Genealogi Ilmu-Ilmu Al-Qur’an: Dari Tradisi Lisan Menuju Sistem Keilmuan Klasik

Authors

  • Rifda Nur Irwani Universitas Muhammadiyah Makassar
  • Ummi Khairi Putri Universitas Muhammadiyah Makassar
  • Nurhidayah Nurhidayah Universitas Muhammadiyah Makassar
  • Rahmi Dewanti Palangkey Universitas Muhammadiyah Makassar

Keywords:

Ilmu-ilmu Al-Qur’an, Genealogi Keilmuan, Ulum al-Qur’an

Abstract

Penelitian ini mengkaji genealogi ilmu-ilmu Al-Qur’an dengan menelusuri transformasi epistemologis wahyu dari tradisi lisan pada masa awal Islam menuju sistem keilmuan klasik yang terstruktur dan mapan. Al-Qur’an sebagai wahyu yang diturunkan secara gradual dan lisan melahirkan pola transmisi berbasis hafalan, sanad, dan otoritas Nabi Muhammad SAW sebagai penafsir utama. Seiring wafatnya Nabi dan meluasnya wilayah Islam, dinamika sosial, linguistik, dan kultural umat mendorong perlunya kodifikasi mushaf serta institusionalisasi disiplin-disiplin pendukung guna menjaga otentisitas teks dan stabilitas makna. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif berbasis studi kepustakaan dengan pendekatan genealogi untuk menelusuri perkembangan historis dan intelektual ilmu-ilmu Al-Qur’an sejak masa kenabian, periode sahabat dan tabi’in, hingga terbentuknya sistem ulum al-Qur’an klasik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ilmu-ilmu Al-Qur’an tidak lahir secara ahistoris, melainkan sebagai respons dialektis terhadap kebutuhan umat dalam memahami wahyu di tengah perubahan zaman. Kodifikasi Al-Qur’an, pergeseran metodologi tafsir dari riwayah menuju dirayah, serta kodifikasi ulum al-Qur’an merupakan tahapan penting dalam pembentukan sistem keilmuan Islam. Penelitian ini menegaskan bahwa ulum al-Qur’an merupakan produk interaksi dinamis antara teks wahyu, tradisi lisan, dan perkembangan peradaban Islam, yang hingga kini tetap relevan namun menuntut pembacaan kritis dan kontekstual.

References

Abdullah, A. (2005). Kata Pengantar dalam Fanani. Berbagai Pembacaan Kontemporer Al-Qur’an. Yogyakarta:LKiS, 2005.

Abdullah, A. S. (2020). Abdullah, Acim Subhan. Kajian Ulumul Qur’an. Mataram: CV. Al-Haramain, 2020.

Ahmad Izzan. (2007). Metodologi Ilmu Tafsir.Bandung: Tafakur 2007.

Ani Ummi Maslahah. (2015). “Al-Qur’an, Tafsir, dan Ta’wil dalam Perspektif Sayyid Abu al-A’la al-Maudu>di” Hermenrutika: Volume 9, nomor 1, Juni 2015, 38.

HS, M. A. (2019). Verbalisasi Al-Qur’an dan Nilai Pancasila Legitimasi Surah Al-Ma’idah 5/;49”. Jurnal Ṣuḥuf, 12(2), 332.

Kamal, H. A. M. (2023). Ulum al-Qur’an: Studi Problematik.a Lesejarahan dan Tema-Tema Penting. (Bandung:Widina Media Utama, 2023), h.4.

Khalid, R. (2011). Mengkaji Ilmu-ilmu Al-Qur’an (Makasar: Alauddin Universiti Press, 2011).

Mattson, I. (2013). Ulumul Qur’an Zaman Kita. (C. L. Yasin, Trans.) Jakarta: Zaman.

Segaf Baharun, Khonsa’ Nabila, dan M. S. bin H. (2023). “A Corelation between Poor Motivation and The Efficiency of Female Students in Speaking Skills at Indonesian Islamic Boarding School | ’Alaaqah bayna Dha’f Al-Daafi’iyyah wa Kafaaah Thaalibah fi Mahaarah AlKalaam bi Al-Ma’had Al-Islaamiy Al-Induuniisiy,” .

T.M. Hasbi Ash-Shiddieqi. (1973). Ilmu-Ilmu Al-Qur’an, (Jakarta:Bulan Bintang, 1973, 113.

Downloads

Published

2026-01-14