FATHERLESSNESS PADA ANAK: PERSPEKTIF PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN TERHADAP PEMBENTUKAN KONSEP DIRI

Authors

  • Esra Sitanggang Sekolah Tinggi Teologi Intheos
  • Yoell Ervandy Sekolah Tinggi Teologi Intheos

Keywords:

Fatherlessness, Konsep Diri, Pendidikan Agama Kristen

Abstract

Fenomena fatherlessness, atau ketiadaan figur ayah, kini makin lazim di keluarga modern, disebabkan oleh perceraian, kematian, migrasi kerja, atau absennya kehadiran emosional. Kondisi ini berdampak besar pada pembentukan konsep diri anak, mencakup aspek emosional, psikologis, dan spiritual. Penelitian ini bertujuan meneliti fenomena fatherlessness dan dampaknya terhadap konsep diri anak dari sudut pandang Pendidikan Agama Kristen (PAK). Metode yang diterapkan adalah penelitian kualitatif melalui studi pustaka (library research), menganalisis literatur ilmiah, teologi, dan psikologi perkembangan dengan analisis isi (content analysis). Temuan menunjukkan bahwa absennya ayah menciptakan kekosongan emosional yang memengaruhi identitas, harga diri, dan kemampuan berelasi anak. Dalam perspektif PAK, pembentukan konsep diri anak bukan hanya psikologis, melainkan juga teologis, di mana identitas sejati anak berakar pada pemahaman bahwa mereka adalah ciptaan Allah yang berharga. Gereja dan komunitas Kristen berperan penting melalui pendampingan pastoral, mentoring, dan pengajaran yang memperkuat identitas anak di dalam Kristus. Penelitian ini menekankan kebutuhan pendekatan holistik yang menggabungkan dimensi teologis, pedagogis, dan pastoral untuk memulihkan serta memperkuat konsep diri anak yang mengalami fatherlessness.

References

Ahmad Syukri Sitorus. (2023). Kepercayaan Diri, Keterampilan Sosial dan Emosional Anak; Studi Korelasional dan Stimulasi. Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Undiksha, 11(1), 1-7

Andi Syahraeni. (2015). TANGGUNG JAWAB KELUARGA DALAM PENDIDIKAN ANAK. Al-Irsyad Al-Nafs, Jurnal Bimbingan Penyuluhan Islam, 2(1), 27-45.

Indra Abdul Majid & Mirna Nur Alia Abdullah. (2024). MELANGKAH TANPA PENUNTUN: MENGEKSPLORASI DAMPAK KEHILANGAN AYAH TERHADAP KESEHATAN MENTAL DAN EMOSIONAL ANAK-ANAK SABANA (Sosiologi, Antropologi, dan Budaya Nusantara), 3(2), 176 - 186

Muhammad Arif Syailendra, Siti Aminah. (2025). Fenomena Fatherless dalam Pespektif Bimbingan dan Konseling Islam: Suatu Studi Pustaka. Ulul-Albab: Journal Dak`Wah and Social Religiosty 3 (1), 48-56. https://doi.org/10.69943/ulalbabv3n

Rahmat Ramatul Andika & Nana Supriyani. (2025). Martin Kustati3. Krisis Makna Hidup dalam Kalangan Santri Milenial: Pendekatan Fenomenologis terhadap Kegiatan Spiritual di Pesantren, 3(2), 296-30

Sinulingga, R. S. Br., Darmayanti, N., & Fadilah R. (2024). PENGARUH FATHER INVOLVEMENT TERHADAP RESILIENSI DAN STRES AKADEMIK SISWA. Research and Development Journal of Education, 10(2), 1156-1172

Tsabita Muthmainah & Hayani Wulandari. (2024). Dampak Interaksi Orangtua dan Anak Terhadap Perkembangan Sosial Anak. Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan, Juli 2024, 10 (14), 905-916

Uswatun Hasanah, Herawati, & Budi Ansara Abdi. (2021). PERSPEKTIF REMAJA AWAL TERHADAP PERAN AYAH UNTUK PEMBENTUKAN KONSEP DIRI. Journal of Healthcare Technology and Medicine, 7(2),1-11.

Wilson Simanjuntak, Desy H. Sihombing, Edelwis Pardosi, Putra Jungjungan Rajagukguk, Rahel Dwi Ivanna, Hesty Sinaga, & Rainaldi Setiawan. (2025). Penerapan Psikologi Pendidikan Agama Kristen dalam Meningkatkan Perkembangan Rohani Anak urnal Riset Rumpun Agama dan Filsafat, 4(3), 487-495

Wistara Maharani Prashinta, Kireina Dewi Suyanto, Adelia Radinka Zahra, Oktavia Santoso, & Ali Murtadho. (2025). Fenomena Modern Fatherhood dan Implikasinya Terhadap Masalah Fatherless di Indonesia: Kajian Literatur dalam Perspektif Konseling Keluarga. Insight: Jurnal Bimbingan dan Konseling 14 (2), 36-47.

Downloads

Published

2026-02-10