Gawai dan Degradasi Kinestetik: Analisis Komparatif Disrupsi Sendenter Terhadap Trajektori Perkembangan Motorik Kasar Anak Usia Dini
Keywords:
Disrupsi Sedenter, Gawai, Degradasi KinestetikAbstract
Penetrasi teknologi digital dalam ekosistem domestik anak usia dini telah menggeser batasan aktivitas fisik konvensional secara radikal, melahirkan fenomena disrupsi sedenter yang mengancam pematangan fisik generasi muda. Penelitian ini diorientasikan untuk membedah secara komparatif implikasi ketergantungan gawai terhadap trajektori perkembangan motorik kasar pada anak usia dini. Menggunakan pendekatan kuantitatif komparatif dengan desain ex-post facto, studi ini melibatkan subjek berusia 4–6 tahun yang diklasifikasikan secara segmental ke dalam dua kelompok ekstrem, yakni kelompok dengan durasi paparan layar tinggi (high-screen time) dan kelompok dengan durasi paparan layar rendah (low-screen time). Evaluasi kompetensi kinetik diukur secara presisi menggunakan instrumen standar Test of Gross Motor Development (TGMD) untuk menilai sub-skala kemampuan lokomotor dan kontrol objek, yang kemudian disandingkan dengan log aktivitas harian orang tua. Hasil analisis statistik inferensial menyingkap adanya anomali dan degradasi kinestetik yang signifikan pada kelompok anak dengan aktivitas sedenter tinggi. Subjek yang mengalami keterikatan eksesif pada gawai menunjukkan regresi kemampuan fungsional yang tajam, terutama pada aspek stabilitas koordinasi dinamis serta presisi manipulasi objek dibandingkan dengan kelompok kontrol yang aktif. Kesenjangan perkembangan ini membuktikan bahwa kelangkaan stimulasi gerak akibat gaya hidup sedenter digital menghambat optimalisasi jalur neuromuskular dalam mengoordinasikan motorik kasar. Sebagai konklusi, dominasi gawai dalam rutinitas harian anak bertindak sebagai agen disrupsi yang membelokkan trajektori perkembangan motorik alami dari kurva idealnya. Implikasi praktis studi ini mendesak rekonstruksi pola pengasuhan serta intervensi pedagogi gerak aktif di lembaga pendidikan anak usia dini demi memitigasi krisis kinestetik kontemporer.
References
Fraenkel, J. R., Wallen, N. E., & Hyun, H. H. (2012). How to design and evaluate research in education (8th ed.). New York, NY: McGraw-Hill.
Gallahue, D. L., & Ozmun, J. C. (2012). Understanding Motor Development: Infants, Children, Adolescents, Adults (7th ed.). New York, NY: McGraw-Hill.
Haywood, K. M., & Getchell, N. (2014). Life Span Motor Development (6th ed.). Champaign, IL: Human Kinetics.
Magill, R. A. (2011). Motor Learning and Control: Concepts and Applications (9th ed.). New York, NY: McGraw-Hill.
Schmidt, R. A., & Lee, T. D. (2011). Motor Control and Learning: A Behavioral Emphasis (5th ed.). Champaign, IL: Human Kinetics.
Sugiyono. (2015). Metode penelitian pendidikan (Pendekatan kuantitatif, kualitatif, dan R&D). Bandung: Alfabeta.
Tremblay, M. S., Aubert, S., Barnes, J. D., Saunders, T. J., Carson, V., Latimer-Cheung, A. E., ... & Chinapaw, M. J. (2017). Sedentary Behavior Research Network (SBRN) - Terminology Consensus Project process and outcome. International Journal of Behavioral Nutrition and Physical Activity, 14(1), 1-17.
Ulrich, D. A. (2000). Test of Gross Motor Development-2: Product characteristics. Austin, TX: Pro-Ed.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Perdi Simanggunsong, Rivaldo Sibrani, Muhammad Haris Topani, Rahma Dewi, Jan Bobby Nesra Barus

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.










