Hubungan Kepatuhan Diet Tinggi Protein Dan Perawatan Luka Menggunakan Balutan Modern Dengan Penyembuhan Luka Diabetes Pada Pasien Diabetes Melitus Di RSUD Sayang Cianjur Tahun 2025
Keywords:
diabetes melitus, diet tinggi protein, balutan modernAbstract
Diabetes melitus merupakan penyakit kronis yang sering menimbulkan komplikasi berupa luka diabetes yang sulit sembuh akibat gangguan vaskular, neuropati, dan hiperglikemia kronis. Penyembuhan luka diabetes dipengaruhi oleh berbagai faktor, di antaranya kepatuhan diet tinggi protein dan perawatan luka menggunakan balutan modern. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kepatuhan diet tinggi protein dan perawatan luka menggunakan balutan modern dengan penyembuhan luka diabetes pada pasien diabetes melitus di RSUD Sayang Cianjur tahun 2025. Penelitian ini menggunakan desain analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian adalah pasien diabetes melitus dengan luka diabetes yang dirawat di RSUD Sayang Cianjur. Data dikumpulkan melalui kuesioner kepatuhan diet tinggi protein, observasi perawatan luka menggunakan balutan modern, serta penilaian proses penyembuhan luka. Analisis data dilakukan menggunakan uji statistik yang sesuai. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara kepatuhan diet tinggi protein dengan penyembuhan luka diabetes serta antara perawatan luka menggunakan balutan modern dengan penyembuhan luka diabetes. Pasien yang patuh terhadap diet tinggi protein dan mendapatkan perawatan luka menggunakan balutan modern memiliki proses penyembuhan luka yang lebih baik.
References
Aini, N. S., Suhari, S., & Ro’isah, R. (2024). Hubungan kepatuhan diet tinggi protein dan kecemasan dengan penyembuhan luka diabetes mellitus di Rumah Sakit Umum Muhammadiyah Lumajang. Jurnal Keperawatan, 18(1), 1–10. https://doi.org/10.56586/jk.v18i1.377
Aini, N. S., et al. (2025).
Arinimi, M. I., Hermansyah, H., Hayati, W., & Khaira, N. (2024). Korelasi dukungan keluarga dan penyembuhan luka pasien diabetes mellitus di klinik perawatan luka. Jurnal SAGO Gizi dan Kesehatan, 5(2), 532. https://doi.org/10.30867/gikes.v5i2.1695
Cahyono, A. D., Tamsuri, A., & Wiseno, B. (2021). Wound care dan health education pada masyarakat kurang mampu yang mengalami skin integrity disorders. Journal of Community Engagement in Health, 4(2), 424–431.
Febyana, I. C. (2025). Efektivitas modern dressing dan kepatuhan diet terhadap kesembuhan luka ulkus diabetikum pada pasien diabetes melitus.
International Diabetes Federation (IDF). (2023).
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023).
Maulidia, R., Riza, S., & Putra, Y. (2022). Faktor-faktor yang berhubungan dengan lama penyembuhan luka gangren. Journal of Healthcare Technology and Medicine, 8(2).
Masi, G., Katuuk, M. E., & Rotty, M. P. F. (2023). Efektivitas air mineral sebagai cairan pencuci luka untuk penyembuhan luka kronis. Jurnal Keperawatan, 11(1), 81–85.
Nur, M. (2023). Tingkat kepatuhan diet pada pasien diabetes mellitus.
PERKENI. (2021).
Purwandari, C. A. A., Wirjatmadi, B., & Mahmudiono, T. (2022). Faktor risiko komplikasi kronis diabetes melitus tipe 2. Amerta Nutrition, 6(3), 262–271.
Putri, D. M. P., et al. (2022). Integrated diabetes self-management mobile application. PLoS ONE, 17(11).
Putri, D. T. (2023). Faktor dominan yang menyebabkan kecemasan pada pasien diabetes mellitus. Jurnal Multidisiplin Indonesia, 2(8), 2009–2016.
Riskesdas. (2018). Laporan Riskesdas 2018 Nasional.
Tubalawony, S. L., & Parinussa, N. (2023). Hubungan lama menderita dan komplikasi dengan kualitas tidur pasien diabetes mellitus. Jurnal Ilmiah Global Education, 4(2), 502–508.
Utari, W. G., Saputra, Y. D., & Andanalusia, M. (2020). Hubungan keyakinan dan kepuasan terapi terhadap kepatuhan terapi pasien diabetes melitus.
World Health Organization. (2016). Global report on diabetes.
Zhang, S., et al. (2017).
Zhang, S., et al. (2023). Recent advances in responsive hydrogels for diabetic wound healing. Materials Today Bio, 18.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Rini Anggraeni, Weslei Daeli, Siti Kamillah

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.










