadap loyalitas dan keterikatan kerja karyawan. Jurnal Bisnis dan Manajemen, 12(3), 201–213.
Backhaus, K., & Tikoo, S. (2004). Conceptualizing and researching employer branding. Career Development International, 9(5), 501–517. https://doi.org/10.1108/13620430410550754
Badan Pusat Statistik. (2023). Statistik Ekonomi Kreatif dan Startup Indonesia 2023. BPS RI.
Badan Pusat Statistik. (2024). Statistik Ketenagakerjaan Indonesia 2024. Jakarta: Badan Pusat Statistik.
Bakker, A. B., & Demerouti, E. (2017). Job Demands-Resources Theory: Taking Stock and Looking Forward. Journal of Occupational Health Psychology, 22(3), 273-285.
Berthon, P., Ewing, M., & Hah, L. L. (2005). Captivating company: Dimensions of attractiveness in employer branding. International Journal of Advertising, 24(2), 151–172.
Biswas, M. K., & Suar, D. (2016). Antecedents and consequences of employer branding. Journal of Business Ethics, 136(1), 57–72.
Blau, P. M. (1964). Exchange and Power in Social Life. New York: John Wiley & Sons.
Cable, D. M., & Judge, T. A. (2003). Managers’ Upward Influence Tactics: Effects on Target Perceptions, Job Satisfaction, and Turnover Intentions. Journal of Organizational Behavior, 24(6), 793-807.
Chhabra, N. L., & Sharma, S. (2014). Employer branding: Strategy for improving employer attractiveness. International Journal of Organizational Analysis, 22(1), 48–60.
Dabirian, A., Kietzmann, J., & Diba, H. (2019). A great place to work!? Understanding crowdsourced employer branding. Business Horizons,62(2),195–205. https://doi.org/10.1016/j.bushor.2018.11.002
Deloitte. (2024). The Deloitte Millennial and Gen Z Survey 2024. Deloitte Global.
Fornell, C., & Larcker, D. F. (1981). Evaluating Structural Equation Models with Unobservable Variables and Measurement Error. Journal of Marketing Research, 18(1), 39-50.
Ghozali, I. (2021). Partial Least Squares Konsep, Teknik dan Aplikasi Menggunakan Program SmartPLS 4.0 untuk Penelitian Empiris. Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro.
Ghozali, I., & Latan, H. (2019). Partial Least Squares: Konsep, teknik dan aplikasi menggunakan program SmartPLS 3.0 (3rd ed.). Badan Penerbit Universitas Diponegoro.
Hair, J. F., Hult, G. T. M., Ringle, C. M., & Sarstedt, M. (2022). PLS-SEM: Advanced methods for modeling complex relationships. Sage Publications.
Hair, J. F., Hult, G. T. M., Ringle, C., & Sarstedt, M. (2021). A primer on partial least squares structural equation modeling (PLS-SEM) (3rd ed.). Sage Publications.
Hair, J. F., Jr., Hult, G. T. M., Ringle, C. M., & Sarstedt, M. (2021). A Primer on Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) (3rd ed.). Thousand Oaks, CA: Sage Publications.
Hasibuan, M. S. P. (2019). Manajemen sumber daya manusia. Bumi Aksara.
Herzberg, F. (1968). One More Time: How Do You Motivate Employees? Harvard Business Review, 46(1), 53-62.
Kashyap, V., & Verma, N. (2018). Linking dimensions of employer branding and employee engagement: A study of Indian IT sector. International Journal of Organizational Analysis, 26(2), 312–330.
Kaur, P., Malhotra, S., & Sharma, S. K. (2020). Employer branding and organizational engagement: The mediating role of psychological empowerment. International Journal of Productivity and Performance Management, 69(8), 1641–1664.
Khoreva, V., & Wechtler, H. (2018). HR practices and employee performance: The mediating role of well-being. Employee Relations, 40(2), 227–243.
Kotler, P., & Keller, K. L. (2016). Marketing management (15th ed.). Pearson Education.
Lievens, F., & Slaughter, J. E. (2016). Employer image and employer branding: What we know and what we need to know. Annual Review of Organizational Psychology and Organizational Behavior, 3(1), 407–440.
