Asuhan Keperawatan Pada Klien Dengan Resiko Perilaku Kekerasan Dengan Penerapan Terapi Senam Aerobic Low Impact Di Ruangan Mandau 2 RSJ Tampan Provinsi Riau
Keywords:
Resiko Perilaku Kekerasan, Senam Aerobic Low Impact, Tanda dan GejalaAbstract
Risiko perilaku kekerasan merupakan respons marah diekspresikan melalui verbal, fisik, maupun psikologis yang dapat membahayakan diri sendiri, orang lain, dan lingkungan. Intervensi keperawatan dengan terapi nonfarmakologis berupa terapi generalis dan terapi khusus senam aerobic low impact. Karya ilmiah ini bertujuan untuk menggambarkan dampak pemberian terapi senam aerobic low impact dalam menurunkan tanda dan gejala risiko perilaku kekerasan. Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan deskriptif. Studi kasus dilaksanakan di RSJ Tampan Provinsi Riau pada tanggal 2–6 Februari 2026. Intervensi dilakukan selama 5 hari dengan durasi 10–15 menit setiap sesi, disertai pemberian terapi generalis sesuai kebutuhan pasien. Hasil menunjukkan adanya penurunan tanda dan gejala risiko perilaku kekerasan pada kedua pasien. Pada Tn. H, dari 6 gejala mayor dan 2 gejala minor sebelum intervensi, tanda dan gejala menurun secara bertahap hingga pada hari ke-5 tidak ditemukan tanda dan gejala risiko perilaku kekerasan. Pada Tn. F, dari 7 gejala mayor dan 4 gejala minor sebelum intervensi, juga mengalami penurunan secara bertahap hingga pada hari ke-5 tidak ditemukan tanda dan gejala risiko perilaku kekerasan. Kedua pasien tampak lebih tenang, mampu mengontrol emosi, serta dapat mengikuti aktivitas dengan baik setelah dilakukan terapi secara rutin. Kesimpulan dari studi kasus ini menunjukkan bahwa terapi senam aerobic low impact dapat membantu menurunkan tanda dan gejala risiko perilaku kekerasan pada pasien
References
American College of Sports Medicine. (2021). ACSM’s guidelines forexercise testing and prescription (11th ed.). Wolters Kluwer.
Azizah, N., Rahmawati, I., & Lestari, S. (2023). Penerapan terapi senam aerobic low impact terhadap pasien risiko perilaku kekerasan di Ruang Nakula RSJD Dr. Arif Zainudin Surakarta. Jurnal Keperawatan Jiwa, 11(1), 45–52.
Asyifa. (2020). Pengaruh senam aerobik low impact terhadap penurunan tanda dan gejala risiko perilaku kekerasan pada pasien skizofrenia. Jurnal Keperawatan Jiwa.
Gasril, G., Suryani, D., & Handayani, R. (2020). Gambaran karakteristik pasien skizofrenia dan implikasinya terhadap masalah keperawatan jiwa. Jurnal Keperawatan Jiwa, 8(2), 123–130.
Gustia, N., & Erma, K. (2024). Terapi Khusus Senam Aerobic Low Impact Pada pasien dengan Risiko Perilaku Kekerasan di RSJ Tampan. Jurnal Pahlawan Kesehatan, 1.
Hafizudin. (2024). Strategi pelaksanaan tindakan keperawatan pada pasien dengan risiko perilaku kekerasan. Jurnal Keperawatan Kesehatan Jiwa.
Keliat, B. A., Akemat, Helena, N., & Nurhaeni, H. (2020). Keperawatan kesehatan jiwa (ed. revisi). EGC.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2024). Profil kesehatan Indonesia tahun 2024. Kementerian Kesehatan RI.
Mutaqin, A., dkk. (2023). Asuhan Keperawatan Jiwa: Konsep, Diagnosa, dan Intervensi Keperawatan. Jakarta: Salemba Medika.
Permata, R., & Fernandez, A. (2021). Konsep pengkajian keperawatan sebagai tahap awal proses keperawatan. Jurnal Ilmu Keperawatan.
Prasetyo, A., Sari, D. P., & Wahyuni, S. (2023). Gangguan jiwa dan dampaknya terhadap fungsi sosial pasien. Jurnal Keperawatan Jiwa, 11(2), 85–94.
PPNI. (2017). Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia (SDKI): Definisi dan Indikator Diagnostik. Jakarta: Dewan Pengurus Pusat Persatuan Perawat Nasional Indonesia.
PPNI. (2017). Standar Asuhan Keperawatan Indonesia (SAK). Jakarta: Dewan Pengurus Pusat Persatuan Perawat Nasional Indonesia.
PPNI. (2018). Standar Intervensi Keperawatan Indonesia (SIKI). Jakarta: Dewan Pengurus Pusat Persatuan Perawat Nasional Indonesia.
PPNI. (2017). Standar Luaran Keperawatan Indonesia (SLKI). Jakarta: Dewan Pengurus Pusat Persatuan Perawat Nasional Indonesia.
Profil RSJ Tampan Provinsi Riau. (2023). Profil Rumah Sakit Jiwa Tampan Provinsi Riau. RSJ Tampan.
Siallangan, A., Manurung, R., & Hutagalung, D. (2025). Pengaruh low-impact exercise terhadap perilaku kekerasan pada orang dengan gangguan jiwa (ODGJ). Jurnal Keperawatan Kesehatan Jiwa, 13(1), 12–20.
Stuart, G. W. (2021). Principles and practice of psychiatric nursing (11th ed.). Elsevier.
Stubbs, B., Vancampfort, D., Hallgren, M., Firth, J., Veronese, N., Solmi, F., & Kahl, K. G. (2020). Physical activity and mental health: A meta-review of evidence. The Lancet Psychiatry, 7(1), 68–81. https://doi.org/10.1016/S2215-0366(19)30328-4
Townsend, M. C., & Morgan, K. I. (2021). Psychiatric mental health nursing: Concepts of care in evidence-based practice (10th ed.). F. A. Davis Company.
World Health Organization. (2022). World mental health report: Transforming mental health for all. World Health Organization.
Yudha, A., & Stefany, F. K. (2023). Penerapan terapi senam aerobic low impact terhadap penurunan tanda dan gejala pada pasien risiko perilaku kekerasan di Ruang Gatot Kaca RSJD Dr. Arif Zainudin Surakarta. Jurnal Ilmu Keperawatan Jiwa, 6(2), 89–97.
Prihandana R., Hendroko R. & Nuramin M. (2006). Menghasilkan Biodiesel Murah Mengatasi Polusi dan Kelangkaan BBM. Jakarta: PT. Agromedia Pustaka.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Pitri Anjelika Napitupulu, Rina Herniyanti, Yeni Devita, Fitry Erlin

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.










