TRADISI MARKOBAR SEBAGAI IDENTITAS DAN KEARIFAN LOKAL MASYARAKAT MANDAILING

Authors

  • Salsa Nabila Hasan Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Mandailing Natal
  • Putry Rahmayani Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Mandailing Natal
  • Wilda Rohani Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Mandailing Natal
  • Diva Andre Syahreza Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Mandailing Natal
  • Rahmi Wahyuni Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Mandailing Natal

Keywords:

Markobar, budaya Mandailing, kearifan lokal

Abstract

Tradisi Markobar sebagai identitas dan kearifan lokal masyarakat Mandailing. Tujuan penelitian ini adalah untuk menggali peran tradisi Markobar dalam memperkuat identitas budaya serta melestarikan nilai-nilai kearifan lokal yang diwariskan secara turun-temurun. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif, di mana data diperoleh melalui observasi, wawancara,dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Markobar, yang berarti “berbicara”, merupakan tradisi lisan yang sarat nilai-nilai moral, sosial, dan budaya masyarakat Mandailing. Tradisi ini menjadi media penting dalam membangun komunikasi, mempererat hubungan kekerabatan, serta menanamkan nilai-nilai kebijaksanaan lokal. Markobar dilaksanakan dalam berbagai konteks sosial seperti acara siriaon (pesta kebahagiaan) maupun silulutun (acara duka cita). Dalam upacara pernikahan, prosesi Markobar diawali oleh suhut, kemudian direspons oleh mora dan kahanggi, serta diakhiri dengan nasihat dari keluarga kedua mempelai berdasarkan sistem dalian natolu. Sementara dalam upacara kematian, Markobar lebih menonjolkan ungkapan duka dan pesan penguatan bagi keluarga yang ditinggalkan. Pelestarian tradisi Markobar menjadi penting sebagai sarana memperkuat identitas budaya Mandailing di tengah arus globalisasi yang kian mengikis nilai-nilai tradisional

References

Dora, N., Lingga, A. S., Audry, F., & Husna, F. (2024). Tradisi Markobar Sebagai Identitas dan Kearifan Lokal Masyarakat Batak Mandailing. Jurnal Riset, Pendidikan Dan Ilmu Sosial, 2(2), 110–121.

Harahap, R. I. F., & Ritonga, H. J. (2024). Nilai-Nilai “Markobar” Dalam Pernikahan Adat Mandailing Dan Keterkaitannya Dengan Bimbingan Konseling Islami. Ganaya : Jurnal Ilmu Sosial Dan Humaniora, 7(2), 224–236. https://doi.org/10.37329/ganaya.v7i2.3202

Hasibuan, A., Syahminan, M., & Yasmin, N. (2022). Tradisi Markobar Dalam Kajian Komunikasi Antar Budaya Di Kabupaten Mandailing Natal. SIWAYANG Journal: Publikasi Ilmiah Bidang Pariwisata, Kebudayaan, Dan Antropologi, 1(3), 131–140. https://doi.org/10.54443/siwayang.v1i3.391

Parinduri, A., Yuningsih, A., & Suri, N. (2024). Markobar : Kearifan Lokal Tradisi Lisan Masyarakat Suku Mandailing. Al-Afkar, 7(4), 542–557. https://doi.org/10.31943/afkarjournal.v7i4.1138.Markobar

Putra, D. (2021). Tradisi Markobar Dalam Pernikahan Adat Mandailing Dalam Perspektif Hukum Islam. El-Ahli : Jurnal Hukum Keluarga Islam, 1(2), 18–34. https://doi.org/10.56874/el-ahli.v1i2.311

Rosmawati Harahap. (n.d.). Universitas Muslim Nusantara Al-Washliyah Jl . Garu II A , Harjosari I , Kec . Medan Amplas , Kota Medan , Sumatera Utara Artikel ini berisi latar belakang dan rumusan masalah penelitian ( 1 ) bagaimanakah jenis teks markombur Angkola-Madailing yang digun. BUDAYA MANSDAILING

Downloads

Published

2025-12-11