Tantangan dan Strategi Belajar Mahasiswa BKPI UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten dalam Menguasai Keterampilan Konseling

Authors

  • Nada Fayha Efendi Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin Banten
  • Amalia Rahma Kurniana Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin Banten
  • Elsa Pebryani Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin Banten
  • Muhammad Hafi Azizi Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin Banten
  • Herlina Pratiwi Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Keywords:

keterampilan konseling, mahasiswa BKPI, strategi belajar

Abstract

Keterampilan konseling adalah kemampuan vital yang harus dimiliki oleh mahasiswa Bimbingan dan Konseling Pendidikan Islam (BKPI) untuk bisa memberikan bantuan kepada individu dengan efektif. Namun, proses menguasai keterampilan ini penuh dengan berbagai rintangan yang dapat mempengaruhi keberhasilan dalam belajar mahasiswa secara keseluruhan. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan rintangan yang dihadapi oleh mahasiswa BKPI di UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten dalam menguasai keterampilan konseling dan mengidentifikasi strategi belajar yang mereka gunakan untuk mengatasi rintangan tersebut. Penelitian ini mengadopsi pendekatan kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan mahasiswa BKPI yang telah mengikuti mata kuliah keterampilan dan praktikum konseling. Data selanjutnya dianalisis melalui teknik pengurangan data, penyajian informasi, dan penarikan kesimpulan, serta dilakukan uji keabsahan melalui triangulasi sumber dan metode. Temuan penelitian menunjukkan bahwa tantangan utama yang dihadapi oleh mahasiswa termasuk kesulitan dalam menerapkan teori ke praktik, rendahnya tingkat percaya diri, kecemasan saat melakukan sesi konseling, dan kesulitan dalam mengembangkan empati serta refleksi emosional. Untuk mengatasi tantangan ini, mahasiswa menggunakan beragam strategi belajar, seperti menjalani latihan role play, mengamati praktik konseling, memanfaatkan video pembelajaran, meminta masukan dari dosen serta teman-teman sejawat, dan melakukan refleksi diri. Strategi-strategi ini terbukti efektif dalam membantu mahasiswa meningkatkan keterampilan konseling, memperkuat rasa empati, serta membangun kepercayaan diri dalam praktik konseling. Oleh karena itu, penguasaan keterampilan konseling memerlukan pengalaman praktik yang konsisten dan dukungan dari lingkungan pembelajaran yang mendukung.

References

Bandura, A. (1986). Social Foundations of Thought and Action: A Social Cognitive Theory. Prentice-Hall.

Corey, G. (2021). Theory and Practice of Counseling and Psychotherapy (10th ed.). Cengage Learning.

Hamalik, O. (2019). Proses Belajar Mengajar. Bumi Aksara.

Kolb, D. A. (2015). Experiential Learning: Experience as the Source of Learning and Development (2nd ed.). Pearson Education.

Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2020). Qualitative Data Analysis: A Methods Sourcebook (4th ed.). Sage Publications.

Nelson-Jones, R. (2015). Basic Counselling Skills: A Helper’s Manual (4th ed.). Sage Publications.

Sardiman. (2018). Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. Rajawali Pers.

Sugiyono. (2023). Metode Penelitian Kualitatif. Alfabeta.

Downloads

Published

2026-06-16