Luthans, F. (2011). Organizational behavior: An evidence-based approach (12th ed.). McGraw-Hill.
Mangkunegara, A. P. (2020). Manajemen sumber daya manusia perusahaan. Remaja Rosdakarya.
Marlina, D., & Susanto, H. (2023). Analisis pengaruh employer branding terhadap engagement karyawan generasi Z di sektor startup digital. Jurnal Ekonomi dan Bisnis, 14(2), 189–200.
Maslach, C., & Leiter, M. P. (2016). Burnout and engagement in the workplace: A context for positive psychology. Wiley.
Mathieu, J. E., & Zajac, D. M. (1990). A review and meta-analysis of the antecedents, correlates, and consequences of organizational commitment. Psychological Bulletin, 108(2), 171–194.
Newman, D. A., Joseph, D. L., & Hulin, C. L. (2010). Job attitudes and employee engagement: Integrating theoretical frameworks. Journal of Organizational Behavior, 31(2–3), 197–216.
Nugroho, Y., & Dewi, P. S. (2021). Strategi employer branding dalam menarik minat generasi milenial bekerja di perusahaan teknologi. Jurnal Komunikasi, 15(1), 54–68.
Pallant, J. (2020). SPSS survival manual: A step by step guide to data analysis using IBM SPSS (7th ed.). Routledge.
Podsakoff, P. M., MacKenzie, S. B., & Podsakoff, N. P. (2012). Sources of method bias in social science research and recommendations on how to control it. Annual Review of Psychology, 63, 539–569.
Putra, I. W. G. A., & Wulandari, D. (2022). Analisis employer branding terhadap minat kerja generasi milenial di perusahaan digital. Jurnal Manajemen dan Kewirausahaan, 24(2), 101–115.
Ringle, C. M., Wende, S., & Becker, J.-M. (2015). SmartPLS 3. Boenningstedt: SmartPLS GmbH. http://www.smartpls.com
Rivai, V., & Sagala, E. J. (2020). Manajemen sumber daya manusia untuk perusahaan. Rajawali Pers.
Robbins, S. P., & Judge, T. A. (2019). Organizational behavior (18th ed.). Pearson.
Santoso, S. (2021). Panduan praktis analisis SEM menggunakan SmartPLS 3.0 untuk penelitian manajemen. PT Elex Media Komputindo.
Schaufeli, W. B., & Bakker, A. B. (2010). Defining and measuring work engagement: Bringing clarity to the concept. Career Development International, 15(2), 83–96.
Schaufeli, W. B., Salanova, M., González-Romá, V., & Bakker, A. B. (2002). The measurement of engagement and burnout: A confirmatory factor analytic approach. Journal of Happiness Studies, 3(1), 71–92.
Schaufeli, W. B., Salanova, M., González-Romá, V., & Bakker, A. B. (2002). The Measurement of Engagement and Burnout: A Two-Sample Confirmatory Factor Analytic Approach. Journal of Happiness Studies, 3(1), 71-92.
Sivertzen, A.-M., Nilsen, E. R., & Olafsen, A. H. (2013). Employer branding: Employer attractiveness and the use of social media. Journal of Product & Brand Management, 22(7), 473–483.
Sugiyono. (2022). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.
Sullivan, J. (2004). Eight elements of a successful employment brand. ERE Media.
Timming, A. R. (2015). Visible tattoos in the service sector: A new challenge to recruitment and selection. Work, Employment and Society, 29(1), 60–78.
Wardini, H., & Nawangsari, N. (2021). Pengaruh Employer Branding Terhadap Kepuasan Kerja Karyawan Generasi Milenial Pada Startup Teknologi. Jurnal Manajemen dan Bisnis Digital, 1(1), 1-12.
Wijayanti, D., & Putra, B. (2020). Pengaruh nilai employer branding terhadap keterikatan kerja karyawan di perusahaan e-commerce Indonesia. Jurnal Manajemen Sumber Daya Manusia, 14(1), 77–88.
World Economic Forum. (2022). Future of Jobs Report 2022. WEF Publications.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Felisitas Erselin, Johanes Lomboan, Piter Kogoya, Renita Sundari, Sindy Agustin Aulia

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.










