Persepsi Pemuda Terhadap Organisasi Kepemudaan Dan Pengaruhnya Terhadap Minat Bergabung (Studi Kasus Kab. Kolaka)

Authors

  • Syahrul Andi Universitas Sains Islam Al Mawaddah Warahmah Kolaka
  • Nurasi Surkiyah Universitas Sains Islam Al Mawaddah Warahmah Kolaka
  • Safira Safira Universitas Sains Islam Al Mawaddah Warahmah Kolaka
  • Edi Usman Universitas Sains Islam Al Mawaddah Warahmah Kolaka
  • Askahar Askahar Universitas Sains Islam Al Mawaddah Warahmah Kolaka

Keywords:

persepsi pemuda, organisasi kepemudaan, minat bergabung

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam persepsi pemuda terhadap organisasi kepemudaan serta implikasinya terhadap minat mereka untuk bergabung. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain fenomenologis guna mengungkap makna yang dibangun pemuda terkait keberadaan, relevansi, dan fungsi organisasi kepemudaan dalam konteks sosialnya. Informan dipilih melalui teknik purposive dan snowball sampling dengan kriteria pemuda berusia 18–40 tahun, pernah atau belum pernah terlibat dalam organisasi kepemudaan, serta bersedia memberikan informasi secara reflektif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara sistematis menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi pemuda dibentuk oleh beberapa faktor utama, yaitu relevansi program, kualitas kepemimpinan, pengalaman interaksi, citra organisasi, lingkungan sosial, dan tingkat transparansi organisasi. Persepsi positif muncul ketika organisasi mampu menyediakan program yang adaptif dan inovatif, menerapkan kepemimpinan yang inklusif, serta menciptakan ruang partisipasi yang setara, sedangkan persepsi negatif terbentuk ketika program dinilai stagnan, kepemimpinan bersifat hierarkis, dan komunikasi organisasi kurang transparan. Persepsi tersebut berpengaruh secara langsung terhadap minat pemuda untuk bergabung, di mana keterlibatan hanya terjadi apabila pemuda melihat adanya manfaat nyata, kesesuaian dengan kebutuhan, dan konsistensi nilai organisasi. Penelitian ini menegaskan pentingnya pembenahan desain program, peningkatan kualitas kepemimpinan, serta penguatan strategi komunikasi digital agar organisasi kepemudaan lebih relevan dan menarik bagi generasi muda

References

Anwar, M., & Wahyuni, S. (2021). Partisipasi pemuda dalam organisasi sosial dan implikasinya terhadap pembangunan masyarakat lokal. Jurnal Pemberdayaan Masyarakat, 6(2), 145–158. https://doi.org/10.20414/jpm.v6i2.3124

Bailey, R. (2024). Youth engagement in the digital era: Rethinking participation, identity, and organizational relevance. Journal of Youth Studies, 27(3), 401–418. https://doi.org/10.1080/13676261.2023.2287451

Ballard, P. J., Hoyt, L. T., & Pachucki, M. C. (2021). Impacts of youth civic engagement on education, employment, and health outcomes. Journal of Youth and Adolescence, 50(2), 220–234. https://doi.org/10.1007/s10964-020-01314-8

Bennett, W. L., & Segerberg, A. (2013). The logic of connective action: Digital media and the personalization of contentious politics. Cambridge University Press. https://doi.org/10.1017/CBO9781139198752

Checkoway, B., & Aldana, A. (2013). Four forms of youth civic engagement for diverse democracy. Children and Youth Services Review, 35(11), 1894–1899. https://doi.org/10.1016/j.childyouth.2013.09.005

Cordero-Vinueza, A. (2025). Youth perceptions of civic organizations and participation barriers in developing societies. International Journal of Youth Policy, 9(1), 55–70.

Eccles, J. S., & Gootman, J. A. (2002). Community programs to promote youth development. National Academy Press. https://doi.org/10.17226/10022

Ginwright, S., & James, T. (2012). Youth organizing as a developmental context for African American and Latino adolescents. Child Development Perspectives, 6(3), 267–273. https://doi.org/10.1111/j.1750-8606.2012.00243.x

McGuire, J. K., Pilcher, C., Anderson, C., & Riley, B. (2016). Organized activities, positive youth development, and well-being. Journal of Youth Development, 11(1), 57–74. https://doi.org/10.5195/jyd.2016.430

Toriq. (2025). Persepsi pemuda terhadap organisasi kepemudaan dan dinamika partisipasi sosial di Indonesia. Jurnal Sosiologi Pemuda Indonesia, 4(1), 1–15.

Creswell, J. W., & Poth, C. N. (2018). Qualitative inquiry and research design: Choosing among five approaches (4th ed.). SAGE Publications.

Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (3rd ed.). SAGE Publications.

Sugiyono. (2020). Metode penelitian kualitatif: Untuk penelitian yang bersifat eksploratif, interpretif, interaktif, dan konstruktif. Alfabeta

Downloads

Published

2025-12-25