Prosesi Tiwah dan Pemberian Hewan Kurban (Pantan) pada Masyarakat Dayak Ngaju Kalimantan Tengah
Keywords:
Tiwah, Dayak Ngaju, Hewan KurbanAbstract
Masyarakat Dayak Ngaju melaksanakan Tiwah sebagai upacara sakral untuk mengantarkan roh orang meninggal menuju alam kedamaian abadi. Pemberian hewan kurban menjadi bagian utama yang tidak terpisahkan dari rangkaian ritual ini. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pelaksanaan Tiwah, jenis hewan yang dikorbankan, tata cara pemberiannya, serta makna yang terkandung di dalamnya. Penulis menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan mengumpulkan data melalui studi pustaka dan wawancara mendalam bersama tokoh adat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hewan kurban bukan sekadar sesajen, melainkan memiliki fungsi ganda: sebagai bekal perjalanan roh, sarana penyucian, simbol ketulusan, dan pengikat persatuan sosial. Nilai ekonomi dan etika juga melekat dalam praktik ini, sehingga masyarakat menyesuaikan pelaksanaannya agar tetap relevan dengan kondisi zaman tanpa menghilangkan esensi sakralnya.
References
Barley, N. (2013). Antropologi budaya: Pengantar pemahaman tentang manusia dan kebudayaan (Edisi ke-2). UI Press.
Haryono, S. (2018). Kearifan lokal dalam sistem kepercayaan masyarakat Dayak. Penerbit Ombak.
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. (2020). Katalog warisan budaya tak benda Indonesia. Direktorat Jenderal Kebudayaan.
Kusumawati, A. (2021). Simbolisme dan makna hewan kurban dalam tradisi masyarakat Kalimantan Tengah. Jurnal Antropologi Indonesia, 15(2), 112–125.
Sutrisno, E. (2019). Sosiologi budaya: Teori dan aplikasi. Rajawali Pers.
Wawancara dengan Tokoh Adat Dayak Ngaju. (2026, 12 Maret). Tata cara dan makna kurban dalam upacara Tiwah. Sampit, Kalimantan Tengah.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Dersa Yeni, Agustina Agustina, Agustina Efi

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.










