Digitalisasi Nagari Lubuk Pandakian: Mengangkat Pesona Tersembunyi Air Terjun di Sumpur Kudus, Sijunjung Ke Hadapan Dunia

Authors

  • Nurul Fadillah Hutabarat Universitas Negeri Padang
  • Meiva Firdazani Universitas Negeri Padang
  • Indah Qairani Universitas Negeri Padang
  • Sulaiman Ansori Rangkuti Universitas Negeri Padang
  • Yushar Diva Candra Universitas Negeri Padang

Keywords:

Digitalisasi Nagari, Lubuk Pandakian, Wisata Air Terjun

Abstract

Kecamatan Sumpur Kudus, Kabupaten Sijunjung, Provinsi Sumatera Barat, memiliki sebelas nagari, salah satunya adalah Nagari Sumpur Kudus. Nagari ini terbagi ke dalam sembilan jorong, yakni Jorong Pintu Rayo, Jorong Sipuah, Jorong Taragak Tangah, Jorong Tombang, Jorong Ujuang Luhak, Jorong Payo Sahadat, Jorong Koto, Jorong Batang Somi, dan Jorong Kampuang Rajo, dengan keseluruhan luas wilayah sekitar 8.800 hektare. Beberapa objek wisata yang dapat ditemukan di wilayah ini di antaranya adalah Makam Rajo Ibadat dan Tugu PDRI. Adapun kawasan barat dan timur nagari sebagian besar berupa perbukitan yang oleh masyarakat setempat dimanfaatkan sebagai lahan pertanian dan tegalan. Konsep digitalisasi nagari atau nagari digital hadir sebagai upaya untuk mendukung terwujudnya tata kelola pemerintahan berbasis elektronik, dengan pendekatan yang dimulai dari tingkat paling bawah kemudian berkembang ke atas (bottom-up). Selain itu, konsep ini juga bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat nagari melalui pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) berbasis digital (Metanfuan, 2021). Nagari Lubuk Pandakian yang berada di Kecamatan Sumpur Kudus, Kabupaten Sijunjung, Sumatera Barat, sesungguhnya menyimpan kekayaan alam dan budaya yang sangat berharga, namun sayangnya masih jauh dari perhatian publik. Artikel ini disusun dengan tujuan memperkenalkan berbagai potensi yang dimiliki Nagari Lubuk Pandakian, terutama objek wisata air terjun yang keberadaannya belum diketahui secara luas oleh masyarakat. Padahal, keindahan alam air terjun di Lubuk Pandakian tidak kalah memukau dibandingkan destinasi wisata lainnya di Sumatera Barat. Kurangnya penyebaran informasi secara digital menjadi faktor utama yang membuat potensi ini belum tergali dengan baik. Data dan informasi dalam artikel ini diperoleh melalui pengamatan langsung di lapangan serta kegiatan dokumentasi di lokasi wisata. Dengan memanfaatkan digitalisasi nagari sebagai sarana promosi, diharapkan wisata air terjun ini mampu menjangkau khalayak yang lebih luas, sekaligus menjadi penggerak perekonomian warga setempat secara jangka panjang.

References

Adelpho, R. (2025). Nagari Sumpur Kudus Dalam Fotografi Dokumenter. Menulis: Jurnal Penelitian Nusantara, 1(8), 449-458.

Adelpho, R. (2025). Nagari Sumpur Kudus dalam fotografi dokumenter. Menulis: Jurnal Penelitian Nusantara, 1(8), 449–458

Aziz, A. (2023). Pengembangan daya tarik wisata berbasis potensi lokal dalam meningkatkan kunjungan wisatawan. Jurnal Pariwisata Indonesia, 15(2), 45–56.

BARAT, D. S., & KEBUDAYAAN, D. P. D. KEARIFAN TRADISIONAL MASYARAKAT PEDESAAN DALAM PEMELIHARAAN LINGKUNGAN HIDUP.

Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. (1991). Kearifan Tradisional Masyarakat Pedesaan dalam Pemeliharaan Lingkungan Hidup. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

Manalu, S. H., & Citra, I. P. A. (2020). Strategi pengembangan daya tarik wisata air terjun di Desa Sambangan. Jurnal Pendidikan Geografi Undiksha, 8(3), 148-156.

Manalu, S. H., & Citra, I. P. A. (2020). Strategi pengembangan daya tarik wisata air terjun di Desa Sambangan. Jurnal Pendidikan Geografi Undiksha, 8(3), 148–156. https://doi.org/10.23887/jjpg.v8i3.29470

Metanfuan, H. (2021). Digitalisasi desa sebagai upaya peningkatan kualitas pelayanan publik dan kesejahteraan masyarakat. Jurnal Administrasi Publik, 12(1), 1–10.

Muthiah, A. S. (2018). Memasuki Nagari Sumpur Kudus.

Muthiah, A. S. (2018). Memasuki Nagari Sumpur Kudus. Padang: Penerbit Minangkabau Press.

Rismandona. (2014). Sejarah dan perkembangan Nagari Sumpur Kudus sebagai Makkah Darek di Kabupaten Sijunjung. Jurnal Sejarah dan Budaya Minangkabau, 3(2), 55–67.

Yuliani, W. (2018). Metode penelitian deskriptif kualitatif dalam perspektif bimbingan dan konseling. QUANTA: Kajian Bimbingan dan Konseling dalam Pendidikan, 2(2), 83-91.

Yuliani, W. (2018). Metode penelitian deskriptif kualitatif dalam perspektif bimbingan dan konseling. QUANTA: Kajian Bimbingan dan Konseling dalam Pendidikan, 2(2), 83–91. https://doi.org/10.22460/q.v2i2p83-91.1641

Downloads

Published

2026-06-20