Layanan Konseling Sebaya Untuk Mengembangkan Resiliensi Dan Penerimaan Diri Pada Remaja Di Era Digital

Authors

  • Dika Madani Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara
  • Uli Makmun Hasibuan Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara
  • Khapi Yanti Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara
  • M. Ikhwan Habibie Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Keywords:

Konseling Teman Sebaya, Relisiensi, Penerimaan Diri

Abstract

Perkembangan di era digital memberikan dampak besar bagi kehidupan remaja, baik dari segi akses informasi yang lebih mudah maupun munculnya berbagai tekanan mental, seperti perbandingan sosial, intimidasi online dan tuntutan untuk eksis di media sosial. Situasi ini memerlukan remaja untuk memiliki kemampuan bertahan dan menerima diri dengan baik agar dapat beradaptasi dengan cara yang sehat. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi peran layanan konseling teman sebaya dalam meningkatkan kemamapuan resiliensi dan penerimaan diri di kalangan remaja pada era digital. Metode yang diterapkan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan pengumpulan data melalui observasi dan wawancara mengenai pelaksaan konseling teman sebaya di lingkungan sekolah. Temuan penelitian menunjukkan bahwa layanan konseling teman sebaya menawarkan ruang yang aman bagi remaja untuk membagikan pengalaman, mendapatkan dukungan emosi, serta membangun pemahaman positif tentang diri mereka. Interaksi antar remaja terbukti meningkatkan empati, kepercayaan diri dan kemampuan untuk menghadapi tekanan dari dunia digital. Dengan demikian, layanan konseling teman sebaya dapat menjadi strategi yang efektif dalam membantu perkembangan resiliensi dan penerimaan diri remaja, serta seharusnya diintegrasikan secara sistematis ke dalam layanan bimbingan dan konseling di sekolah

References

APJII. (2019). Laporan survei penetrasi dan perilaku pengguna internet Indonesia. Jakarta: Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia.

Fadlilah, N., & Komala, L. (2020). Kebutuhan dasar psikologis remaja dan peran lingkungan sosial dalam pembentukan kesehatan mental. Jurnal Bimbingan dan Konseling, 5(1), 45–54.

Fitriani, Y. (2018). Pengaruh penggunaan media sosial terhadap kesehatan mental remaja. Jurnal Psikologi Pendidikan dan Konseling, 4(2), 112–121.

Kemendikbud. (2020). Panduan operasional penyelenggaraan bimbingan dan konseling di sekolah. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.

Kuswatun, A., & Maemonah, M. (2021). Psikologi perkembangan remaja. Yogyakarta: Deepublish.

Prayitno. (2017). Konseling profesional yang berhasil: Layanan dan kegiatan pendukung. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada.

Putri, D. A., & Lestari, S. (2019). Efektivitas konseling sebaya dalam meningkatkan kepercayaan diri siswa sekolah menengah. Jurnal Bimbingan dan Konseling Indonesia, 4(1), 45–52.

Rahmawati, E., & Hidayati, F. (2017). Hubungan penerimaan diri dengan stres pada remaja. Jurnal Psikologi, 16(2), 135–143.

Sari, N. P. (2020). Resiliensi remaja dalam menghadapi tantangan perkembangan di era digital. Jurnal Psikologi Pendidikan, 6(1), 32–40.

Sugiarto, A., & Soetjiningsih, C. H. (2021). Hubungan interpersonal dan kesehatan mental remaja. Jurnal Psikologi Perkembangan, 9(1), 25–36.

Yusuf, S., & Nurihsan, A. J. (2016). Landasan bimbingan dan konseling. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Downloads

Published

2025-12-30