Dekonstruksi Kegagalan Tata Kelola Farmasi dan Transformasi Kewarganegaraan Farmasi Pasca-Tragedi GGAPA 2022

Authors

  • Diah Suci Rahmawati Universitas Muhammadiyah Bandung
  • Cindy Agustina Universitas Muhammadiyah Bandung
  • Dina Novita Universitas Muhammadiyah Bandung
  • Elvina Kusmayanti Universitas Muhammadiyah Bandung
  • Sugiartiningsih Universitas Muhammadiyah Bandung

Keywords:

BPOM, GGPA, Hak Atas Kesehatan, Kewarganegaraan Farmasi, Tata Kelola Farmasi.

Abstract

Tragedi Gagal Ginjal Akut Progresif Atipikal (GGAPA) tahun 2022 di Indonesia merupakan titik balik fundamental dalam diskursus hukum kesehatan nasional yang mengungkap kerentanan sistemik dalam tata kelola farmasi. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis kegagalan struktural negara dalam menjamin keamanan obat sebagai pelanggaran terhadap hak konstitusional warga negara dan mengevaluasi efektivitas reformasi regulasi pasca-2022 melalui lensa kewarganegaraan farmasi (pharmaceutical citizenship). Menggunakan metode penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan, konseptual, dan kasus, penelitian ini menelaah transformasi dari Undang-Undang Kesehatan lama ke Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 serta peraturan pelaksananya hingga tahun 2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integritas rantai pasok farmasi sebelum 2022 sangat rentan akibat ketergantungan impor bahan baku sebesar 90% dan lemahnya pengawasan terhadap eksipien non-farmasi. Meskipun reformasi regulasi melalui pengawasan berbasis risiko dan digitalisasi pelaporan telah memperkuat otoritas Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), masih terdapat kesenjangan signifikan antara norma hukum dengan implementasi di lapangan, terutama terkait akuntabilitas ganti rugi korban dan transparansi kajian risiko. Artikel ini menyimpulkan bahwa pemulihan hak warga negara menuntut reposisi peran negara dari sekadar regulator administratif menjadi pelindung aktif hak atas obat yang aman sebagai bagian integral dari hak untuk hidup.

References

Abhiseka, D. N. U., & Mahadewi, K. J. (2025). The regulatory authorities' role in enforcing laws on misleading cosmetic claims in Indonesia and European Union. Jurnal Akta, 12(4), 1188-1200. https://dx.doi.org/10.30659/akta.v12i4.48663.

Alzahrah, A. P., & Tarina, D. D. Y. (2025). Legal liability of pharmaceutical industry in consumer class action lawsuits: Analysis of court decision number 771/Pdt.G/2022/Pn Jkt.Pst. JLPH: Journal of Law, Politic and Humanities, 6(1). https://doi.org/10.38035/jlph.v6i1.2500.

Asih, A. P. (2025). Post-pandemic vulnerabilities and policy directions in Indonesia's pharmaceutical supply chain. Journal of Research in Social Science and Humanities, 5(1), 98-103. https://doi.org/10.47679/jrssh.v5i1.241.

Asnawi, A., Buaton, T., & Sagara, P. (2023). Analisis Yuridis Pengaturan Kewenangan Pengawasan Terhadap Produk Farmasi dan Alat Kesehatan Dalam Perspektif UU No. 17 Tahun 2023 Tentang Kesehatan. Jurnal Cahaya Mandalika, 4(1), 1107-1115. https://doi.org/10.36312/jcm.v4i1.3639.

Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia. (2023). Penjelasan BPOM RI Nomor HM.01.1.2.02.23.08 tentang langkah antisipatif BPOM terhadap kasus gangguan ginjal akut progresif atipikal pada anak. dilihat 10 Januari 2026. https://www.pom.go.id/penjelasan-publik/penjelasan-bpom-ri-nomor-hm-01-1-2-02-23-08-tanggal-9-februari-2023-tentang-langkah-antisipatif-bpom-terhadap-kasus-gangguan-ginjal-akut-progresif-atipikal-pada-anak.

Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia. (2023). Peraturan BPOM Nomor 14 Tahun 2023. dilihat 10 Januari 2026. https://peraturan.bpk.go.id/Details/263263/peraturan-bpom-no-14-tahun-2023

Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia. (2024). Peraturan Badan Pengawas Obat dan Makanan Nomor 7 Tahun 2024 tentang Standar Cara Pembuatan Obat yang Baik. dilihat 10 Januari 2026. https://peraturan.bpk.go.id/Download/345540/peraturan-bpom-no-7-tahun-2024.pdf

Dewan Pertimbangan Presiden Republik Indonesia (Wantimpres RI). (2026). Kasus gagal ginjal. dilihat 10 Januari 2026. https://wantimpres.go.id/id/issue/kasus-gagal-ginjal-id/

Firdaus, A. M. P., & Mustofa, I. (2025). Kontra-preventif Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2024 dalam menangani kesehatan reproduksi anak usia sekolah. Majelis: Jurnal Hukum Indonesia, 2(4), 1-17. https://doi.org/10.62383/majelis.v2i4.1158.

Firma, F. R., Jusri, E., & Sapsudin, A. (2025). Comparative review of informed consent as a legal safeguard in healthcare: Perspectives from Indonesia and other countries. Research Horizon, 5(4), 1265-1280. https://doi.org/10.54518/rh.5.4.2025.717.

