Peran Toleransi dalam Membangun Keharmonisan Mahasiswa di Lingkungan Kampus Multikultural

Authors

  • Stefani Pia Benedigta Malau Universitas Sumatera Utara
  • Tio Agnes Br Sinaga Universitas Sumatera Utara
  • Maria Fatricia Nainggolan Universitas Sumatera Utara
  • Aura Dwi Kanti Universitas Sumatera Utara
  • Ipan Stumetru Tanjung Universitas Sumatera Utara

Keywords:

toleransi, keharmonisan, kampus multikultural

Abstract

Lingkungan kampus multikultural di Indonesia dipenuhi mahasiswa dari berbagai suku, agama, dan budaya, yang sering menimbulkan potensi konflik. Artikel ini bertujuan mengkaji peran toleransi dalam membangun keharmonisan melalui kajian pustaka sistematis dari 9 sumber primer periode 1954-2023. Hasil menunjukkan bahwa toleransi berbentuk penghargaan terhadap perbedaan, kerjasama lintas budaya, dan saling menghormati mampu mencegah konflik serta menciptakan suasana kampus yang damai. Oleh karena itu, diperlukan penguatan melalui lokakarya toleransi wajib pada orientasi mahasiswa baru untuk menjaga persatuan di tengah keberagaman.

References

Allport, G. W. (1954). The nature of prejudice. Addison-Wesley.

Fuchs, A. (1995). Harmoni sosial dalam masyarakat plural. Penerbit Erlangga.

Kamus Besar Bahasa Indonesia. (2022). Edisi V. Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa.

Kemdikbud. (2022). Pedoman pendidikan multikultural. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Jakarta.

Kompas. (2023, 15 Mei). Dialog toleransi atasi konflik asrama UB Malang. https://kompas.id/baca/berita-2023/05-15-dialog-toleransi

Parekh, B. (2000). Rethinking multiculturalism. Harvard University Press.

Soetomo, S. (2009). Sosiologi konflik dan integrasi sosial. Pustaka Pelajar.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia

Downloads

Published

2026-06-05