TRANSFORMASI TARI ZAPIN DALAM DANCE CHALLENGE TIKTOK DI ERA POST-REALITAS
Keywords:
Tari Zapin, TikTok, dance challengeAbstract
Perkembangan media digital telah menghadirkan ruang baru bagi praktik seni pertunjukan, termasuk seni tari tradisional. TikTok sebagai platform berbasis video pendek menjadi medium yang memungkinkan tarian tradisional direpresentasikan ulang dalam format dance challenge yang bersifat visual, cepat, dan viral. Salah satu fenomena yang menonjol adalah transformasi Tari Zapin, tarian tradisional Melayu yang sarat nilai religius, kesantunan, dan spiritualitas, ke dalam bentuk konten digital di TikTok. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk transformasi Tari Zapin dalam dance challenge TikTok di era post-realitas serta mengkaji perubahan makna dan nilai budaya yang menyertainya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif-analitis melalui observasi digital (digital ethnography), wawancara, dan studi literatur. Analisis data dilakukan dengan pendekatan semiotika dan fenomenologi budaya, menggunakan teori tari, post-realitas Jean Baudrillard, representasi budaya, serta teori transformasi seni. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tari Zapin mengalami pergeseran bentuk dari ekspresi ritual dan sosial menjadi representasi visual yang tunduk pada logika algoritma dan estetika digital. Transformasi ini menyebabkan terjadinya pergeseran makna dan nilai budaya Zapin dari substansi spiritual menuju citra performatif. Namun demikian, Zapin digital juga menunjukkan kemampuan budaya lokal untuk beradaptasi dan bertahan melalui reinterpretasi di ruang digital. Penelitian ini menyimpulkan bahwa transformasi Tari Zapin di TikTok merupakan wujud negosiasi antara tradisi dan teknologi dalam konteks budaya post-realitas
References
Anggraeni, D. (2022). Remaja dan budaya TikTok di Indonesia. Jurnal Komunikasi, Universitas Gadjah Mada.
Baudrillard, J. (1994). Simulacra and simulation (S. F. Glaser, Trans.). University of Michigan Press. (Karya asli diterbitkan tahun 1981).
Boyd, R., & Reski, K. (2025). Interaksi manusia dan kebudayaan. Jakarta: Pustaka Nusantara.
Debord, G. (2020). The society of the spectacle. London: Rebel Press.
Dibia, I. W. (2015). Seni tari Bali: Tradisi dan dinamika. Denpasar: Udayana University Press.
Dibia, I. W. (2015). Tubuh dan gerak: Perspektif fenomenologi dalam seni tari. Denpasar: ISI Denpasar Press.
Dini, A. (2022). TikTok dan ekspresi diri remaja di era digital. Jurnal Ilmu Komunikasi Digital, 5(2), 112–125.
Dukut, E. M. (2020). Kebudayaan, ideologi, revitalisasi, dan digitalisasi seni pertunjukan Jawa dalam gawai. Semarang: Unika Soegijapranata Press. https://repository.unika.ac.id/28623/2/III.E%20%287%29%20Kebudayaan%20Ideologi%2BST.pdf
Endraswara, S. (2006). Metode, teori, dan teknik penelitian kebudayaan. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press. https://books.google.com/books?id=d27VDw5TbF0C
Endraswara, S. (2013). Filsafat seni. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
Endraswara, S. (2013). Teori kritik seni: Mengungkap makna karya seni. Yogyakarta: Ombak.
Eriyanto. (2020). Analisis media: Representasi, ideologi, dan kekuasaan dalam media massa. Jakarta: Kencana.
Eriyanto. (2020). Media sosial dan perubahan sosial budaya. Jakarta: Kompas Media Nusantara.
Febriani, R., et al. (2025). Nilai budaya dan kreativitas ekonomi digital Indonesia. Jurnal Budaya Nusantara, 12(1), 33–47.
Fitrianti, R., & Hanaf, A. A. (2025). Representasi identitas remaja melalui budaya tren di media sosial. WISSEN: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora, 3(3), 283–297.
Griffiths, L. E. (2023). Dancing through social distance: Connectivity and creativity in the online space. Body, Space & Technology, 22(1), 65–81. https://doi.org/10.16995/bst.9700
Hadi, Y. S. (2015). Aspek-aspek dasar koreografi kelompok. Yogyakarta: ISI Press.
Hadi, Y. S. (2015). Estetika tari. Yogyakarta: UGM Press.
Hall, S. (1997). Representation: Cultural representations and signifying practices. London: Sage Publications. https://eclass.aueb.gr/modules/document/file.php/OIK260/S.Hall%2C%20The%20work%20of%20Representation.pdf
Hanna, J. L. (1979). To dance is human: A theory of nonverbal communication. Chicago: University of Chicago Press. https://judithhanna.com
Heyd, T. (2000). The real and the hyperreal: Dance and simulacra. Journal of Aesthetic Education, 34(2), 15–26. https://doi.org/10.2307/3333573
Hidajat, R. (2025). Seni pertunjukan dan pariwisata budaya Indonesia. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama. https://books.google.com/books?id=5M5nEQAAQBAJ
Hidajat, R. (2025). Transformasi seni pertunjukan Indonesia dalam era ekonomi kreatif. Jurnal Seni dan Budaya, 9(1), 55–72.
