SERTIFIKASI HALAL FASHION: DINAMIKA DAN RESPONS MASYARAKAT MUSLIM KOTA BANDA ACEH

Authors

  • Rizqi Muhammad Rayyan Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta
  • Shofiyullah Muzammil Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta
  • Junaidi Junaidi Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Keywords:

Dinamika, Muslim Kota Banda Aceh, Sertifikasi Halal Fashion

Abstract

Penelitian ini membahas tentang sertifikasi halal dalam industri fashion di Kota Banda Aceh, dengan fokus pada dinamika dan respons masyarakat Muslim terhadap perkembangan ini. Gaya hidup halal mencakup berbagai sektor, termasuk fashion. Lalu yang kemudian menjadi penting adalah populasi Muslim yang besar di Kota Banda Aceh. Inilah yang mendasari penelitian ini, bahwa peneliti ingin mengetahui bagaimana dinamika dan respons masyarakat Muslim Kota Banda Aceh terhadap sertifikasi halal di bidang fashion. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan wawancara sebagai teknik pengumpulan data, melibatkan masyarakat Muslim di Kota Banda Aceh sebagai subjek penelitiannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat memiliki pemahaman yang baik tentang pentingnya sertifikasi halal sebagai jaminan kesesuaian produk dengan nilai-nilai agama Islam. Sikap masyarakat dipengaruhi oleh nilai-nilai agama dan dinamika sosial budaya yang mendukung penerimaan produk fashion halal. Media sosial berperan signifikan dalam meningkatkan kesadaran dan pengetahuan masyarakat tentang fashion halal. Namun, masih terdapat tantangan terkait kualitas produk dan transparansi dalam proses sertifikasi. Penelitian ini merekomendasikan perlunya edukasi lebih lanjut mengenai sertifikasi halal, kolaborasi antara pemangku kepentingan dan inovasi dalam industri fashion halal untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Diharapkan, dengan dukungan dari berbagai pihak, industri fashion halal di Banda Aceh dapat tumbuh lebih inovatif, berkualitas dan sesuai dengan prinsip syariah.

References

Afiyah. (2024). Perkembangan Industri Halal Fesyen : Peluang dan Tantangan. Tsarwah: Jurnal Ekonomi Dan Bisnis Islam, 9.

Agus, P. A. (2017). Kedudukan Sertifikasi Halal Dalam Sistem Hukum Nasional Sebagai Upaya Perlindungan Konsumen Dalam Hukum Islam. Amwaluna: Jurnal Ekonomi Dan Keuangan Syariah, 1(1), 150–165. https://doi.org/10.29313/amwaluna.v1i1.2172

Arikunto, S. (2002). Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktek. Rineka Cipta.

Arikunto, S. (2016). Manajemen Penelitian. Rineka Cipta.

Awal-abm, A. D. I. (2012). Ulama dalam Dinamika Sosial dan Budaya Masyarakat Aceh di Awal Abad Kedua Puluh Satu. Humaniora, 23(3), 315–325.

Biro Hubungan Masyarakat, D. dan I. (2021). Jumlah Penduduk Menurut Agama. Satu Data Kementerian Agama RI. https://satudata.kemenag.go.id/dataset/detail/jumlah-penduduk-menurut-agama

Faidah, M. (2017). Sertifikasi Halal di Indonesia dari Civil Society menuju Relasi Kuasa antara Negara dan Agama. ISLAMICA: Jurnal Studi Keislaman, 11, 449. https://doi.org/10.15642/islamica.2017.11.2.449-476

Firdaus, F. (2023). Implikasi Sertifikat Halal Dalam Manejemen Bisnis Industri Makanan Dan Minuman. At-Tawazun, Jurnal Ekonomi Syariah, 11(02), 39–54. https://doi.org/10.55799/tawazun.v11i02.322

Hijrah Lahaling, K. M. & S. R. (2015). Hakikat Labelisasi Halal terhadap Perlindungan Konsumen di Indonesia. Hasanuddin Law Review. https://doi.org/10.20956/halrev.v1n2.84

Humas Kota Banda Aceh. (2022). Agama. Pemerintah Kota Banda Aceh. https://bandaacehkota.go.id/p/agama.html

Kusnandar, V. B. (2021). Provinsi Aceh Miliki Persentase Penduduk Muslim Terbesar Nasional pada Juni 2021. Databoks.Katadata.Co.Id. https://databoks.katadata.co.id/demografi/statistik/5fd4d61e0824624/provinsi-aceh-miliki-persentase-penduduk-muslim-terbesar-nasional-pada-juni-2021

Mackiewicz, J. (2018). A Mixed-Method Approach. In Writing Center Talk over Time. https://doi.org/10.4324/9780429469237-3

Maulida, R. (2013). Urgensi Regulasi Dan Edukasi Produk Halal Bagi Konsumen. Justicia Islamica, 10(2). https://doi.org/10.21154/justicia.v10i2.153

