RELASI AGAMA DAN POLITIK LOKAL: KAJIAN DAKWAH BIL HIKMAH

Authors

  • Andi Hadi Ibrahim Baso Dakwah dan Komunikasi, Dirasaat Islamiyah, UINAM
  • Musafir Pababari Dakwah dan Komunikasi, Dirasaat Islamiyah, UINAM
  • Nila Sastrawati Dakwah dan Komunikasi, Dirasaat Islamiyah, UINAM
  • Hasan bin Juhanis Ahwal Syakhsiyah, Fakultas Agama Islam, UNISMUH

Keywords:

Dakwah, Islam, Sulawesi Selatan

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi variasi interpretasi dan implementasi da'wah bil hikmah (berdakwah dengan hikmah/bijaksana) oleh organisasi-organisasi Islam di Sulawesi Selatan, dengan mengkaji keterkaitan antara konsep teologis, strategi dakwah, dan praktik politik lokal. Secara historis, Islamisasi di Sulawesi Selatan sejak abad ke-17 melibatkan akulturasi budaya yang damai, mengintegrasikan ajaran Islam (sara') dengan adat istiadat setempat (pangadereng) untuk menciptakan identitas budaya hibrida di mana keduanya memiliki kedudukan yang setara. Hal ini melahirkan karakteristik sosiologis yang akomodatif, serta menumbuhkan model Islam yang menghormati tradisi. Era Reformasi pasca-1998 semakin mendorong identitas politik Islam, menjadikan Sulawesi Selatan sebagai pusat mobilisasi politik Islam yang dinamis, terutama melalui Komite Persiapan Penegakan Syariat Islam (KPPSI). Aliansi organisasi Islam, aktivis, dan tokoh masyarakat ini bertujuan untuk memformalkan syariat Islam ke dalam kebijakan publik melalui jalur konstitusional, yang secara signifikan memengaruhi wacana politik lokal dan mengonsolidasikan kelompok-kelompok Islam. Metodologi penelitian ini bersifat kualitatif, dengan menganalisis narasi yang ada dan catatan sejarah dari teks yang tersedia untuk memahami bagaimana organisasi yang berbeda seperti Nahdlatul Ulama (NU), Muhammadiyah, Wahdah Islamiyah (WI), Hidayatullah, Pesantren Darul Istiqamah, dan Jamaah An-Nadzir menavigasi lanskap politik. Temuan penelitian menunjukkan bahwa da'wah bil hikmah diterapkan secara beragam berdasarkan faktor teologis, historis, dan sosiologis, yang memengaruhi keterlibatan politik mereka mulai dari partisipasi tinggi (NU, WI), moderat (Muhammadiyah), hingga partisipasi rendah atau simbolis (Hidayatullah, Darul Istiqamah, An-Nadzir). Pendekatan yang bervariasi ini membentuk konfigurasi politik dan dinamika sosial-keagamaan di wilayah tersebut, yang menunjukkan hubungan harmonis sekaligus kompetitif di antara kekuatan-kekuatan Islam.

References

Abdurrahman Wahid. (2007). Pribumisasi Islam. Dalam Ahmad Suaedy (Ed.), Islam Kosmopolitan: Nilai-nilai Indonesia & Transformasi Kebudayaan. Jakarta: The Wahid Institute.

Abū al-Ḥasan al-Māwardī. (t.t.). Al-Aḥkām as-Sulṭāniyyah wa al-Wilāyāt ad-Dīniyyah. Kairo: Dār al-Fikr.

Ahyar, M. (2017). Is Islam Compatible With Democracy? Islamist Movement’s Trajectory on Democratization in Indonesia. Walisongo: Jurnal Penelitian Sosial Keagamaan, 25(1).

Al-Baghawi. (1997). Ma'ālim al-Tanzīl fī Tafsīr al-Qur'ān. Riyadh: Dār Ṭayyibah.

Alfian. (1989). Muhammadiyah: The Political Behavior of a Muslim Modernist Organization Under Dutch Colonialism. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Al-Qurṭubī. (1964). Al-Jāmi' li Aḥkām al-Qur'ān. Kairo: Dār al-Kutub al-Miṣriyyah.

Al-Ṭabarī, M. ibn J. (2000). Jāmi' al-Bayān 'an Ta'wīl Āy al-Qur'ān. Beirut: Mu’assasah ar-Risālah.

An-Nawawī, Y. ibn S. (1392 H). Al-Minhāj Syarḥ Ṣaḥīḥ Muslim ibn al-Ḥajjāj. Beirut: Dār Iḥyā’ at-Turāṡ al-‘Arabī.

Arifianto, A. R. (2019). Rising Islamic Conservatism in Indonesia: Islamic Groups and Their Political Ambitions. London: Routledge.

Azra, A. (2004). The Origins of Islamic Reformism in Southeast Asia. Honolulu: University of Hawaii Press.

Buehler, M. (2010). Decentralisation and Local Democracy in Indonesia: The Marginalisation of the Public Sphere. Dalam Problems of Democratisation in Indonesia. Singapore: ISEAS Publishing.

