ANALISIS SEMIOTIK NOVEL MY IDIOT BROTHER KARYA AGNES DAVONAR
Keywords:
Semiotik, Nilai Kemanusiaan, DisabilitasAbstract
Dengan menggunakan pendekatan semiotik Roland Barthes, penelitian ini menyelidiki makna tanda, simbol, dan ideologi yang ditemukan dalam novel My Idiot Brother karya Agnes Davonar. Karya ini mewakili nilai-nilai kemanusiaan yang mendalam, terutama yang berkaitan dengan kasih sayang, empati, dan penerimaan terhadap penyandang disabilitas mental dalam masyarakat Indonesia. Dalam penelitian ini, metode deskriptif kualitatif menggunakan teknik analisis semiotik digunakan. Tiga lapisan makna utama denotatif, konotatif, dan mitologis dibahas. Data penelitian diperoleh dari teks novel My Idiot Brother sebagai sumber utama, serta literatur pendukung berupa buku, jurnal, dan penelitian terdahulu yang relevan dengan kajian semiotika dan sastra humanistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Hendra dan kakaknya, Agnes, digambarkan dalam teks pada tataran denotatif sebagai gambaran kehidupan keluarga sederhana yang menghadapi kesulitan mental. Pada tataran konotatif, Hendra dianggap sebagai simbol kemurnian hati dan nilai moral universal, dan Agnes dianggap sebagai kekuatan dan cinta pengorbanan seorang perempuan. Pada tataran mitologis, novel ini mendekonstruksi mitos sosial tentang kesempurnaan manusia yang selama ini diukur melalui kecerdasan dan status sosial. Sebaliknya, dia menggantinya dengan perspektif humanistik yang menganggap cinta dan empati sebagai bentuk kesempurnaan yang sebenarnya.
References
Agustiany, T. (2012, Oktober 11). Resensi novel “My Idiot Brother” karya Agnes Davonar. Tagustiany’s Blog.
Barthes, R. (1972). Mythologies. New York: Hill and Wang.
Damayanti, R. (2022). Representasi Ideologi dalam Teks Naratif Modern: Pendekatan Semiotik
Basalamah, A. A. (2022). Semiotik dan penerapannya dalam studi sastra. Al-Jami’ah: Journal of Islamic Studies, 60(2), 321–339. https://doi.org/10.14421/ajis.2022.602
Fitriani, D. (2023). Analisis Nilai Kemanusiaan dalam Novel Indonesia Kontemporer. Bahtera Sastra Indonesia, 7(1), 12–28.
Nugraha, A. (2020). Nilai Moral dan Sosial dalam Karya Sastra Populer Indonesia. Jurnal Ilmu Budaya, 9(3), 100–112.
Pradopo, R. D. (2021). Teori Semiotik dan Aplikasinya dalam Sastra Indonesia. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Rahman, F. (2022). Pendidikan Empati melalui Sastra: Kajian Semiotik terhadap Karya Agnes Davonar. Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 12(1), 89–101.
Rahmawati, E. (2021). Simbolisme dan Pesan Moral dalam Novel Modern Indonesia. Jurnal Humaniora Indonesia, 5(2), 45–60.
Rohmadi, M. (2021). Kajian makna simbolik dalam sastra Indonesia modern. Jurnal Stilistika, 10(1), 45–58. https://doi.org/10.24036/stilistika.v10i1.567
Roland Barthes. Jurnal Bahasa dan Sastra, 18(2), 55–68.
Sari, M. (2023). Pendekatan Semiotik Roland Barthes dalam Analisis Karya Naratif. Jurnal Bahasa, Seni, dan Budaya, 14(2), 77–90.
Sukma, R. (2022). Struktur Tanda dan Makna Sosial dalam Sastra Kontemporer. Jurnal Kajian Budaya Nusantara, 4(1), 33–47.
Sukmawati, I. (2022). Ideologi Kemanusiaan dalam Karya Fiksi Modern. Jurnal Ilmiah Linguistik dan Sastra, 8(3), 101–118.
Utami, M. N., Hamdani, A., & Indriyani, I. (2024). Analisis pendekatan semiotik dalam novel Merahnya Merah karya Iwan Simatupang. Caraka: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia serta Bahasa Daerah, 13(3), 144–155.
Yuliani, A. (2021). Representasi Disabilitas dan Moralitas dalam Sastra Populer Indonesia. Jurnal Sastra dan Pendidikan, 5(4), 150–163.
Zaimar, O. K. S. (2008). Semiotik dan penerapannya dalam karya sastra. Jakarta: Pusat Bahasa Depdiknas.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Feni Farmilia

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.