Maulina, P., Triantoro, D. A., & Fitri, A. (2023). Identitas, Fesyen Islam Populer, dan Syariat Islam: Negosiasi dan Kontestasi Muslimah Aceh. Cakrawala: Jurnal Studi Islam, 18(2), 62–76. https://doi.org/10.31603/cakrawala.9419

Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia. (2014). UU No.33 Tahun 2014 (2014). UU No.33 Tahun 2014, 1. https://peraturan.bpk.go.id/Home/Details/38709/uu-no-33-tahun-2014

Nadha, C. (2022). Kini, Sudah Ada Kain Tenun yang Kantongi Sertifikat Halal. Halalmui.Org. https://halalmui.org/kini-sudah-ada-kain-tenun-yang-kantongi-sertifikat-halal/

Nashirun. (2020). Makanan Halal dan Haram dalam Perspektif Al-Qur’an. Halalan Thayyiban: Jurnal Kajian Manajemen Halal Dan Pariwisata Syariah, 3(2), 1–15.

Primadhyta, S. (2017). Industri Halal Jadi Pelumas Perluasan Pasar Bank Syariah. CNN Indonesia. https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20171109114632-78-254536/industri-halal-jadi-pelumas-perluasan-pasar-bank-syariah

Razali, R., Febriansyah, S., & Hilmi, H. (2020). Pemikiran Ekonomi Al-Maududi Dalam Perspektif Post-Modernism. Ekonis: Jurnal Ekonomi Dan Bisnis, 22(1). https://doi.org/10.30811/ekonis.v22i1.1909

Razali, R., Syahputra, A., & Ulfah, A. K. (2021). Industri Halal di Aceh: Strategi dan Perkembangan. JURNAL AL-QARDH, 6(1), 17–29. https://doi.org/10.23971/jaq.v6i1.2733

Rostina, Hartini, & Devilla, R. (2021). "Pengaruh Penggunaan Media Sosial Dan Inovasi Produk. Jurnal Ilmiah Pena, 15(02), 43–47.

Sa’diah, H. (2022). PENGARUH FASHIONABLE DALAM BERPAKAIAN ISLAMI DI ACEH (STUDI KASUS MAHASISWI DI BANDA ACEH). UIN Ar-Raniry Banda Aceh.

Sari, I. K. (2016). Heboh Kerudung Halal Zoya, Ini Reaksi Para Netizen. Wolipop Detik.Com. https://wolipop.detik.com/hijab-update/d-3133869/heboh-kerudung-halal-zoya-ini-reaksi-para-netizen

Srisusilawati, P., Prasetyo, S. N., Nur Hamidah, S. A., Rihhadatull ’Aisy, R. A., & Oktavia, R. (2024). Tren dan Perkembangan Fashion Syariah Pada Era Modern di Kota Bandung. Jurnal Ilmiah Ekonomi Islam, 10(1), 953. https://doi.org/10.29040/jiei.v10i1.12319

Sudarmiatin, S., Khoirul Anam, F., & Wafaretta, V. (2020). The Intention of Halal Certification by Micro Business. KnE Social Sciences. https://doi.org/10.18502/kss.v4i9.7322

Sudarwan Danim. (2013). Menjadi Peneliti Kualitatif (2nd ed.). Pustaka Setia.

Sugiyono, D. (2010). Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. In Penerbit Alfabeta.

Supriyadi, E. I., & Asih, D. B. (2021). Regulasi Kebijakan Produk Makanan Halal Di Indonesia. Jurnal RASI, 2(1), 18–28. https://doi.org/10.52496/rasi.v2i1.52

Vanany, I., Soon, J. M., Maryani, A., & Wibawa, B. M. (2019). Determinants of halal-food consumption in Indonesia. Journal of Islamic Marketing, 11(2), 507–521. https://doi.org/10.1108/JIMA-09-2018-0177

Yayuh Khufibasyaris, & Suhendi, H. (2024). PENGARUH TREN HIJAB FASHION DI MEDIA SOSIAL TIKTOK TERHADAP CARA BERPAKAIAN ISLAMI MAHASISWI UNISBA FAKULTAS DAKWAH ANGKATAN 2019. HIKMAH : Jurnal Dakwah Dan Sosial, 1–10. https://doi.org/10.29313/hikmah.v4i1.3361

Zaenal, A. (2024). Pengembangan Industri Halal untuk Menembus Pasar Global. Aceh Antara News. https://aceh.antaranews.com/rilis-pers/4448829/pengembangan-industri-halal-untuk-menembus-pasar-global

Zailani, S., Kanapathy, K., Iranmanesh, M., & Tieman, M. (2015). Drivers of halal orientation strategy among halal food firms. British Food Journal, 117(8), 2143–2160. https://doi.org/10.1108/BFJ-01-2015-0027

Zulham. (2018). Peran Negara Dalam Perlindungan Konsumen Muslim Terhadap Produk Halal. Kencana.

Downloads

Published

2026-01-22