PERAN SISTEM PERS INDONESIA DALAM PELIPUTAN BENCANA ACEH: ANALISIS KEHADIRAN NAJWA SHIHAB SEBAGAI JURNALIS PUBLIK
Keywords:
Sistem Pers Indonesia, jurnalisme bencana, Najwa ShihabAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Sistem Pers Indonesia dalam peliputan bencana Aceh dengan menyoroti kehadiran Najwa Shihab sebagai jurnalis publik. Fokus penelitian diarahkan pada bagaimana praktik jurnalisme bencana dijalankan dalam kerangka kebebasan pers yang bertanggung jawab serta sensitivitas terhadap kondisi sosial dan psikologis masyarakat terdampak. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui analisis konten pemberitaan, pernyataan dan wawancara publik, serta kajian terhadap literatur ilmiah yang relevan dengan studi pers dan komunikasi. Sistem Pers Indonesia digunakan sebagai kerangka teoritis untuk memahami relasi antara media, negara, dan publik dalam situasi krisis kebencanaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kehadiran Najwa Shihab dalam peliputan bencana Aceh tidak hanya berfungsi sebagai penyampai informasi, tetapi juga memperkuat peran pers sebagai kontrol sosial, sarana edukasi publik, dan jembatan empatik antara negara, media, dan masyarakat terdampak bencana. Praktik jurnalistik yang menekankan empati, keberpihakan pada korban, serta akuntabilitas kebijakan publik dinilai mampu meningkatkan kesadaran sosial dan membangun kepercayaan publik terhadap peran pers dalam situasi bencana.
References
Azmi, F., & Hidayat, D. (2021). Media framing in disaster reporting: A study of Indonesian online media. Jurnal Komunikasi, 13(2), 145–158.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana. (2022). Laporan penanganan bencana di Indonesia. BNPB.
Bennett, W. L., & Livingston, S. (2020). The disinformation order: Disruptive communication and the decline of democratic institutions. European Journal of Communication, 35(3), 213–231.
Coombs, W. T. (2014). Ongoing crisis communication: Planning, managing, and responding (4th ed.). Sage Publications.
Coombs, W. T. (2015). Situational crisis communication theory. Wiley Blackwell.
Dye, T. R. (2013). Understanding public policy (14th ed.). Pearson Education.
Eriyanto. (2021). Analisis framing: Konstruksi, ideologi, dan politik media. LKiS.
Fachruddin, A. (2020). Etika jurnalistik dalam peliputan bencana alam. Jurnal Ilmu Komunikasi, 18(1), 1–15.
Hanitzsch, T., & Vos, T. (2021). Journalism beyond democracy: A new look into journalistic roles. Journalism, 22(6), 1467–1483.
Hanusch, F. (2020). Journalism and emotion: Toward a more integrated perspective. Journalism Studies, 21(1), 1–15.
Haryanto, I., & Nugroho, Y. (2020). Journalism and disaster communication in Indonesia. Asian Journal of Communication, 30(5), 387–402.
Hidayat, D., & Setiawan, A. (2023). Media credibility and public trust during disaster reporting. Jurnal Komunikasi Indonesia, 12(1), 33–49.
Kaplan, A. M., & Haenlein, M. (2010). Users of the world, unite! The challenges and opportunities of social media. Business Horizons, 53(1), 59–68.
Kovach, B., & Rosenstiel, T. (2021). The elements of journalism. Three Rivers Press.
Kriyantono, R. (2020). Teknik praktis riset komunikasi. Kencana.
McNair, B. (2017). An introduction to political communication (6th ed.). Routledge.
McQuail, D. (2010). McQuail’s mass communication theory (6th ed.). Sage Publications.
McQuail, D. (2020). McQuail’s media and mass communication theory (7th ed.). Sage Publications.
Nimmo, D., & Savage, R. L. (2011). Candidates and their images: Concepts, methods, and findings. Goodyear Publishing.
Nugroho, Y., Putri, D. A., & Laksmi, S. (2021). Mapping media responsibility in Indonesian democracy. Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, 25(2), 97–111.
Nurhadi, Z. F. (2022). Jurnalisme empatik dalam liputan bencana alam. Jurnal Kajian Media, 6(2), 89–104.
Pantti, M., Wahl-Jorgensen, K., & Cottle, S. (2021). Disasters and the media. Peter Lang.
Perdana, A., & Irwansyah. (2023). Digital journalism and disaster narratives in Indonesia. Journal of Communication Inquiry, 47(1), 67–84.
Prihatin, R. B. (2021). Sistem pers nasional dan kebebasan pers di Indonesia. Jurnal Legislasi Indonesia, 18(3), 401–414.
Putnam, R. D. (2000). Bowling alone: The collapse and revival of American community. Simon & Schuster.
Purnomo, A., & Wahyuni, H. I. (2020). Media ethics in disaster reporting: Indonesian perspectives. Journal of Asian Media Studies, 5(1), 21–35.
Rachmiatie, A., & Romli, K. (2022). Media, public empathy, and disaster communication. Jurnal Komunikasi Global, 11(2), 133–148.
Shoemaker, P. J., & Reese, S. D. (2021). Mediating the message: Theories of influences on mass media content (3rd ed.). Routledge.
Siregar, A. (2020). Pers, demokrasi, dan tanggung jawab sosial. Jurnal Dewan Pers, 5(1), 1–14.
Sukmono, F. G., & Junaedi, F. (2021). Jurnalisme bencana dan etika media. Jurnal ASPIKOM, 6(1), 23–38.
Sumadiria, H. (2020). Jurnalistik Indonesia: Menulis berita dan feature. Simbiosa Rekatama Media.
Susanto, E. H., & Prasetyo, B. (2024). Public journalism in Indonesian disaster coverage. Media and Communication, 12(1), 55–69.
Tapsell, R. (2020). Media power in Indonesia: Oligarchs, citizens, and the digital revolution. Journal of Contemporary Asia, 50(2), 230–246.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.
Utami, P. (2023). Disaster communication and media responsibility. Jurnal Komunikasi Pembangunan, 21(1), 61–75.
Wahyuni, H. I., & Nurhadi, Z. F. (2022). Media narratives and public perception during disasters. Jurnal Penelitian Komunikasi, 25(2), 117–131.
Wardhani, N. K. (2024). Empathy framing in disaster journalism. Journal of Media Ethics, 39(1), 14–29.
Westlund, O., & Lewis, S. C. (2020). Journalistic norms in the digital age. Digital Journalism, 8(1), 1–17.
Zelizer, B. (2022). What journalism is (and what it could be). Polity Press.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Akbar Miswari, Jihan Fanyra, Muhammad Saleh

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.










