Fenomena Campur Kode Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris dalam Komunikasi Remaja di Media Sosial Tiktok
Keywords:
campur kode, bahasa Indonesia, bahasa InggrisAbstract
Fenomena campur kode bahasa Indonesia dan bahasa Inggris dalam komunikasi remaja di media sosial TikTok merupakan salah satu bentuk perkembangan bahasa yang semakin berkembang di era digital. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bentuk-bentuk campur kode, faktor-faktor yang memengaruhi penggunaannya, serta dampaknya terhadap komunikasi remaja. Penelitian menggunakan metode studi literatur (library research) dengan mengkaji berbagai jurnal, artikel ilmiah, dan sumber akademik yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa campur kode banyak ditemukan dalam bentuk penyisipan kata, frasa, dan klausa bahasa Inggris ke dalam bahasa Indonesia. Faktor-faktor yang memengaruhi penggunaan campur kode meliputi globalisasi, perkembangan teknologi digital, pengaruh lingkungan pertemanan, pembentukan identitas sosial, serta efisiensi penggunaan kosakata. Campur kode memberikan dampak positif berupa peningkatan penguasaan kosakata bahasa Inggris dan kreativitas berbahasa, namun juga berpotensi mengurangi penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar apabila digunakan secara berlebihan. Oleh karena itu, diperlukan kesadaran dalam menggunakan campur kode secara bijak agar perkembangan bahasa asing dapat berjalan seimbang dengan pelestarian bahasa Indonesia sebagai identitas nasional. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman mengenai dinamika penggunaan bahasa remaja di media sosial serta pengaruh perkembangan teknologi terhadap pola komunikasi generasi muda
References
A. N. (2026). Fenomena Campur Kode dalam Video TikTok: Representasi Identitas dan Dinamika Bahasa Generasi Muda Urban. Mesada: Journal of Innovative Research, 3(1), 182–187.
Budiana, N., Safitri, S., Ratnasari, H., & Mustofa, M. (2024). Fenomena campur kode pada komunikasi Gen Z: Analisis wacana di media sosial TikTok. ISOLEK: Jurnal Pendidikan, Pengajaran, Bahasa, dan Sastra, 3(2).
Hilmiyatun, & Zahara, L. (2024). Fenomena Alih Kode dan Campur Kode pada Komunikasi Remaja di Media Sosial. BAHTRA: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra, 5(1), 17–23.
Hilmiyatun, & Zahara, L. (2024). Fenomena alih kode dan campur kode pada komunikasi remaja di media sosial. BAHTRA: Pendidikan Bahasa dan Sastra, 5(1).
Kuswara, D. I., Gea, E. P., Silalahi, L. A., Jasmine, M., Syarihah, R., Sapana, Rohim, I. A., Wei, W., & Yunus, S. (2026). Campur Kode di TikTok: Tren atau Gejala Lunturnya Bahasa. Psikosospen: Jurnal Psikososial dan Pendidikan, 2(1), 838–846.
S. D., Mikradi, W., & Wulandari, Sihombing, N. (2024). Penggunaan campur kode dalam bahasa Indonesia di media sosial TikTok: Analisis gaya bahasa dan dampaknya pada komunikasi online (Skripsi). Universitas Muslim Nusantara Al-Washliyah.
Sucipta, I. M. D., Widanta, I. M. R. J.,Sutarma, I. G. P., Ardika, I. W. D.,& Hidayanti, N. N. A. T. (2025). Campur kode penggunaan bahasa Indonesia: Studi kasus media sosial TikTok. Indonesian Journal on Education, 1(4), 378–384.
Zakiyyatussholiha. (2024). Proses alih kode dan campur kode di akun TikTok @_sazh. Jurnal Guru Indonesia, 4(2).
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Indah Novita Gultom, Intan Febriana, Jhesika Rahma Putri, Putri Handayani, Santa Laura Gultom

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.