Buehler, M. (2009). The Rise of Shari'a by-Laws in Indonesian Districts: A Political Economy Analysis. Contemporary Southeast Asia, 31(2).

Chaplin, C. (2017). Islam and Citizenship in Indonesia: The Case of Wahdah Islamiyah. Inside Indonesia, 129.

Darwis. (t.t.). Gerakan Politik Penegakan Syariat Islam di Kota Makassar. Jurnal Al-Qalam.

Elmahady, M. (2011). Islam dan Kearifan Lokal di Sulawesi Selatan Pasca Islamisasi. Jurnal HIKMAH, VII(1).

Firdaus Muhammad. (2021). Dynamics of Nahdlatul Ulama Thought and Political Movement. Muharrik: Jurnal Dakwah dan Sosial, 4(2).

Fakhruddin al-Razi. (1420 H). Mafātīḥ al-Ghaib (Tafsir al-Kabir). Beirut: Dār Iḥyā’ al-Turāth al-‘Arabī.

Hadi Mutamam. (2005). Hikmah dalam al-Qur'an. Jakarta: Pustaka al-Kautsar.

Ibn Kathir, I. ibn ‘U. (1999). Tafsīr al-Qur'ān al-'Aẓīm. Riyadh: Dār Ṭayyibah.

Irfan Abubakar. (2005). Memahami Formasi Politik Gerakan Penegakan Syariat Islam di Makassar. Jurnal Al-Qalam, 21(3).

Iswarini. (2018). Konsep Dakwah Bil Hikmah.

James C. Scott. (1985). Weapons of the Weak: Everyday Forms of Peasant Resistance. New Haven: Yale University Press.

Jurdi, S. (2021). Wahdah Islamiyah dan Gerakan Islam Indonesia.

Lukman. (2020). Pemikiran dan Gerakan Da'wah Abdullah Sa'id. ResearchGate.

M. Noor Ichwan. (2016). Prinsip Dasar Hukum Politik Islam dalam Perspektif Al-Qur'an. Jurnal Hukum Islam, 14(1).

M. Pabbajah. (2020). Muhammadiyah Bugis-Makassar: Dispersal of Muslim Organizations in and from South Sulawesi, Indonesia. Journal of Asian and African Studies, 55(5).

Marwah Safah. (2019). Peranan Pesantren Darul Istiqamah Maccopa dalam Pengembangan Islam di Maros (Studi Historis). Skripsi, Fakultas Adab dan Humaniora, UIN Alauddin Makassar.

Michael Buehler. (2010). Problems of Democratisation in Indonesia. Singapore: ISEAS Publishing.

Mukrimin. (2016). Gerakan Islam Radikal di Sulawesi Selatan. Jurnal Keamanan Nasional, 2(1).

Mukrimin. (2018). Islam dan Kearifan Lokal di Sulawesi Selatan Pasca Islamisasi. Jurnal Adabiyah, 18(2).

Mukrimin. (2023). Sociological and Political Constraints of Islamic Sharia Enforcement in South Sulawesi Indonesia. JURIS (Jurnal Ilmiah Syariah), 22(1).

Muallim, M., Muammar, M., & Wekke, I. S. (2024). Islam and Politics: Rereading Political Practice from Muhammadiyah Political Experience in South Sulawesi. ScienceOpen Preprints.

Muhaemin Elmahady. (2011). Islam dan Kearifan Lokal di Sulawesi Selatan Pasca Islamisasi. Jurnal HIKMAH, VII(1).

Muzayyin Ahyar. (2017). Is Islam Compatible With Democracy? Walisongo: Jurnal Penelitian Sosial Keagamaan, 25(1).

Nasrawati, N. N., Mappangara, S., & Amri, K. (2024). Nahdlatul Ulama's Political Struggle in The Early Elections in South Sulawesi. Library Progress (International), 44(1).

Nurhidayat. (2018). Konsep Metode Dakwah Bil Hikmah dan Implementasinya dalam Tabligh. Jurnal Dakwah dan Komunikasi, 3(2).

Paul Pierson. (2000). Increasing Returns, Path Dependence, and the Study of Politics. American Political Science Review, 94(2).

Pall, Z. (2018). Modalities of Salafi Transnationalism in Southeast Asia. Kyoto Review of Southeast Asia, 23.

Rizal Sukma. (2003). Islam in Indonesian Foreign Policy. London: Routledge.

Suryana. (t.t.). Nahdlatul Ulama and its Political Engagement.

Sapri Lillah. (2012). Jamaah An-Nadzir: Melawan Arus, Membangun Kemandirian. Nusantara Islam, 1(1).

Sidney Tarrow. (2011). Power in Movement: Social Movements and Contentious Politics. Cambridge: Cambridge University Press.

Taqī ad-Dīn Aḥmad ibn Taymiyyah. (1429 H). As-Siyāsah asy-Syar'iyyah fī Iṣlāḥ ar-Rā'ī wa ar-Ra'iyyah. Mekkah: Dār ‘Ālam al-Fawā’id.

Zuly Qodir. (2019). Muhammadiyah Studies: Reorientasi Gerakan dan Pemikiran di Abad Kedua. Yogyakarta: UMPress.

Downloads

Published

2025-12-24