Peran Ilmu Forensik Dalam Mengidentifikasi Korban Bencana Massal melalui Prosedur Disaster Victim Identification (DVI)
Keywords:
Ilmu Forensik, Disaster Victim Identification (DVI), Bencana MassalAbstract
Bencana massal, baik yang disebabkan oleh fenomena alam maupun kelalaian manusia seperti kecelakaan transportasi dan industri, kerap menghasilkan korban jiwa dalam jumlah signifikan dengan kondisi fisik yang terfragmentasi, membusuk, atau terbakar hebat. Kondisi tersebut menyebabkan proses pengenalan korban secara visual langsung oleh pihak keluarga menjadi sangat tidak relevan dan berisiko tinggi menimbulkan kesalahan identifikasi (misidentification). Oleh karena itu, penerapan ilmu forensik melalui kerangka kerja Disaster Victim Identification (DVI) menjadi instrumen ilmiah yang mutlak diperlukan. DVI mengintegrasikan berbagai disiplin ilmu forensik—termasuk daktiloskopi, odontologi forensik, antropologi, dan analisis DNA—untuk menjamin bahwa setiap proses identifikasi berjalan sesuai dengan standar hukum, etika, dan internasional yang ditetapkan oleh INTERPOL. Jurnal ini mengkaji secara komprehensif peran ilmu forensik dalam lima fase operasional DVI, yaitu Fase Tempat Kejadian Perkara (TKP), Postmortem, Antemortem, Rekonsiliasi, hingga Debriefing. Penekanan utama penelitian ini berfokus pada mekanisme komparasi antara data postmortem (temuan fisik dari jenazah) dan data antemortem (rekam medis dan informasi semasa hidup korban) pada tahap rekonsiliasi. Melalui kolaborasi interdisipliner tersebut, ilmu forensik tidak hanya berfungsi sebagai sarana pembuktian yuridis dan pemenuhan hak asasi manusia, tetapi juga memberikan kepastian hukum serta penutup emosional (closure) yang sangat krusial bagi keluarga korban yang ditinggalkan
References
Budiyanto, A., Widiatmaka, W., Sudiono, S., Winardi, T., Mun'im, A., Sidhi, S., Hertian, S., & Sampurna, B. (1997). Ilmu Kedokteran Forensik. Jakarta: Bagian Kedokteran Forensik Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.
Henky. (2019). Aplikasi Daktiloskopi dalam Identifikasi Korban Bencana Massal. Jurnal Kedokteran Forensik Indonesia, 21(2), 45–50.
INTERPOL. (2023). INTERPOL Disaster Victim Identification Guide. Lyon: INTERPOL General Secretariat.
Kartikasari, W., & Pusvitasari, P. (2022). Disaster Victim Identification (DVI): Sebagai Metode Forensik Mengidentifikasi Korban Bencana Alam. Buletin KPIN, 8(12), 1–4.
Lukman, E. (2016). Odontologi Forensik: Teori dan Aplikasi. Jakarta: UI Press.
Mansur, D. M. A., & Gultom, E. (2017). Urgensi Perlindungan Korban Kejahatan: Analisis Viktimologi. Bandung: Refika Aditama.
Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative Data Analysis: A Methods Sourcebook (3rd ed.). Thousand Oaks: SAGE Publications.
Moleong, L. J. (2018). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Salama, A. R. B., & Rengkung, T. G. (2017). Disaster Victim Identification. Palu: Bagian Ilmu Kedokteran Forensik dan Medikolegal Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako.
Santoso, T., & Zulfa, E. A. (2018). Kriminologi. Jakarta: Rajawali Pers.
Sugiyono. (2019). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Sunarso, S. (2012). Viktimologi dalam Sistem Peradilan Pidana. Jakarta: Sinar Grafika.
Waluyo, B. (2011). Viktimologi: Perlindungan Korban dan Saksi. Jakarta: Sinar Grafika.
Yudianto, A. (2020). Lacak DNA Forensik pada Kasus Bencana Massal. Surabaya: Airlangga University Press.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Henny Setiawan, Hudi Yusuf

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.










