Nilai Tabayyun QS. Al-Hujurat Ayat 6 dalam Menghadapi Hoaks Digital pada Siswa MTs melalui Pembelajaran Al-Qur’an Hadis
Keywords:
Literasi Digital, Hoaks, TabayyunAbstract
Penyebaran hoaks di media sosial menjadi tantangan bagi siswa dalam menerima, memeriksa, dan menyebarkan informasi. Dalam menghadapi persoalan tersebut, nilai tabayyun dalam QS. Al-Hujurat ayat 6 dapat menjadi landasan untuk membiasakan pemeriksaan kebenaran informasi sebelum mempercayai atau menyebarkannya. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan praktik verifikasi informasi siswa Madrasah Tsanawiyah, tantangan yang dihadapi, serta penerapan nilai tabayyun dalam pembelajaran Al-Qur’an Hadis. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan data wawancara terhadap lima siswa dan satu guru di MTsN 2 Bantul. Hasil wawancara menunjukkan bahwa sebagian siswa telah melakukan verifikasi informasi melalui pemeriksaan sumber, penelusuran situs resmi, perbandingan informasi, dan konfirmasi kepada guru atau pihak terkait. Namun, praktik tersebut belum sepenuhnya konsisten dan pemahaman siswa terhadap istilah tabayyun masih beragam. Tantangan yang ditemukan meliputi kesulitan membedakan informasi asli dan hasil penyuntingan, pengaruh fear of missing out (FOMO), serta kecenderungan mempercayai informasi yang telah tersebar luas. Dari sisi guru, nilai tabayyun diterapkan melalui penjelasan QS. Al-Hujurat ayat 6, pembiasaan memeriksa sumber informasi, diskusi, dan tugas membandingkan berita hoaks dengan berita asli. Guru juga mengamati bahwa siswa mulai lebih sering mengonfirmasi kebenaran informasi sebelum membagikannya. Temuan ini menunjukkan bahwa nilai tabayyun relevan untuk mendukung penguatan literasi digital siswa melalui pembelajaran Al-Qur’an Hadis, meskipun penerapannya masih perlu dibiasakan secara konsisten.
References
Adzim, M. F., Prihantoro, W., & Ata, U. A. (2026). Sinergi Model Problem-Based Learning ( PBL ) dan Project-Based Learning ( PjBL ) dalam Meningkatkan Pemahaman Hadits Tematik Siswa Pendidikan Agama Islam di madrasah dituntut untuk terus beradaptasi seiring yang terus berubah ( Kamala et al ., 2025 ). Dengan pendekatan tematik , satu tema kehidupan-. 3(September).
Alamin, N., & Putri, L. A. (2024). LITERASI DIGITAL QUR’ANI SEBAGAI UPAYA PREVENTIF MEREDUKSI HOAKS. Jurnal Ilmu Komunikasi (JKMS), Vol. 13 No. https://doi.org/https://doi.org/10.35967/jkms.v13i1.7560
Asfar, K., & Prayoga, A. (2024). Al-Aqwam : Jurnal Studi Al- Qur ’ an dan Tafsir Tabayyun Digital QS . Al-Hujurat Ayat 6 sebagai Etika Komunikasi Islam di Era Hoaks. 3, 187–199.
Ihsan, M., Harahap, F., Maulana, A., Dalimunthe, M., & Adnir, F. (2026). Literasi Digital dalam Perspektif Al- Qur ’ an : Analisis Q . S . Al-Hujurat Ayat 6 Perspektif Tafsir Al-Munir dan Relevansinya Terhadap Pendidikan di Era Digital. 3(1), 27–35.
Kholis, W. (2021). Al-MISBAH ( Jurnal Islamic Studies ) Islamic Education Based on Higher Order Thinking Skills ( HOTS ) in The Perspective of Neuroscience. 9(1), 1–16.
Perspektif, D., & Ayat, Q. S. A. (2026). Peran Guru PAI dalam Menanamkan Sikap Tabayyun terhadap Informasi. 3(11).
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Urpha Rekyaningrum, Dhorva Endriana Fatimatuz Zuhriyah, Dea Syafa Fatimah, Nur Syakira Rahmania, Indri Mustikawati, Doni Doni, Syukur Abdullah Muin, Wahyu Kholis Prihantoro

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.










