JEJAK ORIENTALISME DALAM SEJARAH PENJAJAH

Authors

  • Muhamad Miftahudin Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir Ushuluddin dan Adab, UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten
  • Safiin Mansur Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir Ushuluddin dan Adab, UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Keywords:

Orientalisme, Penjajahan, Kolonialisme

Abstract

Penelitian ini mengkaji jejak orientalisme dalam sejarah penjajahan dengan menyoroti peran produksi pengetahuan tentang Timur dalam mendukung kekuasaan kolonial. Permasalahan utama penelitian ini adalah bagaimana wacana orientalisme digunakan untuk melegitimasi dan mempertahankan praktik penjajahan. Pertanyaan penelitian yang diajukan adalah bagaimana orientalisme membentuk persepsi, kebijakan, dan representasi kolonial terhadap masyarakat Timur. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan historis dan analisis wacana kritis terhadap sumber primer dan sekunder, seperti teks kolonial, catatan perjalanan, dan karya ilmiah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa orientalisme tidak hanya berfungsi sebagai tradisi akademik, tetapi juga sebagai kerangka ideologis yang mengonstruksi Timur sebagai inferior, statis, dan eksotis, sehingga membenarkan dominasi politik dan eksploitasi ekonomi. Analisis lebih lanjut menunjukkan bahwa narasi orientalis tertanam kuat dalam institusi kolonial dan berkontribusi pada penghapusan pengetahuan lokal. Kesimpulannya, orientalisme merupakan bentuk kekuasaan epistemik yang berperan penting dalam membentuk sejarah penjajahan serta meninggalkan dampak jangka panjang terhadap cara pandang dan relasi kekuasaan pascakolonial

References

Alatas, S. F. (1977). The Myth of the Lazy Native: A Study of the Image of the Malays, Filipinos and Javanese from the 16th to the 20th Century. London: Frank Cass.

Ashcroft, B., Griffiths, G., & Tiffin, H. (2002). The Post-Colonial Studies Reader. London: Routledge.

Bhabha, H. K. (1994). The Location of Culture. London: Routledge.

Cooper, F. (2005). Colonialism in Question: Theory, Knowledge, History. Berkeley: University of California Press.

Dirks, N. B. (2001). Castes of Mind: Colonialism and the Making of Modern India. Princeton: Princeton University Press.

Foucault, M. (1980). Power/Knowledge: Selected Interviews and Other Writings 1972–1977. New York: Pantheon Books.

Hall, S. (1997). Representation: Cultural Representations and Signifying Practices. London: Sage Publications.

Irwin, R. (2006). For Lust of Knowing: The Orientalists and Their Enemies. London: Allen Lane.

Loomba, A. (2005). Colonialism/Postcolonialism (2nd ed.). London: Routledge.

Macfie, A. L. (2002). Orientalism. London: Longman.

Said, E. W. (1978). Orientalism. New York: Pantheon Books.

Said, E. W. (1985). Orientalism reconsidered. Cultural Critique, 1, 89–107.

Said, E. W. (1993). Culture and Imperialism. London: Chatto & Windus.

Spivak, G. C. (1988). Can the subaltern speak? In C. Nelson & L. Grossberg (Eds.), Marxism and the Interpretation of Culture (pp. 271–313). Urbana: University of Illinois Press.

Young, R. J. C. (2001). Postcolonialism: An Historical Introduction. Oxford: Blackwell.

Downloads

Published

2025-12-18