Analisis Fenomena Alih Kode, Campur Kode, Interferensi, dan Integrasi pada Masyarakat Dwibahasawan di Lingkungan Mahasiswa
Keywords:
sosiolinguistik, alih kode, campur kodeAbstract
Fenomena penggunaan lebih dari satu bahasa dalam komunikasi sehari-hari merupakan hal yang umum terjadi dalam masyarakat dwibahasawan, khususnya di lingkungan akademik. Dalam kajian sosiolinguistik, fenomena tersebut dapat berupa alih kode, campur kode, interferensi, dan integrasi bahasa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk-bentuk fenomena kebahasaan tersebut dalam tuturan mahasiswa serta mengidentifikasi faktor penyebab dan dampaknya dalam komunikasi akademik. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi dan pencatatan tuturan mahasiswa di lingkungan perkuliahan. Data penelitian berupa beberapa tuturan mahasiswa yang mengandung unsur alih kode, campur kode, interferensi, dan integrasi bahasa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fenomena campur kode, alih kode, interferensi, dan integrasi sering muncul dalam komunikasi mahasiswa karena pengaruh lingkungan akademik yang bilingual, perkembangan teknologi digital, serta kebiasaan penggunaan istilah bahasa Inggris dalam aktivitas perkuliahan. Fenomena tersebut memiliki dampak positif seperti memperkaya kosakata bahasa Indonesia dan mempermudah komunikasi akademik. Namun demikian, penggunaan bahasa asing secara berlebihan juga berpotensi mengurangi penggunaan bahasa Indonesia secara baku dalam situasi formal.
References
Azis, H., & Rahmawati, L. (2020). Alih kode dan campur kode dalam pembelajaran bahasa Indonesia. Estetik: Jurnal Bahasa Indonesia.
Faradyna, V. N. (2024). Campur kode dalam interaksi mahasiswa PBSI Universitas Lambung Mangkurat. Jurnal Cahaya Edukasi.
Hasanah, M., et al. (2024). Analisis kodemixing dan kode-switching dalam percakapan mahasiswa PBSI. Jurnal Padamu Negeri.
Juwita, S. R., et al. (2022). Campur kode bahasa gaul mahasiswa dalam pembelajaran bahasa Indonesia. Diksa: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia.
Lingua: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya.
Mahsusi, J., Djatmika, & Marmanto. (2017). Pemilihan kode pada mahasiswa Riau di Yogyakarta.
Nadar, F.X. (2009). Pragmatik dan Penelitian Pragmatik. Yogyakarta: Graha Ilmu.
Nugroho, A. I., & Mulyeni, S. (2024). Bahasa Indonesia dan tantangan media sosial: Analisis codeswitching mahasiswa. Jurnal Nakula.
Prihandini, A., Bustam, M. R., & Heriyati, N. (2016). Campur dan alih kode dalam komunikasi dosen dan mahasiswa. Majalah Ilmiah UNIKOM.
Putri, D. (2021). “Tanggung Jawab Sosial Penerima Beasiswa Pemerintah.” Jurnal Kebijakan Pendidikan Indonesia.
Rachman, M. A. (2023). “Peran Beasiswa LPDP dalam Pengembangan Sumber Daya Manusia Indonesia.” Jurnal Pendidikan Indonesia.
Rahardi, K. (2005). Pragmatik: Kesantunan Imperatif Bahasa Indonesia. Jakarta: Erlangga.
Salsabila, A. N., et al. (2025). Code-mixing dan code-switching dalam media sosial mahasiswa. Jurnal Riset Rumpun Ilmu Bahasa.
Sari, N. (2020). “Analisis Wacana Media dalam Pembentukan Opini Publik.” Jurnal Komunikasi Indonesia.
Shoolihah, R. (2023). Peristiwa campur kode pada media sosial Instagram dan Twitter. Jurnal Pena Indonesia.
Yule, G. (2014). Pragmatik. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Aulia Syahfitri Harahap, Bertiana Putri Saragih, Devi Enjelina Nainggolan, Elisabet Siska Limbong

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.