Hidir, A. (2009). Antropologi budaya: Perspektif ekologi dan perubahan budaya. Jakarta: Prenada Media Group. https://books.google.com/books?id=OtQvEAAAQBAJ
https://books.google.com/books?id=QyQ-EQAAQBAJ
https://journal.appisi.or.id/index.php/wissen/article/view/1073
https://web.stanford.edu/class/sts145/Library/baudrillard.pdf
Jazuli, M. (2008). Paradigma kontekstual pendidikan seni. Surabaya: Unesa University Press.
Kamaruddin, S. A., Adam, A., & Chakti, A. G. R. (2024). Komodifikasi media sosial dalam perspektif teori Jean Baudrillard: Studi kasus TikTok Indonesia. Bosowa Journal of Education, 5(1), 177–180. https://journal.unibos.ac.id/jpe/article/view/5462
Koentjaraningrat. (2009). Pengantar ilmu antropologi. Jakarta: Rineka Cipta. https://books.google.com/books?id=JUJlAAAACAAJ
Lestari, A. (2025). Estetika nilai budaya dalam pendidikan seni. Jurnal Pendidikan dan Budaya, 18(2), 64–78.
Liliweri, A. (2014). Makna budaya dalam komunikasi antarbudaya. Yogyakarta: LKiS.
Liliweri, A. (2019). Pengantar studi kebudayaan. Bandung: Pustaka Pelajar. https://books.google.com/books?id=TDRgEAAAQBAJ
Maharani, R. P., Rahmawati, U., & Novitasari, D. (2022). Hiperrealitas pengguna TikTok. Jurnal Komunikasi dan Budaya, 3(1), 1–11. http://journal.unbara.ac.id/index.php/JKB
Martha, I. (2025). Nilai budaya dalam pendidikan gerak dan seni. Jurnal Pendidikan Seni, 7(1), 40–55.
Martono, N. (2012). Sosiologi perubahan sosial. Jakarta: Rajawali Press. https://books.google.com/books?id=6lt1BgAAQBAJ
Murgiyanto, S. (2004). Tradisi dan inovasi dalam tari Indonesia. Jakarta: MSPI Press.
Murgiyanto, S. (2012). Pertunjukan budaya dan perubahan sosial. Jakarta: MSPI Press.
Murgiyanto, S., Cohen, M. I., & Simatupang, G. (2015). Arts and beyond: Prosiding Konferensi Nasional Pengkajian Seni. Yogyakarta: ISI Press. https://books.google.com/books?id=0HkeEAAAQBAJ
Nasrullah, R. (2021). Media baru: Teori dan aplikasi. Jakarta: Prenadamedia Group.
Nasrullah, R. (2021). Media baru: Teori dan realitas. Jakarta: Prenadamedia Group.
Nugraha, D., et al. (2025). Nilai budaya dalam pendidikan seni naratif di Indonesia. Jurnal Pendidikan dan Seni, 8(1), 14–30.
Nurhakim, M. (2020). Budaya digital dan media baru. Jakarta: Prenadamedia Group.
Piliang, Y. A. (2011). Dunia yang dilipat. Bandung: Mizan.
Piliang, Y. A. (2011). Ruang, tanda, tubuh. Bandung: Pustaka Matahari.
Piliang, Y. A. (2019). Semiotika dan hipersemiotika. Yogyakarta: Cantrik Pustaka.
Precillia, L., & Endraswara, S. (2025). Transformasi tubuh dan spiritualitas dalam seni tari kontemporer Indonesia. Jurnal Seni dan Budaya, 15(1), 10–25.
Precillia, M., Endraswara, S., Ekowati, V. I., & Renggani, T. (2025). Yogya istimewa dalam paradigma koreologi. Yogyakarta: ISI Yogyakarta Press. https://books.google.com/books?id=olmQEQAAQBAJ
Ratna, N. K. (2018). Teori, metode, dan teknik penelitian sastra dan budaya. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. https://books.google.com/books?id=zP9sDwAAQBAJ
Rohidi, T. R. (2011). Antropologi seni. Bandung: STSI Press.
Rohidi, T. R. (2011). Kesenian dalam pendekatan kebudayaan. Bandung: STISI Press.
Rulli, N. (2021). Komunikasi dan media baru di era digital. Jakarta: Kencana.
Sobur, A. (2013). Filsafat komunikasi. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Sobur, A. (2013). Semiotika komunikasi. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Soedarsono. (1999). Seni pertunjukan Indonesia di era globalisasi. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
Soedarsono. (1999). Tari: Tinjauan dari berbagai segi. Yogyakarta: ISI Press.
Sugiharto, B. (2015). Manusia dan seni di era posthuman. Bandung: Nusa Media.
Sugiharto, B., Priyantoro, E., & Husein, F. A. (2024). Seni dan kondisi post-human. Bandung: Pustaka Humaniora. https://books.google.com/books?id=xtgUEQAAQBAJ
Sulistyawati, D. (2023). Estetika bentuk dalam tari tradisional dan modern Indonesia. Surakarta: ISI Press.
Sulistyawati, D. R. (2023). Gerak bermakna. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama. https://books.google.com/books?id=DvOZEQAAQBAJ
Sumaryono. (2018). Filsafat seni. Yogyakarta: Kanisius.
Wahira, A., et al. (2025). Pembelajaran nilai budaya dalam tari tradisional. Jurnal Pendidikan Seni Tari, 6(2), 22–37.
Wayan Dibia, I. (2015). Tari Bali: Tradisi, inovasi, dan transformasi. Denpasar: ISI Denpasar Press.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Ratih Riau Khasanah, Agustina Agustina, Fuji Astuti, Indrayuda, Elida

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.










