REPUTASI PERTAMINA PASCA SKANDAL KORUPSI DAN PENGOPLOSAN PERTAMAX (Studi Kasus: Kabupaten Serang)

Authors

  • Vera Maria Program Studi Manajemen, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa,
  • Aninda Anggia Putri Universitas Sultan Ageng Tirtayasa
  • Tito Vielanivano Universitas Sultan Ageng Tirtayasa
  • Salimah Zakia Universitas Sultan Ageng Tirtayasa
  • Siti Masitoh Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Keywords:

Korupsi, Pertamina, Kepercayaan Konsumen

Abstract

Studi ini mengkaji perubahan dalam penjualan dan usaha pemulihan citra PT Pertamina setelah terjadinya skandal korupsi serta pengoplosan Pertamax yang viral di media sosial. Metodologi yang diterapkan adalah deskriptif kualitatif dengan pengumpulan data melalui wawancara dan analisis langsung dari penggunaan produk pertamina sebagai sumber utama. Temuan penelitian menunjukkan bahwa insiden tersebut secara signifikan mengurangi kepercayaan konsumen dan memicu pergeseran kepada pesaing lain, seperti Shell. Respons dari manajemen dan pemerintah yang dianggap lambat dan reaktif semakin memperburuk citra perusahaan, dengan masalah utama terletak pada lemahnya sistem pengawasan internal. Meski demikian, jaringan luas stasiun pengisian bahan bakar Pertamina di Indonesia tetap menjadikannya pilihan utama bagi konsumen. Strategi jangka pendek yang meliputi diskon dan pemberian voucher hanya terbukti efektif untuk sementara waktu. Untuk pemulihan jangka panjang diperlukan reformasi dalam perusahaan melalui peningkatan sistem pengawasan, transparansi, audit yang sistematis, dan komunikasi yang terbuka. Dengan cara ini, penguatan dalam tata kelola dan etika sangat penting untuk memulihkan reputasi serta menjaga kesetiaan pelanggan di masa depan.

References

Agriyani, S., Simanjuntak, L. F., Anggraini, H., & Surya, A. R. (2025). Analisis perubahan statistik kepercayaan konsumen terhadap Pertamina pasca kasus pengoplosan Pertalite ke Pertamax. Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran, 8(2), 3658–3665.

Aulia, A., Melati, M., Nurilawati, N., & Candra, M. (2025). Dinamika ekonomi politik dalam regulasi BBM: Studi kasus pengoplosan Pertamax di Indonesia. Socius: Penelitian Ilmu-Ilmu Sosial, 2(11), 129–133.

Hartanto, D. V., Navrizal, F., Surya, F., Berlanty, H., & Naufal, M. (2025). Menegakkan keadilan dalam pengelolaan sumber daya negara (studi kasus: Korupsi pengoplosan Pertamina). Inspirasi & Strategi (INSPIRAT): Jurnal Kebijakan Publik & Bisnis, 16(1), 65–72.

Herbenita, H. (2025). Analisis dampak event pengoplosan BBM terhadap return saham PT Pertamina Geothermal Energy (PGEO). ΚΕΙΖΑΙ: Jurnal Kajian Ekonomi, Manajemen, & Akuntansi, 6(1), 80–92.

Jensen, M. C., & Meckling, W. H. (1976). Theory of the firm: Managerial behavior, agency costs, and ownership structure. Journal of Financial Economics, 3(4), 305–360.

Kaplan, A. M., & Haenlein, M. (2011). The early bird catches the news: Nine things you should know about micro-blogging. Business Horizons, 54(2), 105–113.

Khotimah, M. D., Fatimah, A. N., Rizki, M. F., Puspitasari, W., & Soegiarto, A. (2025). Analisis sentimen publik terhadap isu modifikasi bahan bakar Pertamax Pertamina di media sosial. INNOVATIVE: Journal of Social Science Research, 5(3), 5057–5072.

Mardiyanto, J., & Satory, A. (2025). Etika, kepatuhan, dan tata kelola di sektor energi: Pelajaran dari kasus korupsi Pertamina. Jurnal Sosial dan Sains (SOSAINS), 5(7), 2013–2020.

Morgan, R. M., & Hunt, S. D. (1994). The commitment-trust theory of relationship marketing. Journal of Marketing, 58(3), 20–38.

Silalahi, A. K., Rahmawati, D., & Erliyani, R. (2025). Perlindungan hukum terhadap konsumen Pertamax dalam tindak pidana korupsi PT Pertamina. Indonesian Research Journal on Education, 5(4), 1448–1453.

Downloads

Published

2026-01-05