Halabi S. F. (2009). Participation and the right to health: lessons from Indonesia. Health and human rights, 11(1), 49–59.

Hervey, T. K., & McHale, J. V. (2015). Rights: health rights as human rights. In European Union Health Law: Themes and Implications (pp. 156–183). chapter, Cambridge: Cambridge University Press.

Kashuri, M. (2025). Proactive Risk Governance for Pharmaceutical Adulteration in Traditional Medicines: Evidence from Indonesia’s 2022–2025 Recalls. J.Food.Pharm.Sci, 13(3), 208-218. https://doi.org/10.22146/jfps.21625.

Kesuma, M. E., RS, I. R., & Flambonita, S. (2024). Pengaturan hak konstitusional warga negara di bidang kesehatan. Fundamental: Jurnal Ilmiah Hukum, 13(1), 190-208. https://doi.org/10.34304/jf.v13i1.250.

Lestari, M., & Tanudjaja. (2023). Pertanggungjawaban pidana terhadap penyalahgunaan obat golongan prekursor Pseudoephedrin HCL sebagai bahan pembuatan narkotika. Cessie: Jurnal Ilmiah Hukum, 2(1), 1-10. https://doi.org/10.55904/cessie.v2i1.738.

Maulidah, A. S., & Wahyudi, S. T. (2022). Problematika penerapan kebijakan rehabilitasi dan kompensasi terhadap narapidana korban salah tangkap dalam perspektif hak asasi manusia. Lex Librum: Jurnal Ilmu Hukum, 9(1), 53-66. https://doi.org/10.46839/lljih.v9i1.372

Muis, L. S., Jened, R., Barizah, N., & Tjwan, G. C. (2023). State responsibility for access and availability of patented drugs for public health. Yuridika, 38(2), 219. https://doi.org/10.20473/ydk.v38i2.43007

Nadhif, P. F., Ihsan, I., & Hardisman. (2024). Profil klinis dan luaran gangguan ginjal akut progresif atipikal di PICU RSUP Dr. M. Djamil Padang tahun 2022. JIKESI: Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesia, 5(4), 350-356. https://doi.org/10.25077/jikesi.v5i4.1334.

Nurfauzia, A. (2025). Exploring challenge and opportunities of drug formulation manufactures in Indonesia's policy shift. Journal of Research in Social Science and Humanities, 5(2), 251-260. https://doi.org/10.47679/jrssh.v5i1.251.

Persson A. (2016). 'The world has changed': pharmaceutical citizenship and the reimagining of serodiscordant sexuality among couples with mixed HIV status in Australia. Sociology of health & illness, 38(3), 380–395. https://doi.org/10.1111/1467-9566.12347.

Pont, A. V., Kian, A. M. L., & Agussalim. (2025). Comparative legal perspectives on medical emergency services and human rights in Indonesia and Brazil. Lex Localis-Journal of Local Self-Government, 23(S6). https://doi.org/10.52152/xfgkfa04.

Primdahl, N., & Skovdal, M. (2023). The workings of Pre-Exposure Prophylaxis (PrEP) citizenship amongst queer men in Denmark. Kvinder, Køn & Forskning, (1), 102-117. https://doi.org/10.7146/kkf.v35i1.133799.

Putri, A. F., & Dirkareshza, R. (2024). Rechtsvacuum terhadap sanksi kepada BPOM atas kelalaian efek samping kandungan obat yang menyebabkan gagal ginjal akut anak. Jurnal Kertha Semaya, 12(11), 2854-2870. https://doi.org/10.24843/KS.2024.v12.i11.p09.

Samosir, T. R. A., & Gultom, E. (2025). Analisis konstitusional terhadap tanggung jawab negara dalam penyediaan layanan kesehatan bagi warga negara. Jurnal Pendidikan Indonesia, 6(5), 2310-2325. https://doi.org/10.59141/japendi.v6i5.7736.

Saputra, R. A., & Baidhowi. (2025). Efektivitas BPOM dalam pengawasan peredaran produk snack reject sebagai upaya perlindungan konsumen di Indonesia. Rewang Rencang: Jurnal Hukum Lex Generalis, 6(4), 1-15. https://doi.org/10.56370/jhlg.v6i4.1226.

Tarmizi, S. N. (2022). Tak ada penambahan kasus baru gangguan ginjal akut, namun tetap waspada. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, dilihat 10 Januari 2026. https://kemkes.go.id/eng/tak-ada-penambahan-kasus-baru-gangguan-ginjal-akut-namun-tetap-waspada

United Nations Office on Drugs and Crime & World Health Organization. (2025). Contaminated medicines and integrity of the pharmaceutical excipients supply chain. Vienna, Austria: UNODC.

Yuliani, E., Novianto, W. T., & Purwadi, H. (2019). The urgency of law enforcement of illegal medicine distributions in Indonesia. Journal of Health Policy and Management, 4(2), 76-85. https://doi.org/10.26911/thejhpm.2019.04.02.01

Zaura, A., & Irwansyah. (2023). Tinjauan fiqh siyasah: Pertanggungjawaban BPOM terhadap kasus obat yang menyebabkan gagal ginjal akut pada anak. Jurnal EDUCATIO: Jurnal Pendidikan Indonesia, 9(1), 265-272. https://doi.org/10.29210/1202322841.

Downloads

Published

2026-01-20