Analisis Tindak Tutur dan Strategi Kesantunan Pedagang di Pasar Tradisional Studi Kasus: Pasar MMTC Pancing dan Pasar Lau Dendang

Authors

  • Aditia Hizki Tarigan Universitas Negeri Medan
  • Juanda Alfario Turnip Universitas Negeri Medan
  • Maturianus Laia Universitas Negeri Medan
  • Meiriati Simanjuntak Universitas Negeri Medan
  • Mohd. Apryanta Sukasa Universitas Negeri Medan
  • Veronika Simbolon Universitas Negeri Medan
  • M. Oky Fardian Gafari Universitas Negeri Medan

Keywords:

Tindak Tutur, Strategi Kesantunan, Pedagang

Abstract

Bahasa memiliki peran penting dalam kegiatan jual beli di pasar tradisional karena menjadi sarana utama yang digunakan pedagang dan pembeli untuk berinteraksi, melakukan tawar-menawar, serta membangun hubungan sosial yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk-bentuk tindak tutur dan strategi kesantunan yang digunakan oleh pedagang di Pasar MMTC Pancing dan Pasar Lau Dendang dalam berkomunikasi dengan pembeli. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara mendalam terhadap pedagang yang dipilih yang kemudian dianalisis melalui proses transkripsi, pengelompokan data, dan interpretasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pedagang di kedua pasar menggunakan berbagai jenis tindak tutur, seperti tindak tutur asertif, direktif, ekspresif, dan komisif dalam proses komunikasi dengan pembeli. Dalam menyapa pembeli, pedagang menggunakan sapaan yang santun seperti “Kak”, “Bang”, “Ibu”, dan “Bapak” sebagai bentuk penghormatan. Pedagang di Pasar Lau Dendang cenderung lebih luwes dan akrab dalam berinteraksi dibandingkan pedagang muda di Pasar MMTC Pancing yang masih menunjukkan rasa canggung dalam komunikasi. Dalam menghadapi tawaran harga yang terlalu rendah, pedagang menggunakan strategi kesantunan positif dengan memberikan alasan yang logis dan menawarkan harga tanpa menyinggung perasaan pembeli. Selain itu, dalam menangani komplain dan barang rusak, pedagang menunjukkan sikap terbuka, menggunakan bahasa yang sopan, serta menghindari kata-kata yang bernada kasar atau merendahkan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penggunaan tindak tutur yang tepat dan strategi kesantunan yang baik berperan penting dalam menciptakan komunikasi yang harmonis, menjaga hubungan sosial antara pedagang dan pembeli, serta mendukung keberhasilan transaksi di pasar tradisional.

References

Devi, R. P. I., & Utomo, A. P. Y. (2020). Tindak Tutur Ilokusi pada Interaksi Jual Beli di Pasar Tradisional Bandarjo Ungaran dalam Kajian Pragmatik. Riksa Bahasa, 6(2), 173–182.

Howard Giles. (1987). Language, Society and Identity. Oxford: Basil Blackwell.

Penelope Brown, & Stephen C. Levinson. (1987). Politeness: Some Universals in Language Usage. Cambridge: Cambridge University Press.

Ronald Wardhaugh, & Janet M. Fuller. (2015). An Introduction to Sociolinguistics (7th ed.). Oxford: Wiley-Blackwell.

Sari, dkk. (2020). Pengaruh Usia Penutur terhadap Strategi Kesantunan dalam Interaksi Pasar Tradisional. Jurnal Sosiolinguistik, 5(2), 115–127.

Tama, F. O., Putri, R. A., & Wijaya, H. (2025). Tindak Tutur dalam Negosiasi: Strategi Bahasa dalam Interaksi Pedagang dan Pembeli di Pasar Raya Padang. Kopula: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pendidikan, 3(1), 25–37.

Wahyuni, L., & Afifah, N. (2021). Perbandingan Kesantunan Berbahasa di Pasar Tradisional dan Pasar Modern. PRASASTI: Journal of Linguistics, 6(2), 112–124.

Downloads

Published

2026-06-05