Film dan Fotografi dalam Filsafat Estetika
Keywords:
film, fotografi, seni visualAbstract
Film dan fotografi merupakan bentuk seni visual modern yang berkembang pesat seiring kemajuan teknologi. Keduanya tidak hanya berfungsi sebagai media hiburan dan dokumentasi, tetapi juga memiliki nilai estetika yang berkaitan dengan pengalaman artistik, representasi realitas, dan pembentukan makna visual. Dalam kajian filsafat estetika, film dan fotografi dipahami sebagai medium seni yang mampu membangun emosi, kesadaran sosial, serta refleksi filosofis melalui gambar dan simbol visual. Permasalahan yang dibahas dalam penelitian ini adalah bagaimana hakikat film dan fotografi dalam perspektif filsafat estetika, bagaimana unsur-unsur estetika yang terdapat dalam film dan fotografi, serta bagaimana perkembangan estetika visual di era digital mempengaruhi makna dan fungsi keduanya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka (library research). Data diperoleh dari berbagai buku, jurnal ilmiah, artikel akademik, dan penelitian terdahulu yang berkaitan dengan filsafat estetika, film, dan fotografi. Teknik analisis data dilakukan melalui metode analisis isi (content analysis) dengan mengkaji konsep-konsep estetika dari tokoh-tokoh seperti Walter Benjamin, Roland Barthes, Gilles Deleuze, dan Sergei Eisenstein. Hasil penelitian menunjukkan bahwa film dan fotografi bukan sekadar media visual, melainkan bentuk seni yang memiliki kemampuan membangun pengalaman estetis, menyampaikan kritik sosial, dan merepresentasikan realitas melalui sudut pandang artistik tertentu. Di era digital, perkembangan teknologi visual semakin memperluas fungsi estetika film dan fotografi, namun juga menimbulkan tantangan terkait autentisitas, manipulasi visual, dan dominasi budaya citra dalam kehidupan modern
References
Ariansah, M. (1895). Film Dan Estetika.
Difa, A. D. (N.D.). Fotografi Jurnalistik Seni Merekam Sejarah. 5, 292–303.
Faisal, A. A. (2022). Filsafat Film: Hakikat Gambar Dalam Film Menurut Gilles Deleueze. 8(2), 207–222. Https://Doi.Org/Https://Doi.Org/10.20871/Kpjipm.V8i2.212
Hardiman, F. B. (2020). Aura Dalam Reproduksi Digital: Membaca Ulang Walter Benjamin. 19, 115–126. Https://Doi.Org/Http://Dx.Doi.Org/10.31385/Jl.V19i2.210.115-126
Jauhari, Marianto, M. D., & Irwandi. (N.D.). Decisive Moment In Performing Art Photography : Between Aesthetic Sense And Creative Practice. 104–122. Https://Doi.Org/10.33153/Artistic.V6i2.7173
Kurniawan, A., & Hidayatullah, R. (N.D.). Estetika Seni.
Prasetyo, M. E., & Imamul, M. (2024). Visual Aesthetics Semiotics Roland Barthes Photography Journalistic Works Phenomenal World. 3(1), 27–39.
Ray, L. (2020). Social Theory , Photography And The Visual Aesthetic Of Cultural Modernity. Https://Doi.Org/10.1177/1749975520910589
Riyadi, T. (2014). Sinematografi Dengan Kamera Dslr. Journal Of Indonesia Culture And Society, 5(2), 9, 919–929. Https://Doi.Org/Https://Doi.Org/10.21512/Humaniora.V5i2.3189
Setiawan, R., & Bornok, M. B. (2015). Estetika Fotografi. Vol. 1.
Sumpena, D. D. (2022). Analisis Estetika Montage Pada Film Irrational Man Karya Woody Allen.
Tukan, B. (N.D.). Dua Aura Pada Karya Seni: Pembacaan Awal Konsep Aura Karya Seni Menurut Walter Benjamin. Jurnal Karbon, 121–127
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Mutiah Mutiah, Dinda Ratna Sari

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.










