Kerajaan Pagaruyuang dan Jejak Kehidupan Masyarakat pada Masa Hindhu Buddha di Minangkabau
Keywords:
Kerajaan Pagaruyung, Kehidupan Masyarakat, MinangkabauAbstract
Penelitian ini mengkaji peranan Kerajaan Pagaruyung sebagai pusat dominasi dan kebudayaan Minangkabau serta gambaran kehidupan masyarakat yang berkembang di bawah naungan tradisi lokal dan pengaruh agama Hindu-Buddha. Fokus utama dari penelitian adalah untuk mengeksplorasi sistem pemerintahan, dinamika ekonomi, aspek sosial budaya, serta nilai-nilai yang ditinggalkan oleh Kerajaan Pagaruyung kepada masyarakat Minangkabau. Metodologi yang dipakai adalah metode sejarah dengan pendekatan historis dan studi budaya melalui langkah-langkah heuristik, kritik sumber, interpretasi data, dan historiografi. Informasi dikumpulkan melalui kajian pustaka, observasi lapangan, dan analisis sejumlah sumber historis yang relevan. Temuan dari penelitian menunjukkan bahwa Kerajaan Pagaruyung memiliki satu sistem pemerintahan unik yang disebut Rajo Tigo Selo, yang memadukan elemen pemerintahan, tradisi, dan keagamaan. Ekonomi masyarakat sangat bergantung pada sektor pertanian, serta perdagangan emas, lada, dan jaringan perdagangan regional yang luas. Dalam kehidupan sosial budayanya, masyarakat menerapkan sistem kekerabatan matrilineal yang terintegrasi dengan nilai-nilai adat serta keagamaan. Beragam peninggalan sejarah dan budaya mencerminkan adanya proses akulturasi antara kebudayaan lokal dan pengaruh Hindu-Buddha yang kemudian berlanjut dengan masuknya ajaran Islam. Warisan dari Kerajaan Pagaruyung sangat berperan dalam pembentukan identitas budaya Minangkabau dan harus dilindungi sebagai sumber pembelajaran sejarah serta kekayaan budaya bangsa
References
Damayanti, R. A. (2020). Makna Sipiritual di Balik Bangunan Arsitektur Rumah Gadang Istana Basa Pagaruyung. Dimensi Vol. 17 No. 1, 1-13.
Dewi, M. C. (2024). Istana Baso: Interesting Visual Of The Pagaruyung Palace Architecture Dalam Gaya Busana Feminine. Journal Of Fashion Design Vol. IV No. 1, 81-90.
Effendi, N. (2016). Studi Budaya Pasar Tradisional dan Perubahan Gaya Hidup Masyarakat Perdesaan: Kasus Pasa Nagari dan Masyarakat Nagari di Propinsi Sumatera Barat. Jurnal Antropologi Vol. 12 No. 2, 105-120.
Farhan, M. (2023). Sence Of Place Kawasan Nagari Pagaruyuang Sebagai Narasi Ruang Kerajaan Pagaruyuang. Jurnal Arsir Universitas Muhammadiyah Palembang Vol. 7 No. 1, 6.
Febriansyah. (2014). Perkembangan Kerajaan Pagaruyuang di Luhak Tanah Datar, Sumatera Barat . Medan: Universitas Negeri Medan.
Hudaidah. (2024). Warisan Kerajaan Pagaruyuang. Jurnal Pendidikan Sejarah an Studi Kebudayaan Vol. 2 No. 2, 40-50.
Kurnia, S. (2025). Reinterprestasi Kaba Cindua Mato Dalam Perspektif Kitab Salasisilah Raja - Raja di Minangkabau. Journal Of Manuscript and Oral Tradition Vol. 03 No. 1, 30-48.
Lestari, B. B. (2018). Hubungan Internasional Kuno Indonesia ( Konsep Perdagangan Sistem Barter di Selat Malaka dan Pemberian nama Nusantara - Indonesia). Majalah Ekonomi Vol. 14 No. 1, 50-63.
Penghulu, H. I. (1994). Pokok Pokok Pengetahuan Adat Alam Minangkabau. Bandung: PT Remaja Rosdakarya Bandung.
Rahmawati, N. (2024). Warisan Kerajaan Pagaruyuang . Jurnal Pendidikan Sejarah dan Studi Budaya Vol. 2 No. 2, 40-51.
Rahmi, A. (2024). Ritual Hari Kematian Rajo Nan Duo Selo Dan Rajo Buek Di Nagari Padang Laweh Kabupaten Sijunjung (1973-2015). Jurnal Keislaman Peradaban Vol. 18 No . 02 , 212-227.
Ramadhan, A. H. (2025). Dinamika Kuasa Adat, Kekerabatan, dan Kemunduran Budaya, Studi Kritis atas Transformasi Sosial di Nagari Peninggalan Kerajaan Pagaruyung. Jurnal Kajian Kebudayaan Vol. 20 No. 1, 109-117.
Ramadhan, A. H. (2025). Dinamika Kuasa Adat, Kekerabatan, dan Kemunduruan Budaya, Studi Kritis Atas Transformasi Sosial di Nagari Peninggalan Kerajaan Pagaruyung . Jurnal Kajian Kebudayaan Vol. 20 No. 1, 109-117.
Susanti, R. (2025). Dinamika Kuasa Adat, Kekerabatan, dan Kemunduran Budaya, Studi Kritis atas Transformasi Sosial di Nagari Peninggalan Kerajaan Pagaruyung. Jurnal Kajian Kebudayaan Vol. 20 No. 1, 109-117.
Syafi'i, M. (2019). Si Pemberani dari batu Bara bagai mengalir darah satria pangeran asak Kerajaan Alam Pagaruyuang. Jakarta: Yayasan Pustaka Obor Indonesia.
Utomo, B. B. (2018). Tinggalan Budaya Masa Pengaruh Kebudayaan India dan Penulisan Sejarah Kebudayaan Minangkabau. Majalah Ilmiah Tabuah Vol. 22 No.2, 73-88.
Wirawati, E. K. (2017). 50 BEST OF SUMATERA. Jakarta: PT Elex Media Komputindo.
Yumeilda, V. D. (2023). Istano Bas Pagaruyung: The Functional Values of the Building toward its Residents, The Social Community, and Educational Elements. Indonesian Research Journal In Education, 450-465.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Adel Permata, Intan dwi amanda, Verlinna Verlinna

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.










